GalaPos ID, Jakarta.
Kebakaran yang sempat terjadi di sekitar lingkungan SMAN 112 Jakarta menjadi pengingat keras soal minimnya kesiapsiagaan fasilitas keselamatan di sekolah.
Dari peristiwa itu, seorang alumni memilih turun tangan langsung dengan menyalurkan puluhan alat pemadam api ringan (APAR), renovasi fasilitas ibadah, hingga bantuan sarana pendidikan.
![]() |
| Setelah api sempat menyentuh tembok sekolah, bantuan akhirnya datang. Bukan dari proyek besar pemerintah, melainkan dari alumni yang memilih bergerak sebelum rapat koordinasi selesai. Foto: Agus R |
"Saat sekolah negeri sering sibuk menunggu anggaran turun, alumni justru turun tangan lebih cepat. Dari APAR sampai kanopi masjid, publik kembali diingatkan: kadang kepedulian datang bukan dari birokrasi, tetapi dari nostalgia almamater."
Baca juga:
- Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik
- Tingkatkan Portofolio Mahasiswa dengan Publikasi KKN
- Jasa Publikasi Siaran Pers, Solusi Efektif Komunikasi dengan Publik
Gala Poin:
1. Alumni SMAN 112 Jakarta memasang 30 APAR Grande setelah kawasan sekitar sekolah sempat mengalami kebakaran pada 2023.
2. Bantuan juga mencakup renovasi kanopi masjid, pengecatan lapangan, santunan siswa, hingga rencana bantuan drone pendidikan.
3. Program sosial tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan peran alumni dalam menutup kebutuhan fasilitas sekolah yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Bantuan tersebut diprakarsai alumni SMAN 112 Jakarta angkatan 2004 sekaligus pengusaha alat pemadam api, Agung Budhy Hambaka. Program sosial itu diresmikan secara informal di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Pesanggrahan No. 2, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026.
Sebanyak 30 unit APAR merek Grande dipasang di sejumlah titik sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran. Langkah tersebut dilakukan setelah kawasan di sekitar sekolah pernah mengalami kebakaran pada 7 Maret 2023 hingga api dilaporkan sempat mengenai area tembok sekolah.
Kepala SMAN 112 Jakarta, Sukarman, mengatakan bantuan dari alumni telah berlangsung selama sekitar lima bulan terakhir dan mencakup sejumlah pembaruan fasilitas sekolah.
“Kami mendapat bantuan dari alumni tahun 2004, yaitu Pak Agung Budhy Hambaka. Beliau telah membantu kami selama kurang lebih lima bulan terakhir. Bantuan yang diberikan antara lain pengecatan lapangan, pemberian APAR Grande, dan yang terakhir baru selesai adalah renovasi kanopi masjid dengan luas sekitar 210 meter persegi,” jelas Sukarman, Senin, 18 Mei 2026.
Baca juga:
Jarang Ditemui, Ini Khasiat Buah Cermai bagi Kesehatan Khususnya Pria
Menurut Sukarman, keberadaan APAR menjadi kebutuhan penting mengingat Jakarta termasuk wilayah dengan tingkat risiko kebakaran yang tinggi.
“APAR Grande sangat kami perlukan. Jakarta termasuk wilayah yang rawan kebakaran. Bahkan pada tahun 2023, di samping SMA 112 juga pernah terjadi kebakaran dan sempat mengenai area tembok sekolah kami,” kenang Sukarman.
“Oleh karena itu, bantuan APAR Grande ini sangat tepat dan bermanfaat,” pungkasnya.
Di tengah masih terbatasnya fasilitas keselamatan di banyak sekolah, bantuan APAR tersebut dinilai menjadi langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Agung Budhy Hambaka menjelaskan bantuan APAR diberikan karena dirinya memahami pentingnya mitigasi kebakaran di area sekolah.
“Kebetulan saya adalah produsen APAR Grande melalui perusahaan CV Agung Jaya Sejahtera dan PT Grande Sejahtera Indonesia. Jadi saya merasa bantuan APAR Grande sangat cocok untuk diberikan ke sekolah ini,” sebut Agung Budhy Hambaka.
![]() |
| Ketika keselamatan sekolah masih sering dianggap urusan nanti, seorang alumni datang membawa APAR, renovasi masjid, sampai drone. Publik pun bertanya: negara ke mana, alumni yang kerja? Foto: Agus R |
“Kami kemudian memasang APAR Grande di berbagai titik sekolah,” lanjutnya.
Selain memasang APAR, Agung juga melakukan pengecatan lapangan sekolah. Ia sempat berencana membangun lapangan padel, namun rencana itu dibatalkan karena membutuhkan konstruksi khusus.
“Setelah itu saya melihat kondisi lapangan sekolah. Kebetulan saya sedang hobi padel, sehingga sempat terpikir membuat lapangan padel. Namun karena membutuhkan konstruksi khusus, akhirnya diputuskan untuk melakukan pengecatan lapangan saja,” katanya.
Tidak hanya itu, Agung juga merenovasi kanopi Masjid AT-TADZKIR agar mampu menampung lebih banyak jamaah saat salat Jumat dan digunakan sebagai area kegiatan sekolah.
“Kanopi tersebut sekarang tidak hanya menambah kapasitas jamaah masjid, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai area kegiatan sekolah,” terang Agung Hambaka.
Baca juga:
Publikasi Siaran Pers Rilis Media Nasional: Jangkauan Luas, Efisiensi Tinggi
Renovasi kanopi itu dinilai menjawab kebutuhan ruang ibadah siswa dan warga sekolah yang selama ini kerap digunakan untuk berbagai aktivitas keagamaan.
Selain bantuan fasilitas, Agung turut memberikan santunan kepada siswa yatim piatu dan siswa berprestasi. Ia bahkan berencana menambah fasilitas drone setelah melihat adanya sekolah fotografi di lingkungan SMAN 112 Jakarta.
“Selain itu, saya juga melihat adanya sekolah fotografi di sini. Karena saya juga hobi drone, akhirnya saya memberikan bantuan drone untuk siswa. Harapannya fasilitas itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bekal keterampilan (softskill siswa),” ujarnya.
Menurut Agung, kemampuan mengoperasikan drone memiliki peluang besar di dunia kerja modern.
“Saat ini profesi pilot drone sangat dibutuhkan, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Jadi saya berharap siswa memiliki kemampuan tambahan yang berguna untuk masa depan mereka,” katanya.
![]() |
| Dari APAR sampai kanopi masjid, dan santunan, publik kembali diingatkan: kadang kepedulian datang bukan dari birokrasi, tetapi dari nostalgia almamater. Foto: Alfin |
Agung menegaskan seluruh bantuan tersebut diberikan secara pribadi sebagai bentuk balas budi terhadap almamater dan para guru yang pernah membimbingnya.
Di tengah berbagai persoalan fasilitas pendidikan di perkotaan, keterlibatan alumni seperti ini mulai menjadi penyangga tidak resmi bagi sekolah negeri. Publik pun kembali dihadapkan pada ironi lama: saat kebutuhan dasar sekolah bergerak cepat, bantuan sering kali justru datang lebih dulu dari solidaritas alumni dibanding sistem yang seharusnya menopang pendidikan.
Sebagai informasi, APAR Grande merupakan produk proteksi kebakaran dalam negeri yang memproduksi berbagai alat pemadam api ringan dan sistem pemadam otomatis. Produk tersebut disebut telah mengantongi sertifikasi SNI dan ISO 9001:2015.
Baca juga:
Senat AS Blokir Dana Keamanan Ballroom Trump, Perang Anggaran Panas
"Setelah api sempat menyentuh tembok sekolah, bantuan akhirnya datang. Bukan dari proyek besar pemerintah, melainkan dari alumni yang memilih bergerak sebelum rapat koordinasi selesai."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SMAN112Jakarta #APARGrande #KeselamatanSekolah #PendidikanIndonesia #AlumniPeduli
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)