Ayam AK-79, Inovasi Anak Muda Lampung di Tengah Wabah Unggas

GalaPos ID, Lampung.
Di tengah maraknya wabah penyakit ayam yang melanda berbagai daerah di Indonesia, seorang pemuda asal Kabupaten Lampung Selatan berhasil menciptakan varietas ayam kampung unggulan hasil perkawinan silang.
Ayam tersebut diberi nama AK-79, hasil persilangan ayam kampung lokal dengan indukan ayam dari Eropa dan Asia, yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Ayam AK-79, Varietas Tahan Penyakit Karya Remaja Belia

"Di saat wabah penyakit unggas masih menghantui peternak, seorang pemuda 22 tahun dari Lampung Selatan justru datang membawa solusi."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pemuda Lampung Selatan menciptakan ayam kampung unggul tahan penyakit.
2. Ayam AK-79 tumbuh cepat dan diminati peternak.
3. Inovasi dikembangkan melalui riset mandiri dan konsep ramah lingkungan.


Inovasi ini dilakukan oleh Mahdika Murtopo (22), warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Mahdika bereksperimen menciptakan ayam kampung unggul yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding ayam kampung pada umumnya.

Proses perkawinan silang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya menghasilkan ayam AK-79 yang dinilai stabil dan layak dikembangkan.

“Awalnya saya ingin menciptakan ayam kampung yang kuat, tahan penyakit, dan cocok dengan kondisi iklim Indonesia. Dari situ saya mencoba menyilangkan ayam lokal dengan indukan dari Eropa dan Asia,” ujar Mahdika Murtopo, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Mahdika menjelaskan, ayam AK-79 memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih tahan terhadap serangan penyakit serta mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca.

Baca juga:
Kinerja Kopi Kenangan Moncer 2025, Sinyal Kuat IPO BEI 


Selain itu, pertumbuhan ayam ini tergolong cepat. Dalam waktu sekitar 60 hari, ayam AK-79 sudah dapat dikonsumsi dengan bobot rata-rata mencapai 1,2 kilogram.

Keunggulan tersebut membuat telur dan bibit ayam AK-79 kini banyak diburu oleh para peternak.

“Banyak peternak tertarik karena pertumbuhannya cepat dan risikonya lebih kecil. Sekarang justru saya kewalahan memenuhi permintaan bibit dan telur tetas,” kata Mahdika.

Riset Mandiri Sejak Mahasiswa dan Dukungan Keluarga
Mahdika yang merupakan mahasiswa semester tujuh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya mengaku telah melakukan riset sejak tahun 2021.

Awalnya, penelitian tersebut hanya dilakukan sebagai bentuk ketertarikan pribadi terhadap dunia peternakan. Seiring keberhasilan AK-79, Mahdika bertekad mengembangkan inovasi ini menjadi usaha yang lebih serius dan berkelanjutan.

Dari Lampung Selatan, Ayam AK-79 Jadi Harapan Peternak

Ia juga menerapkan konsep peternakan ramah lingkungan dengan memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk.

“Kotoran ayam saya manfaatkan kembali sebagai pupuk, jadi tidak terbuang percuma dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujarnya.

Dukungan keluarga turut menguatkan langkah Mahdika. Ayahnya yang berprofesi sebagai hakim tindak pidana korupsi di Pengadilan Tinggi Banten disebut memberikan dukungan penuh terhadap inovasi yang dikembangkan.

Keluarga berharap ayam AK-79 dapat membantu peternak kecil mengurangi risiko beternak ayam di tengah ancaman wabah penyakit.

 

 

Baca juga:
Nyaris Timpa Istri, Ancaman Longsor di Balik Permukiman Warga Cirebon

"Pemuda asal Lampung Selatan menciptakan ayam AK-79, varietas ayam kampung hasil persilangan yang tahan penyakit dan tumbuh cepat. Inovasi ini diminati peternak di tengah tingginya risiko wabah unggas."

#AyamAK79 #Peternakan #PemudaLampung #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال