GalaPos ID, Semarang.
Upaya rehabilitasi kawasan pesisir kembali dilakukan melalui penanaman 2.500 bibit mangrove di wilayah pesisir Semarang.
Kegiatan yang digelar PT Santos Jaya Abadi, salah satu unit bisnis Kapal Api Group, menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus langkah awal program pelestarian lingkungan yang diklaim akan berlanjut ke sejumlah lokasi lain.
"Krisis iklim tidak mengenal seremoni. Karena itu, publik menunggu hasil nyata, bukan sekadar foto penanaman dan spanduk kegiatan."
Baca juga:
- HMI Bandung Desak Evaluasi MBG dan KDMP, Soroti Penggunaan Anggaran Negara
- GalaPos ID Hadirkan Paket Publikasi Media dan Promosi Digital untuk Bisnis
- Divisi Media Coordinator GalaPos ID
Gala Poin:
1. PT Santos Jaya Abadi, bagian dari Kapal Api Group, menanam 2.500 bibit mangrove di pesisir Semarang sebagai tahap awal program rehabilitasi lingkungan.
2. Program dilakukan bersama Kelompok Tani Mangrove setempat dan diklaim mendukung target SDGs terkait perubahan iklim, ekosistem laut, dan ekosistem daratan.
3. Perusahaan berjanji melakukan pemantauan dan evaluasi berkala karena keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga tingkat pertumbuhan dan keberlanjutannya.
Program penanaman mangrove tersebut dilaksanakan pada 12 Juni 2026 dengan melibatkan Kelompok Tani Mangrove setempat sebagai mitra pelaksana dan pengelola program.
Penanaman tahap pertama ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir yang selama bertahun-tahun menghadapi ancaman abrasi, kerusakan habitat, hingga dampak perubahan iklim.
Deputy Managing Director PT Santos Jaya Abadi, Vincent Mergonoto, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Keberlanjutan bukan hanya menjadi bagian dari strategi bisnis kami, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang kami emban terhadap generasi mendatang. Melalui program penanaman mangrove ini, Kapal Api Group melalui PT Santos Jaya Abadi ingin berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, meningkatkan serapan karbon, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat lokal. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut mengambil bagian dalam upaya pelestarian alam,” ujar Vincent, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Jumat, 19 Juni 2026.
Baca juga:
Publikasi Siaran Pers Rilis Media Nasional: Jangkauan Luas, Efisiensi Tinggi
Meski demikian, keberhasilan program rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Tingkat kelangsungan hidup tanaman, perawatan pascatanam, hingga keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas program konservasi pesisir.
Menyadari hal tersebut, PT Santos Jaya Abadi menyatakan akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan mangrove yang telah ditanam.
Perusahaan juga menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur kontribusi terhadap penyerapan karbon dan pengurangan dampak lingkungan pada masa mendatang.
Program ini direncanakan berlanjut melalui beberapa tahap penanaman berikutnya di berbagai lokasi sehingga manfaat ekologisnya dapat menjangkau lebih banyak wilayah pesisir.
Bagi kawasan pantai, keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat berbagai biota laut, penyerap karbon, serta penyangga keseimbangan ekosistem. Karena itu, keberlanjutan program dan keberhasilan pemeliharaan menjadi indikator utama yang akan menentukan dampak nyata kegiatan tersebut bagi lingkungan dan masyarakat.
Baca juga:
Yuk, Iklan di GalaPos ID
"Menanam mangrove memang mudah. Tantangan sebenarnya adalah memastikan bibit tidak sekadar menjadi angka dalam laporan tahunan perusahaan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KapalApiGroup #Mangrove #LingkunganHidup #Semarang #Sustainability