GalaPos ID, Jakarta.
Pimpinan DPR RI mengambil langkah tidak biasa saat menerima audiensi mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Sejumlah pejabat pemerintah dihubungi langsung melalui sambungan komunikasi guna menjawab tuntutan yang disampaikan massa aksi.
"Dialog sudah berlangsung, sambungan telepon sudah tersambung, kini masyarakat menunggu apakah solusi ikut terhubung."
Baca juga:
- Hanania Travel Diduga Gunakan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Sejak 2023
- HMI Bandung Desak Evaluasi MBG dan KDMP, Soroti Penggunaan Anggaran Negara
- Dari Kelas ke Kebun Mini, Anak-anak Yogyakarta Diajak Mengenal Dunia Pertanian
Gala Poin:
1. DPR menghubungi pejabat pemerintah langsung saat audiensi mahasiswa.
2. Kelangkaan BBM subsidi dan tata kelola MBG menjadi fokus pembahasan.
3. Publik menunggu realisasi janji pemerintah yang disampaikan dalam forum tersebut.
Langkah tersebut dilakukan setelah mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temukan di lapangan, mulai dari kelangkaan BBM subsidi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan hukum yang menimpa sejumlah mahasiswa.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengatakan komunikasi langsung dilakukan agar mahasiswa memperoleh jawaban secara terbuka.
"Jadi tadi kita sudah banyak dapat masukkan dari teman-teman mahasiswa. Ada yang dijawab secara langsung, terutama terkait dengan soal MBG. Tadi pak Dasco komunikasi langsung dengan kepala BGN bu Nanik. Dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tatap kelola MBG ini sekitar Rp70 triunan. Dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan sebagainya," ungkap Saan Mustopa, Jumat, 19 Juni 2026.
Terkait kelangkaan BBM subsidi yang menjadi keluhan mahasiswa, DPR juga mengaku telah meminta penjelasan langsung kepada pemerintah.
Baca juga:
CCTV Rekam Aksi Penyerangan Berdarah di Kotabumi Utara, Tiga Korban Luka
Menurut Saan, DPR langsung berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai laporan mahasiswa yang berstatus tersangka maupun yang diamankan saat hendak mengikuti aksi.
"Nah terkait hal-hal tadi ada dari mahasiswa Trisaki yang masih ada 16 ya yang apa statusnya tersangkat tapi belum diproses-proses. Tadi Pak Habiburokhman sudah komunikasi. Insyaallah nanti akan diselesaikan. Termasuk ada 2 dari mahasiswa Mercu buana yang ditahan tadi mau berangkat ke DPR. Itu pun juga sudah dikomunikasikan, selesai ini mudah-mudahan juga mereka semua dilepas," tutur Saan.
Di sisi lain, pimpinan DPR menegaskan bahwa stabilitas ekonomi dan politik menjadi kepentingan bersama yang harus dijaga.
![]() |
| DPR menghubungi pejabat pemerintah langsung saat audiensi mahasiswa. Kelangkaan BBM subsidi dan tata kelola MBG menjadi fokus pembahasan. |
"Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berdampak terhadap banyak faktor. Dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa," pungkas Saan Mustopa.
Meski sejumlah komitmen telah disampaikan dalam audiensi, publik masih menunggu implementasi konkret di lapangan. Bagi masyarakat, keberhasilan dialog bukan diukur dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari tersedianya BBM, terkendalinya harga kebutuhan pokok, dan terselesaikannya persoalan yang diadukan mahasiswa.
Baca juga:
Dugaan Uang Pelicin Cabut Perkara Laka Lantas, Polres Batu Bara Disorot
"Di negeri yang kaya rapat dan koordinasi, publik kini menunggu apakah telepon pejabat bisa lebih cepat dari antrean masalah di lapangan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DPRRI #AksiMahasiswa #BBMSubsidi #MakanBergiziGratis #PolitikIndonesia
.jpg)
.jpg)