GalaPos ID, Surabaya.
Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap kualitas layanan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas, Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners berhasil meraih predikat Elite One dalam ajang Hukumonline Practice Leaders 2026.
Penghargaan tersebut menjadi indikator pengakuan terhadap kualitas praktik hukum yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional.
"Di negeri yang sering ramai memperdebatkan hukum, penghargaan untuk kantor hukum tentu menarik. Pertanyaannya, apakah kualitas hukum yang dirasakan masyarakat ikut naik kelas?"
Baca juga:
- BINUS @Alam Sutera Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan Ketidakpastian Karier
- Festival Sorak Betawi Condet 2026, Strategi Baru Menjaga Budaya
- Khitanan Massal Jadi Sarana Kampanye Keselamatan Penerbangan di Soekarno-Hatta
Gala Poin:
1. Johanes Dipa Widjaja & Partners meraih predikat Elite One dalam Hukumonline Practice Leaders 2026.
2. Penilaian dilakukan terhadap 246 kantor hukum berdasarkan kualitas praktik, kompleksitas perkara, dan dampak strategis.
3. Kantor hukum tersebut akan berkolaborasi dengan DIHPA Indonesia menyelenggarakan Simposium Nasional Hukum Pidana pada 10–12 Juli 2026 di Surabaya.
Penghargaan diberikan dalam acara Hukumonline Practice Leaders 2026 yang berlangsung di Jakarta dan diikuti oleh 246 kantor hukum dari 36 bidang praktik hukum. Predikat Elite One merupakan jenjang tertinggi dalam sistem pemeringkatan yang dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari nilai transaksi, kompleksitas perkara, profil klien, hingga dampak strategis terhadap perkembangan sektor hukum nasional.
Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan hukum, penghargaan semacam ini tidak hanya menjadi simbol prestise, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana kantor hukum mampu menghadirkan solusi yang relevan, akuntabel, dan memiliki dampak nyata bagi klien maupun perkembangan hukum di Indonesia.
Chief Operating Officer Hukumonline, Jan Ramos Pandia, menjelaskan bahwa Practice Leaders memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan pemeringkatan hukum pada umumnya.
“Penghargaan ini mengakui keunggulan di bidang praktik tertentu. Di era ini, penasihat hukum tidak cukup hanya paham regulasi, tapi harus mampu memberikan solusi yang relevan dan terukur,” ujar Ramos, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 22 Juni 2026.
Baca juga:
Audiensi DPR, Mahasiswa Tagih Janji Pemerintah Soal BBM dan MBG
Pencapaian tersebut disambut positif oleh Beryl Cholif Arrachman, Partner Johanes Dipa Widjaja & Partners yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembelaan Profesi Kurator dan Pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun melalui konsistensi menjaga kualitas layanan dan standar profesi hukum.
“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan amanah yang harus dipelihara. Ini mencerminkan konsistensi kami mengedepankan integritas, ketelitian, dan solusi hukum yang berkelanjutan bagi setiap pihak yang kami layani,” ujar Beryl.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas praktik hukum tidak hanya diperlukan di pusat-pusat bisnis nasional, tetapi juga harus menjangkau daerah agar akses terhadap layanan hukum yang berkualitas semakin merata.
"Kami terus berupaya menghadirkan standar layanan yang setara, sekaligus berkontribusi meningkatkan pemahaman hukum di masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Beryl menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi kantornya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan tantangan hukum yang terus berubah.
“Di tengah perubahan regulasi dan tantangan hukum yang dinamis, kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar dapat terus memberikan layanan terbaik dan berkontribusi positif bagi perkembangan profesi hukum di Indonesia,” pungkasnya.
Di sisi lain, penghargaan ini juga mencerminkan perubahan lanskap profesi hukum Indonesia yang semakin menuntut spesialisasi, integritas, dan kompetensi mendalam. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak hukum, kualitas layanan dan etika profesi kini menjadi faktor yang semakin mendapat sorotan publik.
Sebagai tindak lanjut penguatan kapasitas keilmuan, Johanes Dipa Widjaja & Partners menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Dosen Ilmu Hukum Pidana (DIHPA) Indonesia untuk menyelenggarakan Simposium Nasional di Surabaya pada 10–12 Juli 2026.
Baca juga:
Kapal Api Group Tanam 2.500 Mangrove, Targetkan Pemulihan Ekosistem Pesisir
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna lebih luas karena dapat menjadi inspirasi bagi kalangan praktisi maupun generasi muda hukum untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan menjaga etika profesi.
DIHPA Indonesia juga menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya kantor hukum dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan praktik hukum, termasuk melalui berbagai program pengembangan profesional berkelanjutan bagi para advokat.
Baca juga:
Gejala Tiroid Sering Diabaikan, Padahal Bisa Berujung Operasi
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Simposium Nasional Dosen Ilmu Hukum Pidana yang akan digelar pada Juli mendatang dijadwalkan menghadirkan ratusan dosen hukum pidana dari berbagai daerah di Indonesia serta 12 pakar hukum pidana nasional sebagai pembicara.
Bagi publik, sinergi antara kalangan akademisi dan praktisi hukum menjadi aspek penting dalam memperkuat kualitas penegakan hukum. Sebab, tantangan hukum modern tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap aturan, tetapi juga kemampuan menjembatani teori dan praktik agar menghasilkan solusi yang lebih relevan bagi masyarakat.
Baca juga:
Kasus Hanania Travel: Awkarin Ajukan Penundaan, Polisi Sudah Periksa 140 Saksi
Ketika kantor hukum meraih Elite One, publik berharap yang ikut naik bukan hanya reputasi profesi, tetapi juga kepercayaan terhadap penegakan hukum di Indonesia.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HukumonlinePracticeLeaders2026 #JohanesDipaWidjajaPartners #DIHPAIndonesia #ProfesiHukum #HukumIndonesia
Johanes Dipa Widjaja & Partners Raih Elite One Hukumonline 2026, Uji
Kualitas Praktik Hukum di Tengah Tuntutan Profesionalisme. Penghargaan Elite One dan Kolaborasi DIHPA Warnai Langkah Johanes Dipa Widjaja & Partners
.jpg)
.jpg)