GalaPos ID, Semarang.
Biaya khitan yang terus meningkat menjadi tantangan bagi sebagian keluarga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak. Melalui program tanggung jawab sosial, PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang menghadirkan layanan khitan modern gratis bagi ratusan anak sebagai upaya memperluas akses kesehatan sekaligus memperkuat implementasi aspek sosial dalam prinsip ESG.
"Transformasi Pegadaian tidak hanya diwujudkan melalui inovasi bisnis, tetapi juga melalui tanggung jawab sosial. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat secara langsung melalui layanan kesehatan yang lebih baik." — M. Aries Aviani Nugroho.
Baca juga:
- Air Putih Terlihat Jernih, Tapi Benarkah Aman?
- Jakarta X Beauty 2026 Dibuka, Pemerintah Dorong Brand Lokal Tembus Pasar Dunia
- TPA Peh Kelebihan Kapasitas, Pemkab Jembrana Terapkan Larangan Sampah Organik
Gala Poin:
- 218 anak mengikuti program Khitan Cerdas Generasi Emas Indonesia di Semarang dan Salatiga.
- Layanan menggunakan metode khitan modern dengan pendampingan hingga peserta dinyatakan pulih.
- Program menjadi implementasi nyata ESG Pegadaian melalui peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat.
Biaya layanan kesehatan yang terus mengalami kenaikan membuat sebagian keluarga harus menunda pelaksanaan khitan anak, meski tindakan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi mayoritas keluarga Muslim di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran layanan kesehatan gratis dengan metode modern menjadi solusi yang tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang berkualitas.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang menggelar program "Khitan Cerdas Generasi Emas Indonesia" yang berlangsung dalam dua tahap. Sebanyak 143 anak mengikuti kegiatan di Kantor Wilayah XI Semarang pada 2 Juli 2026, sementara 75 anak lainnya mengikuti kegiatan di Salatiga Selatan pada 3 Juli 2026. Dengan demikian, total 218 anak memperoleh layanan khitan modern tanpa dipungut biaya.
Pelaksanaan program sengaja dijadwalkan bertepatan dengan masa libur sekolah. Strategi ini dinilai memberikan ruang bagi anak-anak menjalani proses pemulihan secara optimal tanpa mengganggu aktivitas belajar ketika tahun ajaran baru dimulai.
Baca juga:
Dugaan KKB Bakar Pesawat Perintis di Yahukimo, Aparat: Masih Diselidiki
Dari sisi penerima manfaat, program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat. Salah seorang wali peserta, Micky Tranjaya, mengaku pelaksanaan saat libur sekolah menjadi nilai tambah karena anak dapat beristirahat dengan tenang setelah menjalani tindakan medis.
"Program ini cukup membantu kami. Selain metodenya lebih modern, tentu juga menghemat biaya karena anak saya memang sudah waktunya dikhitan. Kebetulan pelaksanaannya pas saat libur sekolah, jadi anak bisa fokus beristirahat dan menjalani pemulihan tanpa mengganggu kegiatan belajar," katanya.
Fenomena meningkatnya biaya layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir membuat program sosial berbasis kesehatan semakin relevan. Di berbagai daerah, kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat melalui skema tanggung jawab sosial menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Bagi Pegadaian, program ini sekaligus menunjukkan bahwa implementasi ESG tidak berhenti pada komitmen perusahaan di atas kertas. Pendekatan yang menggabungkan layanan kesehatan modern, pendampingan medis, serta pemilihan waktu yang tepat menunjukkan bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas layanan yang diberikan.
Baca juga:
Saldo Seller TikTok Shop Dibekukan, Novita Hardini: Negara Gagal Lindungi UMKM Digital
Di tengah tantangan biaya kesehatan yang terus meningkat, inisiatif seperti "Khitan Cerdas Generasi Emas Indonesia" menjadi contoh bagaimana program tanggung jawab sosial dapat menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Pertanyaannya, mampukah semakin banyak perusahaan menjadikan akses kesehatan sebagai prioritas investasi sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Pergadaian #ESG #TJSL #Transformasi

.jpeg)