GalaPosID, Bogor.
Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus berpijak pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat kecil, khususnya nelayan tradisional di wilayah pesisir.
"Ketika kecerdasan buatan digadang-gadang sebagai solusi masa depan pangan, pertanyaan paling mendasar justru muncul dari pesisir: apakah AI akan membebaskan nelayan kecil, atau malah memperlebar jurang ketimpangan?"
Baca juga:
- Buat Blog Gratis, Mudah dan Bisa Hasilkan Uang
- Ayam AK-79, Inovasi Anak Muda Lampung di Tengah Wabah Unggas
- Detik-Detik Istri Nyaris Tertimpa Longsor di Cirebon
Gala Poin:
1. AI perikanan harus berpihak pada nelayan kecil, bukan sekadar inovasi teknologi.
2. Nelayan pesisir masih menghadapi ketidakpastian cuaca, biaya tinggi, dan minim akses teknologi.
3. DPR menegaskan teknologi adalah alat perjuangan rakyat, bukan tujuan akhir pembangunan.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke IPB University, dalam rangka pembahasan implementasi AI untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang juga masuk dalam sepuluh quick wins Pemerintah saat ini.
Di tengah narasi besar transformasi digital, Nila Yani menyoroti kondisi riil ribuan nelayan kecil yang hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian. Cuaca ekstrem, tingginya biaya operasional melaut, hingga fluktuasi hasil tangkapan menjadi persoalan sehari-hari yang sering luput dari perencanaan teknologi nasional.
“Bagi kami di PDI Perjuangan, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat perjuangan. Artificial Intelligence harus hadir sebagai alat pembebasan rakyat, bukan justru menciptakan kesenjangan baru yang menjauhkan nelayan kecil dari kesejahteraan,” tegas Nila Yani, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga:
Sidang RUKN Ungkap Dampak PLTU terhadap Ekonomi dan Kesehatan Publik
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan yang memiliki kawasan pesisir luas, Nila Yani menyebut ribuan nelayan kecil menggantungkan hidup sepenuhnya pada laut. Kondisi tersebut membuat isu AI perikanan tidak bisa dipandang sebatas inovasi teknis, melainkan persoalan keadilan sosial.
“Di daerah pemilihan saya terdapat kawasan pesisir yang luas, dengan ribuan nelayan kecil yang setiap hari hidup dari laut dan berhadapan dengan ketidakpastian cuaca, tingginya biaya operasional, serta fluktuasi hasil tangkapan. Karena itu, ketika kita berbicara Artificial Intelligence, fokus saya jelas: sektor perikanan dan dampaknya bagi nelayan kecil. Pertanyaannya sederhana, teknologi AI perikanan baik e-logbook, fish technology, maupun inovasi lainnya.”
Menurut Nila Yani, pembahasan AI tidak boleh berhenti pada kecanggihan algoritma atau sistem digital. Ukurannya harus jelas: apakah teknologi tersebut membuat nelayan lebih aman melaut, lebih efisien bekerja, dan lebih berdaulat atas hidupnya sendiri.
Ia mengingatkan, tanpa keberpihakan yang tegas, AI justru berpotensi menjadi instrumen baru yang memperkuat dominasi pemodal besar, sementara nelayan kecil kembali tertinggal di pinggir transformasi.
Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menilai keberhasilan penerapan kecerdasan buatan di sektor perikanan tidak dapat diukur dari kecanggihan teknologi semata, melainkan dari dampaknya langsung terhadap kehidupan nelayan kecil.
![]() |
| Nila Yani Hardiyanti mendorong pengembangan AI perikanan yang sederhana, adil, dan berdampak langsung bagi nelayan kecil demi ketahanan pangan nasional. |
Hal itu ia sampaikan dalam Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI ke IPB University, saat membahas implementasi AI untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurut Nila Yani, Indonesia perlu belajar dari praktik negara lain seperti Jepang, yang memanfaatkan AI untuk membantu nelayan memprediksi pergerakan ikan berdasarkan data suhu laut, arus, dan histori tangkapan.
Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi sederhana yang mudah dipahami dan langsung digunakan nelayan.
Baca juga:
Gentengisasi Nasional dan Risiko Salah Desain Kebijakan
"Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti menegaskan pengembangan AI perikanan harus berpihak pada nelayan kecil dan menjadi alat pembebasan rakyat, bukan sumber ketimpangan baru."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AIUntukRakyat #NelayanKecil #TeknologiBerkeadilan
.jpeg)

.jpeg)