Ceker Ayam: Antara Klaim Gizi, Tradisi Konsumsi, dan Catatan Risiko Kesehatan

GalaPos ID, Jakarta.
Hampir semua orang menyukai ayam. Namun, tidak demikian dengan bagian kakinya. Ceker ayam sering dihindari karena dianggap tidak berdaging, tampak kotor, dan kurang menarik.
Padahal, di balik tampilannya, ceker ayam dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Mitos dan Fakta Manfaat Ceker Ayam bagi Tubuh
Calling all CEKER AYAM lovers. IG: maromakan

"Dianggap remeh dan kerap dibuang, ceker ayam justru dipercaya menyimpan banyak manfaat kesehatan. Namun, benarkah aman dikonsumsi rutin, atau hanya mitos yang belum terbukti secara ilmiah?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Manfaat ceker ayam lebih banyak didasarkan pada kandungan nutrisi, bukan penelitian klinis khusus.
2. Ceker ayam mengandung kolagen dan mineral, tetapi juga tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
3. Konsumsi ceker ayam perlu dibatasi dan diimbangi pola makan sehat secara menyeluruh.


Meski demikian, perlu dicatat secara kritis bahwa hingga saat ini belum terdapat penelitian sahih yang secara khusus membuktikan khasiat ceker ayam bagi kesehatan manusia. Klaim manfaatnya lebih banyak didasarkan pada kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, bukan hasil uji klinis langsung.

Ceker ayam mengandung tulang, tendon, dan kulit. Umumnya, bagian yang dikonsumsi adalah tendon dan kulit, sementara tulangnya dibuang. Padahal, tulang ayam menyimpan nutrisi yang sebenarnya dapat dimanfaatkan jika diolah menjadi kaldu. 

Kandungan Nutrisi dan Potensi Manfaat. Berikut sejumlah manfaat ceker ayam yang kerap dikaitkan dengan kandungan gizinya:

1. Menjaga kesehatan kulitCeker ayam dikenal mengandung kolagen dalam jumlah tinggi. Kolagen berperan menjaga elastisitas kulit, membantu regenerasi sel, serta memperkuat struktur tulang dan pembuluh darah. Sebuah penelitian menyebut kadar kolagen pada ceker ayam mirip dengan yang terdapat pada buah-buahan dan sayuran berdaun hijau yang kaya vitamin C.

Baca juga:
Dari Brimob ke Donbass, Kisah Disersi Bripda Muhammad Rio 


2. Menjaga kesehatan gigi dan gusiKandungan kolagen, fosfor, dan kalsium dalam ceker ayam serta kaldunya dipercaya mendukung pembentukan gigi, terutama pada anak-anak. Selain itu, gelatin, asam amino, dan kolagen disebut mampu membantu menjaga kesehatan gusi.

3. Mempercepat penyembuhan lukaAlbumin, kolagen, dan protein dalam ceker ayam dikaitkan dengan percepatan penyembuhan luka serta membantu mengatasi kerusakan sel akibat inflamasi.

4. Memperkuat sistem kekebalan tubuhKolagen, gelatin, vitamin C, serta mineral seperti seng, tembaga, magnesium, kalsium, dan fosfor dipercaya mendukung daya tahan tubuh dan membantu mempercepat pergantian sel rusak akibat infeksi.

5. Menjaga kesehatan tulangKandungan kalsium, protein, kolagen, dan tulang rawan pada ceker ayam dikaitkan dengan pencegahan kerapuhan tulang, terutama pada kelompok lanjut usia yang berisiko osteoporosis.

6. Meredakan stresVitamin B5 atau asam pantotenat dalam ceker ayam dipercaya berperan dalam membantu tubuh menjadi lebih tenang.

10 Manfaat Ceker Ayam (No. 7 Penting dan Tak Terduga)

 

7. Mengurangi risiko serangan jantungVitamin B6 yang terkandung di dalamnya disebut dapat membantu menurunkan kadar homosistein, salah satu faktor risiko penyakit jantung.

8. Meningkatkan hormon testosteronKandungan seng pada ceker ayam dipercaya membantu menjaga kadar hormon testosteron. Setiap porsi disebut mampu memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan seng harian tubuh.

9. Menjaga kesehatan sistem pencernaanKandungan kondroitin, glukosamin, protein, dan kolagen berperan dalam membantu kelancaran pencernaan dan penyerapan nutrisi.

10. Menjaga kesehatan persendianKolagen, kondroitin, glukosamin, lemak sehat, dan cartilage pada ceker ayam berfungsi merawat tulang rawan serta menjaga pelumasan persendian.

Catatan Penting: Lemak Jenuh dan Kolesterol
Di balik berbagai manfaat yang dikaitkan dengannya, publik perlu memahami sisi risikonya. Ceker ayam mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Dalam 100 gram ceker ayam terdapat sekitar 3,9 gram lemak jenuh dan 84 mg kolesterol.

Baca juga:
Emas Rp1 Miliar Kembali, Lima Pembobol Toko Ditangkap di Madiun 


Sementara itu, batas konsumsi lemak jenuh harian dianjurkan tidak lebih dari 30 gram, dan kolesterol maksimal 300 mg per hari. Konsumsi berlebihan berisiko menyumbat aliran darah ke otot jantung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Antara Manfaat dan Kehati-hatian
Ceker ayam bukan makanan ajaib. Klaim manfaatnya perlu disikapi secara rasional dan seimbang.

Mengonsumsinya sesekali sebagai bagian dari pola makan beragam masih dapat diterima, namun menjadikannya konsumsi rutin tanpa memperhatikan porsi dan cara pengolahan justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

 

Baca juga:
Digital Skill for Success Dorong Siswa SMKN 10 Bandung Siap Hadapi Era Digital

"Ceker ayam kerap disebut kaya kolagen dan nutrisi. Artikel ini mengulas manfaat ceker ayam bagi kesehatan sekaligus catatan kritis soal risiko lemak jenuh dan kolesterol yang perlu diwaspadai publik."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GiziMasyarakat #Kesehatan #PolaMakanSeimbang

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال