GalaPos ID, Malang.
Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan satu tiket ke final four Proliga 2026 setelah menundukkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi dalam laga lanjutan putaran kedua di GOR Ken Arok, Malang, Sabtu malam, 7 Februari 2026.
"Tanpa pemain asing, Jakarta Bhayangkara Presisi tetap melaju ke final four Proliga 2026. Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, tetapi juga sinyal kekuatan kedalaman pemain lokal yang patut diuji secara kritis."
Baca juga:
- Misteri Mimpi, Fenomena yang Terjadi Saat Manusia Terlelap
- Telur Mentah vs Telur Matang, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
- Buah Bacang, Potensi Hidrasi Lawan Klaim Netralisir Racun dan Penjaga Otak
Gala Poin:
1. Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan lolos ke final four Proliga 2026 meski tidak menurunkan pemain asing.
2. Kedalaman pemain lokal Bhayangkara menjadi faktor penentu kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi.
3. Medan Falcons Tirta Bhagasasi masih menyisakan peluang tipis ke final four, namun konsistensi dan minim kesalahan menjadi pekerjaan rumah utama.
Kemenangan ini menjadi yang keempat bagi Bhayangkara dari tujuh pertandingan dengan koleksi 13 poin, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di peringkat kedua klasemen sementara.
Secara matematis, posisi tersebut tidak lagi dapat dikejar oleh Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang masih terpuruk di dasar klasemen dengan satu poin dari enam laga.
Menariknya, Bhayangkara Presisi tampil tanpa menurunkan pemain asing. Sejak set pertama, tim asuhan Ridel Toiran langsung mengandalkan kekuatan lokal seperti Rendy Tamamilang, Agil Angga, Arjuna Mahendra, dan Alvin Daniel.
Strategi ini terbukti efektif. Bhayangkara tampil solid dan agresif hingga unggul jauh 15-8. Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang mengandalkan duet Fahri Septian dan Luvi Febrian sempat bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 17-19.
Baca juga:
Aren, Transisi Energi, dan Pencegahan Banjir di Aceh
Namun, ketenangan Bhayangkara menjadi pembeda. Spike keras Rendy Tamamilang menutup set pertama dengan skor 25-20.
Set kedua berlangsung lebih ketat. Falcons sempat membalikkan keadaan menjadi unggul 9-7 lewat performa impresif Fahri Septian. Kejar-kejaran angka terus terjadi hingga kedua tim berbagi skor 24-24.
Setelah drama dua kali deuce, Bhayangkara Presisi kembali menunjukkan kualitas pertahanan blok yang lebih disiplin dan menutup set kedua 27-25.
Dominasi Bhayangkara kembali terlihat di awal set ketiga dengan keunggulan 10-5. Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, mengambil time out saat skor 13-18 untuk mengubah pola serangan agar lebih variatif.
Instruksi tersebut sempat membuahkan hasil. Falcons berhasil menyamakan kedudukan menjadi 24-24 dan memaksakan deuce. Namun, untuk ketiga kalinya, Bhayangkara Presisi menunjukkan ketenangan dalam momen krusial.
Mereka menutup set ketiga dengan skor 26-24, sekaligus menggagalkan ambisi Medan Falcons Tirta Bhagasasi meraih kemenangan perdananya di putaran kedua.
Usai laga, pelatih Bhayangkara Presisi Ridel Toiran menegaskan keputusan tidak memainkan pemain asing sudah direncanakan sejak awal.
"Kita mencoba pemain lokal. Di babak reguler ini saya mencoba semua pemain. Kalau sudah final four kita tidak mencoba lagi," kata Toiran.
Sementara itu, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi Ariyanto mengakui peluang timnya ke final four masih terbuka, meski sangat berat.
"Tapi berat meskipun kami punya peluang," ujarnya.
Ia juga menilai timnya terlalu sering melakukan kesalahan sendiri saat menghadapi juara bertahan, yang akhirnya berujung pada kekalahan.
Baca juga:
Negara vs Pasar Bebas, Agenda Ekonomi PKB Dukung Prabowo
"Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan tiket final four Proliga 2026 usai mengalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi tanpa pemain asing. Strategi rotasi pemain lokal jadi sorotan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Proliga2026 #VoliIndonesia #BhayangkaraPresisi
.jpeg)
.jpeg)