Pesta Bolon Sagala Raja 2026 di Samosir, Budaya Batak dan Aksi Hijau Berjalan Bersama

GalaPos ID, Samosir.
Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian mengikis ikatan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan, ribuan pomparan Sagala Raja memilih berkumpul di tanah leluhur. Pesta Bolon Sagala Raja 2026 bukan sekadar agenda adat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas generasi sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.

Pesta Bolon Sagala Raja 2026: Perkuat Persaudaraan Lintas Generasi, Lestarikan Budaya Batak
Budaya tak cukup hanya ditarikan, lingkungan juga harus diwariskan. Pesta Bolon Sagala Raja 2026 membuktikan bahwa persaudaraan akan lebih bermakna jika meninggalkan jejak pohon, bukan sekadar jejak dokumentasi. Foto: Harapan Sagala

 

"Di saat banyak orang sibuk merawat citra di media sosial, ribuan pomparan Sagala Raja memilih merawat budaya dan menanam masa depan."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pesta Bolon Sagala Raja 2026 di Samosir menjadi ajang mempererat persaudaraan pomparan dari Indonesia hingga mancanegara.
2. Kegiatan tidak hanya menampilkan budaya Batak, tetapi juga aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 300 pohon durian.
3. Seluruh pomparan berkomitmen melestarikan adat, memperkuat persatuan lintas generasi, dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Pesta Bolon Sagala Raja 2026 digelar selama tiga hari, 3–5 Juli 2026, di Desa Gindolok-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan keturunan Sagala Raja dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya yang menampilkan kekayaan adat Batak. Berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Tortor Panomu-nomuon, Tortor Somba-somba, serta prosesi adat sakral menjadi bagian dari penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada leluhur, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya Batak.

Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, Pesta Bolon Sagala Raja juga diisi kegiatan peduli lingkungan, perlombaan, edukasi, serta Musyawarah Besar (Mubes) dan pengukuhan Badan Pengurus Harian (BPH) periode 2026–2030.

Pada hari pertama, di kawasan Tugu Sagala Raja dilakukan penanaman 300 bibit pohon durian yang berasal dari Ketua Yayasan Wahana Prestasi Prima.

Baca juga:
Publikasi KKN Kampus Program Kerja Mahasiswa Indonesia
 
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Sagala dan sekitarnya pada masa mendatang.
 
Ketua Umum Punguan Sagala Raja, Boru, Bere, Ibebere (PSBBI) Dunia, Maringan Sagala, mengatakan Pesta Bolon Sagala Raja 2026 diharapkan menjadi penguat persatuan sekaligus momentum pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal Batak.

"Pesta Bolon Sagala Raja 2026 diharapkan semakin memperkokoh persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Sagala Raja, sekaligus menjadi momentum pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal Batak bagi generasi penerus," terang Maringan, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ribuan Pomparan Hadiri Pesta Bolon Sagala Raja 2026, Persaudaraan dan Lingkungan Jadi Fokus
Pesta Bolon Sagala Raja 2026 di Samosir menjadi ajang mempererat persaudaraan pomparan dari Indonesia hingga mancanegara. Kegiatan tidak hanya menampilkan budaya Batak, tetapi juga aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 300 pohon durian. Foto: Harapan Sagala

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Bolon Sagala Raja dan Mubes, Brigjen (Purn) Hotman Sagala, menegaskan bahwa perkembangan zaman tidak boleh mengikis identitas budaya dan semangat kekeluargaan.

"Tersebar di berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara, pomparan Sagala Raja kini telah berkembang pesat dengan beragam latar belakang, profesi, serta bidang pengabdian. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan di antara seluruh keturunan Sagala Raja," ujar Hotman Sagala.

Ia juga menegaskan komitmen seluruh pomparan untuk terus menjaga tali persaudaraan, melestarikan adat Batak, serta mewariskan sejarah dan jati diri kepada generasi muda.

Baca juga:
TPA Peh Kelebihan Kapasitas, Pemkab Jembrana Terapkan Larangan Sampah Organik

Perwakilan boru dari Jakarta, Wannen Pakpahan/Flores Br. Sagala, berharap Pesta Bolon tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi ruang memperkuat hubungan antargenerasi.
 
“Pesta Bolon Sagala Raja diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pomparan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas generasi."

Ia berharap seluruh pomparan Sagala Raja tetap bersatu, saling mendukung.

"Menjaga nilai-nilai budaya Batak melalui semangat kebersamaan, seluruh pomparan diharapkan dapat terus berkontribusi bagi kemajuan keluarga besar Sagala Raja, masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Baca juga:
Dugaan KKB Bakar Pesawat Perintis di Yahukimo, Aparat: Masih Diselidiki 


Di balik kemeriahan pesta budaya, kegiatan penanaman ratusan pohon menjadi pesan bahwa pelestarian tradisi akan lebih bermakna ketika berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat kebersamaan dan aksi nyata tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berlanjut menjadi kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Penulis: Harapan Sagala 

 

 

Baca juga:
Saldo Seller TikTok Shop Dibekukan, Novita Hardini: Negara Gagal Lindungi UMKM Digital

Kalau reuni hanya menghasilkan foto, itu biasa. Tapi ketika pulang kampung menghasilkan 300 pohon baru, itu baru warisan yang layak dikenang.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PestaBolonSagalaRaja #Samosir #BudayaBatak #PelestarianLingkungan #PersaudaraanLintasGenerasi

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال