Detik-Detik Istri Nyaris Tertimpa Longsor di Cirebon

GalaPos ID, Cirebon.
Musibah longsor dari bukit setinggi lebih dari 10 meter menghantam rumah seorang pedagang es doger di Blok Pakuwon, Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Peristiwa ini nyaris menimpa istri pemilik rumah yang sedang salat di dekat lokasi longsoran.

Tebing Labil Tergerus Hujan, Warga Cirebon Trauma
Hujan deras belum berhenti, tebing runtuh, dapur jebol, dan sebuah keluarga nyaris kehilangan nyawa di Kabupaten Cirebon.

"Satu langkah terlambat, satu dinding runtuh, dan nyawa hampir melayang saat longsor menerjang rumah warga."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Longsor nyaris menelan korban jiwa saat hujan deras melanda Cirebon.
2. Rumah warga rusak berat, keluarga korban terpaksa mengungsi.
3. Ancaman longsor susulan masih tinggi akibat tanah labil.


Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan masih menumpuk di bagian belakang rumah Rosidi (58). Dinding dapur setinggi sekitar tiga meter jebol, sementara sejumlah perabot rumah tangga dan barang elektronik rusak parah dan tak dapat digunakan.

Tembok penahan tebing tepat di belakang rumah Rosidi ambrol. Bebatuan berukuran besar turut menghantam dan menghancurkan bagian rumah. Beberapa tetangga dan sanak saudara memadati lokasi untuk membantu menyelamatkan perabot yang masih bisa digunakan.

Rosidi menceritakan, musibah longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam pada Senin siang, 2 Februari 2026.

Baca juga:
5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Demi Cegah Jerawat


Saat kejadian, dirinya sedang membuat saluran air di samping rumah dan terkejut mendengar suara benturan keras.

“Kaget dan benar-benar panik, saya langsung lari ke dalam rumah caru istri saya. Dia lagi shalat di dekat dapur yang ambruk, nyaris tertimpa,tapi beruntung longsoran tidak sampai menimpa nya,” kata Rosidi dengan suara berat, Selasa, 3 Februari 2026, pagi hari waktu setempat.

Akibat kejadian tersebut, Rosidi yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang es doger keliling terpaksa menghentikan aktivitasnya. Ia bersama istri dan anaknya kini mengungsi ke rumah saudara karena khawatir terjadi longsor susulan.

Tanah Tebing Labil dan Respons Pemerintah Desa
Kepala Desa Gumulung Tonggoh, Agus Saefudin, menerangkan hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama longsor.

Nyaris Tertimpa Longsor, Keluarga Rosidi Mengungsi
Pemilik rumah, Rosidi, mengaku saat kejadian dirinya tengah membersihkan saluran air, sementara istrinya sedang melaksanakan salat Ashar di area belakang rumah. Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri.

 

Tanah di tebing belakang rumah menjadi labil karena diguyur hujan deras sejak beberapa hari terakhir.

“Debit air hujan sangat deras. Kondisi tanah di tebing menjadi labil dan terbawa arus hingga menimpa rumah pak Rosidi,” kata Agus saat mengunjungi lokasi.

Menurutnya, hujan pada hari kejadian turun sejak pukul 12.00 WIB hingga malam hari. Pemerintah desa bersama warga telah melakukan kerja bakti untuk menahan material longsor secara darurat dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon untuk penanganan lanjutan.

Warga sekitar diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah di kawasan tersebut masih rawan pergerakan.

 

 

Baca juga:
Insomnia Bukan Sekadar Stres, Bisa Karena Makanan

"Longsor di Desa Gumulung Tonggoh, Cirebon, nyaris menimpa istri pemilik rumah yang sedang salat. Peristiwa ini kembali mengingatkan ancaman permukiman di bawah tebing labil."

#Longsor #Cirebon #Hidrometeorologi #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال