WSKT Pertahankan Direksi Lama, Utang Turun Rp16 Triliun Jadi Ujian Kepercayaan Publik

GalaPos ID, Jakarta.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. memutuskan mempertahankan seluruh jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Keputusan ini diambil saat perusahaan masih menjalani restrukturisasi keuangan besar-besaran di tengah tekanan industri konstruksi nasional dan tingginya utang BUMN karya.

WSKT Pertahankan Direksi Lama, Utang Turun Rp16 Triliun Jadi Ujian Kepercayaan Publik
Utang turun, direksi bertahan, proyek terus berjalan. Di tengah napas panjang restrukturisasi BUMN karya, publik cuma punya satu pertanyaan sederhana: kali ini benar pulih atau sekadar ganti istilah rapat? Foto: Waskita

 

"Direksi tidak diganti, utang mulai menyusut, kontrak baru terus diumumkan. Di negeri proyek abadi, optimisme kadang lebih cepat datang dibanding laba bersih."

Baca juga:

Gala Poin:
1. WSKT memutuskan mempertahankan direksi dan komisaris lama dalam RUPST 2026 untuk melanjutkan restrukturisasi keuangan.
2. Utang perusahaan turun dari Rp84 triliun menjadi Rp67,1 triliun, namun publik masih menanti pemulihan fundamental bisnis secara nyata.
3. Waskita membukukan kontrak baru Rp3,1 triliun pada kuartal I-2026 dengan fokus proyek pemerintah dan skema pembayaran yang lebih aman bagi arus kas.


RUPST yang digelar di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026, menyepakati tidak ada perombakan pengurus. Pemegang saham memilih mempertahankan manajemen lama untuk melanjutkan agenda penyehatan keuangan serta menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan keputusan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah proses restrukturisasi yang masih berlangsung.

"Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis,” pungkas Ermy.

Di tengah keputusan mempertahankan pengurus, publik menyoroti efektivitas restrukturisasi yang dijalankan emiten berkode WSKT tersebut. Hingga akhir 2025, perseroan mengklaim berhasil menurunkan total utang sebesar 20,16 persen menjadi Rp67,1 triliun dari posisi Rp84 triliun pada 2023.

Baca juga:
Senat AS Blokir Dana Keamanan Ballroom Trump, Perang Anggaran Panas

Beban keuangan juga disebut turun menjadi Rp4 triliun, sementara kewajiban pajak jatuh tempo diklaim telah diselesaikan 100 persen.
 
Dari sisi operasional, Waskita mencatat pendapatan usaha sebesar Rp8,82 triliun sepanjang 2025 dengan Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai Rp12,52 triliun.

Memasuki kuartal I-2026, perseroan kembali membukukan kontrak baru senilai Rp3,1 triliun. Kontrak tersebut didominasi proyek pemerintah pusat sebesar 60,2 persen, disusul sektor swasta 17,1 persen, pemerintah daerah 8,9 persen, serta kontribusi anak usaha 13,7 persen.

“Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek investasi dan berfokus pada proyek skema monthly payment serta proyek yang memiliki uang muka,” ujar Ermy di Jakarta, dikutip Senin, 18 Mei 2026.

Strategi selektif itu menjadi penting setelah banyak BUMN karya sebelumnya terjebak proyek besar dengan arus kas berat dan pembiayaan tinggi. Kini, Waskita mencoba menghindari pola lama dengan fokus pada proyek yang dinilai lebih aman bagi likuiditas perusahaan.

Baca juga:
Usai Konflik Wamena, Ribka Haluk: Negara Hadir Kawal Pemulihan Konflik 


Berdasarkan segmentasi pekerjaan, proyek infrastruktur konektivitas mendominasi kontrak baru dengan porsi 46 persen, disusul infrastruktur air 33,9 persen dan gedung sebesar 6,3 persen.

Sejumlah proyek pemerintah yang tengah dikerjakan perseroan antara lain penataan kawasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur, termasuk pembangunan jalan serta jembatan di Kabupaten Aceh Tengah.

Waskita juga memperoleh proyek luar negeri berupa pengembangan Terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (PNLIA) di Timor Leste.

“Pada tahun lalu, perseroan sudah mulai mengerjakan proyek pengembangan PNLIA,” ujarnya.

Dalam 10 tahun terakhir, perseroan mengklaim telah membangun 30 bendungan, 41 jaringan irigasi, 20 fasilitas rumah sakit, 15 sarana pendidikan, 92 ruas jalan tol, serta 19 proyek konektivitas daerah.

“Kami berkomitmen terus mendukung program prioritas Presiden, di antaranya pengentasan kemiskinan ekstrem, pemerataan kesejahteraan, peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong keberhasilan Program Hasil Terbaik Cepat,” ujar Ermy.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pertahankan Direksi, Utang Turun Rp16 Triliun Jadi Senjata Bertahan WSKT
Saat rakyat diminta efisiensi, perusahaan pelat merah memilih mempertahankan pengurus lama sambil membawa kabar utang turun Rp16 triliun. Publik pun bertanya: restrukturisasi atau sekadar bertahan hidup? Foto: Waskita

 

Ia menambahkan perusahaan memastikan pembangunan infrastruktur dijalankan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan penguatan manajemen risiko.

“Waskita Karya juga terus memperkuat manajemen risiko serta mendukung pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal di setiap proyek,” ujarnya.

Optimisme perseroan juga didorong kenaikan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum menjadi Rp118,5 triliun dari pagu indikatif awal 2026 sebesar Rp70,86 triliun. Namun, pasar masih menunggu apakah peningkatan proyek benar-benar mampu memperbaiki fundamental perusahaan atau sekadar memperpanjang siklus utang lama dengan wajah baru.

Dengan hasil RUPST tersebut, posisi Direktur Utama tetap dijabat Muhammad Hanugroho dan Komisaris Utama dijabat Sutrisno.

Baca juga:
Drama Razia Penginapan, Seorang Wanita Sembunyi di Atap Genteng

Susunan Direksi dan Komisaris WSKT Terbaru
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Sutrisno
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Komisaris: Ade Abdul Rochim
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri

Direksi
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Business Strategic, Portfolio, & Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko

 

 




Baca juga:
Marc Klok Bakar Mental Persib, Maung Bandung Tinggal Selangkah Ukir Sejarah

"Utang turun, direksi bertahan, proyek terus berjalan. Di tengah napas panjang restrukturisasi BUMN karya, publik cuma punya satu pertanyaan sederhana: kali ini benar pulih atau sekadar ganti istilah rapat?"

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WSKT #WaskitaKarya #BUMNKarya #RestrukturisasiBUMN #EkonomiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال