Khitanan Massal Jadi Sarana Kampanye Keselamatan Penerbangan di Soekarno-Hatta

GalaPos ID, Tangerang.
Keselamatan sekitar 150 ribu penumpang yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta setiap hari tidak hanya bergantung pada teknologi penerbangan dan petugas operasional.
Ancaman dari darat seperti layang-layang, drone, hingga sorotan laser masih menjadi risiko yang dapat mengganggu penerbangan dan membahayakan keselamatan perjalanan udara.

Libur Sekolah Datang, Bandara Soekarno-Hatta Ingatkan Bahaya Drone bagi Penerbangan
Khitanan Ceria 2026 di Bandara Soekarno-Hatta bukan sekadar layanan kesehatan bagi 200 anak. Di balik kegiatan sosial itu, pengelola bandara memanfaatkan momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang ancaman drone, laser, dan layang-layang terhadap keselamatan 1.100 penerbangan setiap hari. Foto: Alfin

 

"Ketika satu drone rekreasi berpotensi mengacaukan jadwal penerbangan, edukasi keselamatan rupanya harus menyasar hingga ke lingkungan tempat anak-anak bermain."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Sebanyak 200 orang tua peserta Khitanan Ceria 2026 mendapat edukasi keselamatan penerbangan.
2. Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 150 ribu penumpang dan 1.100 pergerakan pesawat setiap hari.
3. Drone, layang-layang, dan laser masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan operasional penerbangan.


Atas dasar itu, PT Angkasa Pura Indonesia memanfaatkan program sosial Khitanan Ceria Bersama InJourney Airports 2026 sebagai sarana edukasi keselamatan penerbangan bagi masyarakat sekitar kawasan bandara. Sebanyak 200 orang tua peserta khitanan massal mendapatkan sosialisasi mengenai aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan, terutama selama masa libur sekolah.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan periode liburan sekolah menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kawasan keselamatan operasional penerbangan.

“Karena saat ini adalah periode libur anak sekolah dan kami mengharapkan anak-anak tidak kemudian melakukan kegiatan-kegiatan yang tadi. Permainan-permainan atau layang-layang maupun drone maupun laser. Sehingga itu berdampak pada keselamatan di kawasan keselamatan penerbangan,” terang General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, saat ditemui di Area Parkir Timur Gedung Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 20 Juni 2026.

Baca juga:
Gejala Tiroid Sering Diabaikan, Padahal Bisa Berujung Operasi

Menurut Heru, mayoritas peserta kegiatan merupakan anak-anak usia sekolah dasar. Karena itu, orang tua dipilih sebagai sasaran utama penyampaian informasi mengenai keselamatan penerbangan.
 
“Sehingga kami mengumpulkan dari 200 orang tua yang kami berikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan keselamatan penerbangan,” lanjutnya.

Program Khitanan Ceria 2026 diikuti 200 anak yang berasal dari 20 desa dan kelurahan pada lima kecamatan sekitar kawasan bandara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Bagi pengelola bandara, ancaman terhadap penerbangan tidak selalu berasal dari persoalan teknis. Aktivitas masyarakat yang tampak sederhana juga dapat memicu risiko serius apabila dilakukan di kawasan jalur penerbangan. Satu layang-layang yang tersangkut, satu drone yang memasuki area terlarang, atau satu sorotan laser ke arah kokpit dapat berdampak pada ribuan penumpang yang bepergian setiap hari.

Khitanan Massal di Bandara Soekarno-Hatta, 200 Orang Tua Justru Diedukasi Bahaya Drone dan Layang-Layang
Manajer Dana Mustadhafin, Eko Nugroho, menyebut jumlah penerima manfaat program terus meningkat sejak kolaborasi kedua lembaga berlangsung. Foto: Pikasso

 

Manajer Dana Mustadhafin, Eko Nugroho, mengatakan jumlah penerima manfaat program terus bertambah sejak kolaborasi kedua lembaga berjalan.

“Dana Mustadhafin dipercaya atau diamanahkan oleh pihak Angkasa Pura Indonesia untuk bermitra, berkolaborasi dalam kegiatan Khitanan Ceria 2026. Dan setiap tahun selalu meningkat penerima manfaatnya. Hari ini 200 anak dari 20 desa dan kelurahan serta 5 kamar yang ikut serta menjadi peserta hitam,” kata Eko Nugroho.

Pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini cukup jelas. Keselamatan penerbangan merupakan kepentingan publik yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada operator bandara. Warga yang tinggal di sekitar kawasan operasional penerbangan juga memegang peran penting dalam menjaga keamanan ribuan penerbangan yang melintas setiap hari.

 

 

Baca juga:
Mahasiswa Datangi DPR, Stabilitas Ekonomi dan Kelangkaan BBM Jadi Tuntutan

"Khitanan Ceria 2026 di Bandara Soekarno-Hatta bukan sekadar layanan kesehatan bagi 200 anak. Di balik kegiatan sosial itu, pengelola bandara memanfaatkan momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang ancaman drone, laser, dan layang-layang terhadap keselamatan 1.100 penerbangan setiap hari."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BandaraSoekarnoHatta #KeselamatanPenerbangan #Drone #LayangLayang #AviationSafety

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال