GalaPos ID, Jakarta.
Maraknya narasi sukses instan yang membanjiri media sosial, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru tersandung bukan karena produknya buruk, melainkan akibat kesalahan strategi yang berulang.
![]() |
| Aske Mariska Stefani (kanan), menyebut banyak UMKM gagal bukan karena produknya buruk, tapi karena salah strategi. Kisah DeVaFez membongkar kesalahan paling umum pelaku usaha. Foto: istimewa |
"Banyak UMKM gagal bukan karena produknya buruk, melainkan karena strategi yang keliru. Kisah DeVaFez membuka pola kesalahan yang sering diabaikan pelaku usaha."
Baca juga:
- Cerita DeVaFez: Hampir Bangkrut, Kini Masuk Puluhan Retail Modern
- 2.000 Kasus per Tahun, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital
- 780 Ribu Akun Anak Dihapus TikTok, Komdigi Soroti Celah di Roblox
Gala Poin:
1. Kegagalan UMKM umumnya disebabkan oleh kesalahan strategi, bukan kualitas produk
2. Sistem bisnis, fokus produk, dan ekosistem menjadi kunci pertumbuhan
3. Konsistensi dan proses jangka panjang lebih penting daripada hasil instan
Kisah DeVaFez menjadi potret yang membongkar persoalan tersebut. Pendiri DeVa Kitchen, Aske Mariska Stefani, menegaskan bahwa perjalanan bisnisnya jauh dari kata instan.
“Semua yang sedang saya jalani ini adalah sebuah proses menuju kesuksesan. Hal-hal yang sering disebut sebagai ‘kegagalan’, bagi saya itu bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses yang harus saya lalui,” terang Aske Mariska Stefani dalam podcast, yang dilihat GalaPos ID, Jumat, 17 April 2026.
Pernyataan ini menjadi pintu masuk untuk memahami persoalan mendasar yang kerap dialami UMKM.
Alih-alih sekadar soal produk, akar masalah justru terletak pada cara membangun dan mengelola bisnis.
Tidak Fokus pada Produk Utama
Pada fase awal, DeVaFez sempat menjual beragam produk sekaligus. Strategi ini lazim ditemui di kalangan UMKM yang ingin menjangkau pasar seluas mungkin.
Baca juga:
Atlet Tinju Tapanuli Utara Raih 3 Emas di Kejurda 2026 Meski Dana Minim
Namun, pendekatan tersebut justru melemahkan identitas merek. Perubahan signifikan terjadi ketika bisnis mulai memusatkan perhatian pada satu produk unggulan.
Langkah ini memperkuat positioning di pasar yang semakin kompetitif. Di tengah banjir produk serupa, spesialisasi menjadi pembeda utama.
Mengabaikan Sistem Bisnis
Masalah lain yang kerap terjadi adalah absennya sistem bisnis yang rapi. Banyak UMKM berjalan tanpa pencatatan keuangan yang jelas, tanpa standar operasional, dan tanpa struktur yang terukur.
Aske mengakui kondisi tersebut pernah dialaminya. Perubahan mulai terasa ketika sistem keuangan diterapkan secara disiplin, termasuk mencatat kerugian secara jujur.
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, bukan sekadar bertahan.
Terjebak Motivasi, Minim Mindset
Di tengah maraknya konten motivasi bisnis, banyak pelaku usaha terjebak pada semangat sesaat tanpa perubahan pola pikir.'
![]() |
| Kisah DeVaFez mengungkap kesalahan umum UMKM di Indonesia—dari tidak fokus produk hingga lemahnya sistem bisnis—serta strategi nyata untuk naik kelas dan bertahan. Foto: istimewa |
Ketakutan akan kegagalan menjadi penghambat utama. Namun, pendekatan yang diambil berbeda.
“Kalau kita bilang ‘saya gagal’, energinya juga ikut turun,” sebut Aske.
Alih-alih fokus pada kegagalan, perubahan perspektif menjadi kunci untuk menjaga ketahanan mental dalam menghadapi dinamika usaha.
Berjalan Sendiri Tanpa Ekosistem
Salah satu kritik paling tajam dalam kisah ini adalah kecenderungan UMKM berjalan sendiri.
“UMKM tidak akan bisa berkembang kalau kita berjalan sendiri. Kalau berjalan sendiri, kita hanya akan jalan di tempat.”
Di era digital, kolaborasi dan ekosistem menjadi kebutuhan, bukan pilihan. Tanpa jaringan yang kuat, UMKM rentan stagnan di tengah persaingan yang semakin agresif.
Meremehkan Branding dan Kemasan
Kualitas produk tidak lagi cukup.
Pasar modern menuntut tampilan yang menarik dan profesional.
Transformasi kemasan menjadi salah satu titik balik DeVaFez dalam meningkatkan daya saing, terutama saat masuk ke pasar retail.
Baca juga:
Memahami Arti Warna Kotoran di Telinga Anda
Branding bukan sekadar estetika, melainkan strategi untuk membangun kepercayaan konsumen.
Perempuan dan UMKM: Peran yang Kerap Diabaikan
Di balik dinamika bisnis, ada isu lain yang mencuat: peran perempuan dalam ekonomi.
“Jangan takut memulai. Perempuan juga punya peran penting dalam ekonomi,” harap Aske.
UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi juga ruang pemberdayaan, terutama bagi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga.
Konsistensi Lebih Penting dari Kecepatan
Kisah DeVaFez menantang persepsi populer tentang kesuksesan cepat.
Pertumbuhan bisnis tidak terjadi dalam semalam. Ia dibangun dari proses panjang yang melibatkan kesalahan, evaluasi, dan adaptasi. Dalam konteks ini, konsistensi menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan kecepatan.
Baca juga:
Aktivitas Gudang CPO Ilegal Picu Kekhawatiran Warga Petatal
"Kisah DeVaFez mengungkap kesalahan umum UMKM di Indonesia—dari tidak fokus produk hingga lemahnya sistem bisnis—serta strategi nyata untuk naik kelas dan bertahan di tengah persaingan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #StrategiUMKM #BisnisIndonesia #UMKMNaikKelas #EntrepreneurIndonesia #EkonomiKreatif
.jpeg)
.jpeg)