GalaPos ID, Jakarta.
Inggris memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026™ dengan status unggulan dan ekspektasi publik yang kembali melambung. Three Lions akan tampil di putaran final untuk ke-17 kalinya, sekaligus yang kedelapan secara beruntun, dalam turnamen bersejarah yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
"Enam puluh tahun penantian, satu misi besar. Di bawah komando Thomas Tuchel, Inggris kembali menatap Piala Dunia dengan keyakinan dan tekanan yang sama besarnya: juara atau kembali jadi cerita nyaris."
Baca juga:
- BBTN Menguat 5,6 Persen, Didukung Dana Asing dan FLPP
- Saham BREN Dibeli Prajogo Pangestu Saat Pasar Melemah
- Evakuasi Korban ATR 42-500 Terhambat Cuaca Ekstrem Bulusaraung
Gala Poin:
1. Inggris lolos ke Piala Dunia 2026 dengan performa dominan dan tanpa kebobolan.
2. Thomas Tuchel membawa pendekatan baru, tetapi juga tekanan besar untuk juara.
3. Sejarah kegagalan di laga krusial masih menjadi tantangan utama Three Lions.
Namun, kelolosan meyakinkan itu tidak serta-merta meredam skeptisisme publik. Inggris masih membawa beban sejarah: 60 tahun tanpa gelar juara dunia sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 1966.
Di tengah kekuatan generasi emas yang silih berganti, kegagalan demi kegagalan tetap menjadi bayang-bayang yang sulit dihapus.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menunjuk Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala pada Oktober 2024, menggantikan Gareth Southgate. Meski diumumkan lebih awal, pelatih asal Jerman tersebut baru resmi memulai tugasnya pada Januari 2025.
Tuchel mencatat sejarah sebagai pelatih asing ketiga yang menangani Three Lions. Rekam jejaknya di level klub bersama Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Chelsea, hingga Bayern Munich menjadi alasan utama FA menggantungkan harapan besar. Namun, pengalaman tersebut juga membawa ekspektasi tanpa toleransi: hasil instan di level tim nasional.
Baca juga:
Tebing Ekstrem Bulusaraung, Tantangan Berat Evakuasi Korban ATR
Proses kualifikasi menjadi sinyal awal optimisme. Inggris tampil dominan sebagai negara Eropa pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025, dengan dua laga tersisa. Enam pertandingan pembuka disapu bersih tanpa kebobolan, sebuah catatan defensif yang jarang terlihat dalam sejarah modern Inggris.
Inggris akan memulai petualangan mereka di Amerika Utara dengan jadwal yang menuntut konsistensi sejak laga pertama:
- 17 Juni: Inggris vs Kroasia – Dallas Stadium
- 23 Juni: Inggris vs Ghana – Boston Stadium
- 27 Juni: Panama vs Inggris – New York New Jersey Stadium
Di atas kertas, Inggris diunggulkan. Namun, pengalaman pahit masa lalu menunjukkan bahwa status favorit kerap menjadi beban, bukan keuntungan.
Baca juga:
Ceker Ayam: Antara Klaim Gizi, Tradisi Konsumsi, dan Catatan Risiko Kesehatan
Inggris terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966 di bawah asuhan Alf Ramsey. Tim berjuluk Wingless Wonders itu mengandalkan figur legendaris seperti Bobby Charlton, Bobby Moore, dan Gordon Banks. Final melawan Jerman Barat di Wembley menjadi momen ikonik ketika Geoff Hurst mencetak hat-trick pertama dalam sejarah final Piala Dunia, disaksikan lebih dari 96.000 penonton.
Sebaliknya, sejarah terkini justru lebih sering menghadirkan luka. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Inggris kembali tersingkir di perempat final usai kalah 1-2 dari Prancis. Harry Kane sempat menyamakan kedudukan lewat penalti setelah gol pembuka Aurelien Tchouameni.
Namun, Olivier Giroud membawa Prancis kembali unggul. Kesempatan emas hadir di menit akhir melalui penalti kedua Kane, yang sayangnya melambung di atas mistar gawang.
Momen tersebut menjadi simbol kegagalan Inggris dalam laga-laga penentuan, sekaligus mempertegas bahwa masalah Three Lions bukan pada kualitas, melainkan mental juara.
Baca juga:
10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi
Sejarah mencatat sejumlah pencapaian yang menunjukkan potensi Inggris di panggung dunia:
- Pencetak gol terbanyak: Gary Lineker (10 gol: 6 di Meksiko 1986, 4 di Italia 1990). Harry Kane menyusul dengan 8 gol.
- Penampilan terbanyak: Peter Shilton dengan 17 penampilan di putaran final, terakhir tampil pada usia 40 tahun di 1990.
- Kemenangan terbesar: Inggris 6-1 Panama pada Piala Dunia Rusia 2018.
Statistik tersebut memperlihatkan konsistensi, namun juga menegaskan ironi: prestasi individu dan kemenangan besar belum pernah cukup untuk membawa pulang trofi.
Dengan skuad matang yang dipimpin Harry Kane dan pendekatan taktis Thomas Tuchel yang dikenal pragmatis, publik Inggris kembali mengumandangkan slogan lama, “Football’s Coming Home.” Pertanyaannya kini bukan soal harapan, melainkan apakah Amerika Utara akan menjadi saksi sejarah baru, atau sekadar menambah daftar panjang kegagalan Inggris di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Baca juga:
Ketika Kesehatan dan Bisnis Menjadi Dua Sisi Uang di 2026
"Inggris lolos ke Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna. Di bawah Thomas Tuchel, Three Lions memburu gelar pertama sejak 1966. Mampukah Harry Kane cs mematahkan kutukan 60 tahun?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PialaDunia2026 #TimnasInggris #ThomasTuchel
