GalaPos ID, Jayapura.
Tembakan yang merenggut nyawa pilot PT AMA PK-RCY, Capt. Nicholas Francis Gosselin, kembali memunculkan pertanyaan besar tentang jaminan keamanan bagi para pelayan kemanusiaan di pedalaman Papua.
Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan, pendidikan, dan logistik, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa risiko di lapangan masih membayangi setiap misi kemanusiaan.
"Ketika pesawat pembawa harapan justru menjadi sasaran, yang terluka bukan hanya satu nyawa, tetapi juga rasa aman bagi masyarakat pedalaman Papua."
Baca juga:
- Air Putih Terlihat Jernih, Tapi Benarkah Aman?
- Jakarta X Beauty 2026 Dibuka, Pemerintah Dorong Brand Lokal Tembus Pasar Dunia
- TPA Peh Kelebihan Kapasitas, Pemkab Jembrana Terapkan Larangan Sampah Organik
Gala Poin:
1. Capt. Nicholas Francis Gosselin meninggal dunia akibat penembakan saat menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo, Papua.
2. Penghormatan terakhir digelar secara militer di Lanud Silas Papare, Sentani, dihadiri TNI, pemerintah daerah, PT AMA, dan tokoh gereja.
3. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya jaminan keamanan bagi penerbangan kemanusiaan yang menjadi akses vital masyarakat pedalaman Papua.
Penghormatan terakhir sekaligus prosesi penyerahan jenazah Capt. Nicholas Francis Gosselin berlangsung secara militer di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan pengawalan Koops TNI Habema.
Capt. Nicholas Francis Gosselin meninggal dunia dalam insiden penembakan terhadap pesawat PT AMA PK-RCY di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Saat peristiwa terjadi, almarhum tengah menjalankan misi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat pedalaman Papua.
Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara. Prosesi penyerahan dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, didampingi Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.
Prosesi turut dihadiri jajaran pejabat TNI, pemerintah daerah, pimpinan PT AMA, para pilot AMA, serta Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You.
Baca juga:
Dugaan KKB Bakar Pesawat Perintis di Yahukimo, Aparat: Masih Diselidiki
"Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua. Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ujarnya, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan lokasi, evakuasi taktis, hingga proses penyerahan jenazah. Menurutnya, TNI akan terus berkomitmen menjaga keamanan agar pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat berlangsung dengan aman.
Sementara itu, Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menegaskan bahwa PT AMA telah puluhan tahun melayani masyarakat Papua melalui sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan gereja.
"Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ungkapnya.
Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif agar pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan di Papua dapat terus berjalan. Sinergi antara TNI, pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Baca juga:
BBM Kembali Normal di Flores Timur, Harga Eceran Sempat Melambung hingga Rp35 Ribu per Botol
Di balik prosesi penghormatan yang berlangsung khidmat, insiden ini kembali menyisakan pekerjaan rumah besar bagi negara. Ketika jalur udara menjadi satu-satunya akses bagi masyarakat pedalaman, perlindungan terhadap para pelayan kemanusiaan menjadi bagian penting dari upaya memastikan hak masyarakat atas pelayanan dasar tetap terpenuhi.
Baca juga:
Saldo Seller TikTok Shop Dibekukan, Novita Hardini: Negara Gagal Lindungi UMKM Digital
Negara mengantar jenazah dengan upacara kehormatan. Publik masih menunggu jawaban: kapan pelayan kemanusiaan bisa pulang dengan selamat, bukan dalam peti?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Papua #MisiKemanusiaan #PilotAMA #Yahukimo #KeamananPapua

