Pengguna LRT Jabodebek Tembus 13,2 Juta, KAI Genjot Perbaikan Fasilitas Stasiun

GalaPos ID, Jakarta.
Lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek memaksa operator transportasi publik meningkatkan kualitas fasilitas stasiun agar tidak tertinggal dari pertumbuhan penumpang yang terus meningkat.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pengguna, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 10.727.798 pengguna.

13,2 Juta Penumpang dalam 5 Bulan, LRT Jabodebek Benahi Lift dan Eskalator
Penumpang LRT Jabodebek terus bertambah, sementara fasilitas stasiun akhirnya ikut dikejar. Publik tentu berharap lift tidak hanya menjadi pajangan modern dan eskalator tidak sekadar hiasan arsitektur ketika mobilitas warga semakin padat setiap hari. Foto: istimewa

"Saat warga makin memilih transportasi publik, fasilitas stasiun dituntut bekerja lebih keras. Sebab lift yang mati dan eskalator yang mogok tak pernah bisa diajak rapat evaluasi."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Jumlah pengguna LRT Jabodebek naik dari 10,7 juta menjadi 13,2 juta penumpang pada Januari–Mei 2026.
2. KAI melakukan peningkatan fasilitas berupa penerangan, pendingin udara, lift, eskalator, dan perawatan atap di sejumlah stasiun.
3. Pertumbuhan penumpang menuntut kualitas fasilitas dan keselamatan layanan yang terus terjaga agar transportasi publik tetap andal.


Peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung layanan. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik perkotaan, keandalan fasilitas seperti lift, eskalator, penerangan, hingga kenyamanan area stasiun menjadi kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan.

Sebagai respons atas pertumbuhan pengguna tersebut, KAI melakukan serangkaian peningkatan fasilitas di sejumlah stasiun LRT Jabodebek selama 2026. Perbaikan dilakukan melalui optimalisasi sistem penerangan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Pancoran, area masuk dan JPO Stasiun Kuningan, area JPO dan lift Stasiun Rasuna Said, serta penambahan pendingin udara di area concourse Stasiun Dukuh Atas.

Selain peningkatan kenyamanan, KAI juga melakukan peremajaan lift dan eskalator di sejumlah stasiun, antara lain Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1. Program tersebut mencakup penggantian berbagai komponen utama yang dinilai penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan fasilitas yang digunakan ribuan penumpang setiap hari.

Baca juga:
Kasus Hanania Travel: Awkarin Ajukan Penundaan, Polisi Sudah Periksa 140 Saksi

Perawatan korektif waterproofing atap juga dilakukan di seluruh stasiun LRT Jabodebek guna mengantisipasi gangguan fasilitas akibat cuaca dan menjaga kenyamanan pengguna selama beraktivitas di area stasiun.
 
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan fasilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik yang aman dan terintegrasi.

“Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan,” ujar Radhitya, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 22 Juni 2026.

Data operasional menunjukkan rata-rata pengguna harian pada hari kerja meningkat dari sekitar 98 ribu pengguna pada Januari–Mei 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode yang sama tahun 2026. Angka tersebut memperlihatkan semakin pentingnya peran LRT Jabodebek sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat perkotaan.

KAI Genjot Peremajaan Lift dan Eskalator Saat Pengguna LRT Jabodebek Melonjak
KAI melakukan peningkatan fasilitas berupa penerangan, pendingin udara, lift, eskalator, dan perawatan atap di sejumlah stasiun. Pertumbuhan penumpang menuntut kualitas fasilitas dan keselamatan layanan yang terus terjaga agar transportasi publik tetap andal.

 

Namun, peningkatan jumlah pengguna juga menjadi pengingat bahwa kualitas layanan harus tumbuh seiring dengan pertumbuhan penumpang. Dalam transportasi publik modern, keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga dari kemampuan operator menjaga keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, dan keandalan fasilitas secara konsisten.

“LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, tantangan terbesar bukan sekadar menambah jumlah pengguna, melainkan memastikan setiap perjalanan tetap nyaman dan aman ketika volume penumpang terus bertambah. Sebab bagi masyarakat, transportasi publik yang baik bukan hanya soal tiba tepat waktu, tetapi juga tentang fasilitas yang benar-benar berfungsi saat dibutuhkan.

 

 

Baca juga:
Kapal Api Group Tanam 2.500 Mangrove, Targetkan Pemulihan Ekosistem Pesisir

"Jumlah penumpang naik jutaan orang. Pertanyaannya, apakah kenyamanan stasiun ikut naik atau hanya angka statistik yang bertambah?"

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LRTJabodebek #TransportasiPublik #KAI #InfrastrukturPerkotaan #MobilitasMasyarakat

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال