GalaPos ID, Washington.
Upaya Donald Trump dan Partai Republik untuk mengamankan dana federal bagi proyek ballroom kontroversial di Gedung Putih mendapat pukulan serius setelah parlemen Senat Amerika Serikat menolak ketentuan anggaran tersebut.
Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup warga, perdebatan anggaran justru bergeser ke pengamanan gedung pesta elite yang dianggap simbol pemborosan politik Washington.
![]() |
| Senat Amerika Serikat menolak alokasi dana keamanan tambahan untuk proyek ballroom kontroversial Donald Trump di Gedung Putih. Foto X: WhiteHouse |
''Gedung Putih belum selesai mengurus inflasi, tetapi wacana ballroom 90 ribu kaki persegi sudah lebih dulu minta pengamanan miliaran dolar."
Baca juga:
- Persib di Ambang Hattrick Juara, Igor Tolic: “Kami Selalu Hidup di Menit Akhir”
- Tingkatkan Portofolio Mahasiswa dengan Publikasi KKN
- Maung Bandung Mengaum di Injury Time, Gelar Juara Tinggal Menunggu
Gala Poin:
1. Senat AS menolak ketentuan anggaran keamanan tambahan untuk proyek ballroom Donald Trump di Gedung Putih.
2. Demokrat menilai usulan dana tersebut sebagai pemborosan di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup warga Amerika.
3. Partai Republik masih berupaya merevisi rancangan legislasi agar proyek keamanan ballroom tetap bisa didanai.
Keputusan itu diambil penasihat hukum Senat, Elizabeth MacDonough, yang menyatakan usulan pendanaan keamanan ballroom tidak memenuhi aturan prosedural legislasi Senat.
Putusan yang diumumkan Sabtu malam, 16 Mei 2026 waktu setempat, langsung mengguncang strategi Republik untuk meloloskan paket anggaran keamanan senilai US$1 miliar melalui mekanisme mayoritas sederhana.
Masalahnya, aturan Senat mewajibkan ketentuan semacam itu memperoleh minimal 60 suara. Sementara Partai Republik saat ini hanya menguasai komposisi 53 kursi berbanding 47 milik Demokrat.
Di tengah polarisasi politik Washington yang makin tajam, proyek ballroom Gedung Putih kini berubah dari sekadar proyek pembangunan menjadi simbol pertarungan soal prioritas anggaran negara.
Sengketa bermula dari rencana pembangunan ballroom seluas 90.000 kaki persegi di area East Wing Gedung Putih. Sejak awal, Trump menegaskan biaya konstruksi sekitar US$400 juta berasal dari donasi swasta.
Baca juga:
“Gregah Nusa” di TIM Jakarta, Kraton Jogja Bangkitkan Nasionalisme Lewat Orkestra
Meski demikian, Demokrat menilai usulan tersebut sebagai bentuk pemborosan di tengah tekanan ekonomi domestik dan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik global.
Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyebut keputusan parlemen Senat sebagai kemenangan bagi pembayar pajak.
"Senat Demokrat melakukan perlawanan dan berhasil menggagalkan upaya pertama mereka," ujar Schumer dalam keterangan resminya pada Sabtu malam, sebagaimana dilaporkan The Washington Post dan dikutip ulang oleh The Guardian.
![]() |
| Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup warga, perdebatan anggaran justru bergeser ke pengamanan gedung pesta elite yang dianggap simbol pemborosan politik Washington. |
"Kami akan selalu siap menghadang kembali jika mereka mencoba memasukkannya lagi."
Di sisi lain, Partai Republik belum menyerah. Sejumlah senator dari komite anggaran dilaporkan tengah menyusun ulang rancangan legislasi agar bisa memenuhi koridor aturan Senat.
Jika revisi tersebut gagal, anggaran keamanan khusus ballroom dipastikan dicoret dari paket belanja negara senilai US$72 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk pengamanan perbatasan dan penegakan hukum imigrasi.
Baca juga:
FKS Group dan Pelindo Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Olahan Kedelai
Kontroversi proyek ballroom ini juga meluas ke isu pelestarian sejarah. Sejumlah kelompok konservasi sebelumnya telah menggugat rencana pembongkaran sebagian area historis Gedung Putih.
Namun, pihak administrasi Trump bersikeras fasilitas baru itu dibutuhkan untuk menggantikan tenda luar ruangan sementara yang selama ini digunakan dalam jamuan kenegaraan berskala besar.
Bagi publik Amerika, polemik ini kembali memperlihatkan satu hal lama di Washington: ketika ekonomi rakyat sedang sesak, elite politik tetap bisa menemukan cara untuk berdebat soal gedung pesta dan anggaran pengamannya.
Baca juga:
Bojan Hodak Absen, Persib Datang ke Parepare dengan Skuad Pincang
"Saat rakyat Amerika sibuk menghadapi biaya hidup, Washington justru ribut soal ballroom supermewah. Demokrasi kadang memang penuh prioritas unik."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DonaldTrump #SenatAS #GedungPutih #PolitikAmerika #WashingtonDC

