CCTV Rekam Aksi Penyerangan Berdarah di Kotabumi Utara, Tiga Korban Luka

GalaPos ID, Lampung Utara.
Sebuah aksi penyerangan bersenjata tajam yang terekam kamera pengawas (CCTV) menggemparkan warga Dusun Plongkowati, Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara.
Tiga orang harus menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam insiden berdarah yang terjadi pada Rabu, 17 Juni 2026, pada malam hari waktu setempat.

Penyerangan Brutal di Lampung Utara, Tiga Orang Terluka dan Dirawat Intensif
Ketika emosi lebih cepat bergerak daripada akal sehat, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi lokasi pertumpahan darah. Polisi masih mencari motif, tetapi akibatnya sudah nyata: tiga orang terbaring di rumah sakit.

"Di era kamera CCTV merekam hampir setiap sudut kehidupan, masih ada yang memilih menyelesaikan masalah dengan amarah yang berujung luka."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Tiga orang mengalami luka serius setelah terjadi penyerangan menggunakan parang di Desa Madukoro Baru, Lampung Utara.
2. Rekaman CCTV dan penyelidikan awal menunjukkan terduga pelaku datang ke rumah korban sambil membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan.
3. Polisi masih mendalami motif kejadian dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, dan melakukan olah TKP.


Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan permukiman warga dan berlangsung secara terbuka. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki motif di balik penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan sebagian dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan rekaman CCTV, insiden bermula ketika seorang pria berinisial Y mendatangi rumah korban berinisial S dengan membawa senjata tajam jenis parang. Setibanya di lokasi, pria tersebut diduga berteriak sambil mengayunkan parang ke arah pagar besi rumah korban.

Karena tidak mendapat respons, terduga pelaku kemudian membuka paksa pagar dan masuk ke halaman rumah. Sebelum memasuki rumah, pelaku juga diduga merusak kendaraan yang terparkir di lokasi.

Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan fisik di dalam rumah. Dalam perkelahian tersebut, korban S mengalami luka serius di bagian leher dan kepala. Meski mengalami luka berat, korban disebut berusaha melakukan perlawanan untuk menyelamatkan diri.

Baca juga:
Darurat Politik Indonesia? Deklarasi Amsterdam Munculkan Blok Politik Alternatif Baru

Upaya menghentikan aksi kekerasan juga dilakukan oleh istri korban, Jawariyah. Namun, saat mencoba menahan senjata tajam yang digunakan pelaku, ia turut mengalami luka pada tangan kiri. Sementara itu, terduga pelaku juga mengalami luka akibat perlawanan yang dilakukan korban.
 
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres Lampung Utara bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat dan mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi, Rumah Sakit Maria Regina, dan Rumah Sakit Handayani guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan pelaku datang dengan membawa parang dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban.

"Korban mengalami luka di bagian leher sehingga terkapar. Dalam kondisi terluka, korban berusaha melawan hingga menyebabkan pelaku mengalami luka cukup serius. Saat kejadian, istri korban juga berupaya menghalangi sehingga terdapat tiga orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," ujar AKP Ivan Roland, Kamis, 18 Juni 2026.

CCTV Rekam Aksi Penyerangan Berdarah di Kotabumi Utara, Tiga Korban Luka
Rekaman CCTV dan penyelidikan awal menunjukkan terduga pelaku datang ke rumah korban sambil membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan. Polisi masih mendalami motif kejadian dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, dan melakukan olah TKP.

 

Hingga saat ini, polisi masih mendalami latar belakang kejadian tersebut. Motif penyerangan belum dapat dipastikan dan masih menjadi fokus penyelidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara barang bukti yang ditemukan di lokasi telah diamankan untuk kepentingan proses hukum.

Polres Lampung Utara juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan tiga orang mengalami luka serius.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai eskalasi konflik pribadi yang berujung pada kekerasan ekstrem di lingkungan masyarakat. Di tengah meningkatnya akses terhadap berbagai bentuk penyelesaian sengketa secara hukum, penggunaan kekerasan masih menjadi pilihan yang menimbulkan korban dan meninggalkan dampak sosial yang luas bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

 

 

 
Baca juga:
Dari Jakarta untuk Indonesia, Dari SEMMI untuk Persatuan Nasional

"Satu parang, tiga korban, dan satu pertanyaan besar: mengapa sebagian konflik masih diselesaikan dengan kekerasan, bukan dengan hukum?"

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LampungUtara #Lampung #Berita #CCTV #Kriminal

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال