GalaPos ID, Sidrap.
Desa Kalosi, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, masih menghadapi tantangan klasik dalam pengembangan usaha desa: minimnya identitas visual dan lemahnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Kondisi ini berpotensi menghambat daya saing UMKM, BUMDes, dan Kelompok Desa Maju Produktif (KDMP) di tengah arus ekonomi digital yang semakin kompetitif.
"Tuntutan digitalisasi ekonomi desa, masih banyak UMKM yang berjalan tanpa identitas dan strategi promosi. Di Desa Kalosi, seorang mahasiswa KKN mencoba menutup celah itu—dengan logo sederhana dan video TikTok."
Baca juga:
- Nila Yani Tegaskan AI Harus Berpihak pada Nelayan Pesisir
- Buat Blog Gratis, Mudah dan Bisa Hasilkan Uang
- Ayam AK-79, Inovasi Anak Muda Lampung di Tengah Wabah Unggas
Gala Poin:
1. Banyak UMKM Desa Kalosi belum memiliki identitas visual dan strategi pemasaran digital yang memadai.
2. Mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin menginisiasi program desain logo dan promosi melalui TikTok serta Facebook.
3. Program ini didukung pemerintah desa dan diharapkan mendorong daya saing serta ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Menjawab persoalan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Universitas Hasanuddin, Dian Nuraini, melaksanakan program kerja bertema Penguatan Identitas UMKM, BUMDes, dan KDMP melalui Desain Logo serta Pemasaran Digital menggunakan TikTok dan Facebook di Desa Kalosi.
Program ini dirancang sebagai kontribusi langsung mahasiswa dalam mendukung usaha desa agar lebih dikenal luas dan mampu bertahan di era digital.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, sejumlah pelaku usaha di Desa Kalosi diketahui belum memiliki identitas visual usaha, seperti logo, serta belum memanfaatkan media sosial secara optimal untuk kegiatan pemasaran.
Padahal, identitas usaha dan promosi digital menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
Baca juga:
Detik-Detik Istri Nyaris Tertimpa Longsor di Cirebon
Sekretaris Desa Kalosi Baharuddin menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan riil pelaku usaha desa.
“Selama ini, banyak usaha di desa yang belum memiliki identitas yang jelas. Padahal, identitas usaha dan promosi melalui media sosial sangat penting agar produk dan layanan desa bisa lebih dikenal masyarakat luas,” ujar Baharuddin.
Dalam pelaksanaannya, Dian Nuraini melakukan pendataan usaha, diskusi kebutuhan identitas, pembuatan desain logo sederhana, serta pendampingan pembuatan video promosi yang disesuaikan dengan platform TikTok dan Facebook.
Pendekatan ini dipilih agar pelaku usaha tidak hanya menerima hasil jadi, tetapi juga memahami proses dan manfaatnya.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak dimaksudkan sebagai kegiatan sesaat.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, UMKM, BUMDes, dan KDMP di Desa Kalosi bisa memiliki identitas yang lebih jelas dan mulai aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya,” tutur Dian Nuraini, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Rabu, 4 Februari 2026.
Program kerja tersebut dilaksanakan selama masa KKN 115 Universitas Hasanuddin dan mendapat dukungan dari pemerintah desa serta pelaku usaha setempat.
Meski skalanya terbatas, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan daya saing usaha desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Kalosi secara berkelanjutan.
Baca juga:
Sidang RUKN Ungkap Dampak PLTU terhadap Ekonomi dan Kesehatan Publik
"Mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin mendorong penguatan identitas dan pemasaran digital UMKM Desa Kalosi melalui desain logo serta pemanfaatan TikTok dan Facebook guna meningkatkan daya saing ekonomi desa."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #UMKMDesa #DigitalisasiDesa
.jpeg)

.jpeg)