BBTN Menguat 5,6 Persen, Didukung Dana Asing dan FLPP

GalaPos ID, Jakarta.
Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat kenaikan signifikan sebesar 5,60 persen dalam sepekan terakhir.
Pergerakan ini menandai keberhasilan saham BBTN keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung sekitar satu bulan dan membawa harga ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Saham BBTN melonjak lebih dari 5 persen dalam sepekan didorong akumulasi asing, rebranding produk, dan kepastian subsidi KPR FLPP 2026. Foto: BTN

 

"Lonjakan saham BBTN bukan sekadar euforia sesaat. Di balik breakout harga, terdapat arus dana asing, strategi bisnis, dan dukungan kebijakan yang patut dicermati investor publik."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Saham BBTN naik 5,60 persen dan menembus fase konsolidasi.
2. Investor asing mencatat net buy Rp27,8 miliar dalam sepekan.
3. Dukungan datang dari rebranding, subsidi FLPP, dan penguatan pendanaan.


Pada perdagangan sesi I Senin, 19 Januari 2026, pukul 10.52 WIB, harga saham BBTN berada di level Rp1.225 atau naik 0,41 persen. Pada pembukaan perdagangan, saham ini sempat bergerak di level Rp1.220 per saham.

Sepanjang pekan lalu, BBTN bergerak dalam rentang lebar antara Rp1.150 hingga Rp1.245. Volatilitas tinggi tersebut disertai lonjakan volume transaksi, yang mengindikasikan adanya akumulasi kuat serta pergeseran sentimen pasar menjadi lebih positif.

Data transaksi menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata volume perdagangan dan nilai transaksi melonjak lebih dari 100 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya. Investor asing juga mencatatkan net buy sebesar Rp27,8 miliar dalam sepekan, dengan aliran terbesar terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, senilai Rp10 miliar dan Rabu, 14 Januari 2026, sebesar Rp14,7 miliar.

Baca juga:
10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi

Pada perdagangan Rabu, saham BBTN berhasil menembus level resisten 1.175 dengan diiringi lonjakan volume dan net buy. Harga kemudian terus menguat hingga menyentuh Rp1.220 per saham. Secara kumulatif sejak awal tahun, total aliran dana asing ke saham BBTN telah mencapai Rp51,26 miliar.

Kinerja tersebut sejalan dengan penguatan pasar secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,55 persen, indeks LQ45 menguat 2,47 persen, dan indeks sektor keuangan (IDX Finance) meningkat 1,02 persen dalam periode yang sama.

Sejumlah momentum fundamental turut menopang pergerakan saham BBTN. Di antaranya rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos yang menargetkan perolehan dana murah (CASA) sebesar Rp5 triliun dalam satu tahun. Strategi ini memanfaatkan hampir 3.000 kantor pos serta transaksi digital melalui aplikasi Bale by BTN, dengan fokus pada segmen Gen Z dan wilayah 3T.

Dari sisi kebijakan, pemerintah memastikan keberlanjutan program KPR Sejahtera FLPP pada 2026. Subsidi uang muka sebesar Rp4 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dipertahankan, sementara harga rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dan masih mengacu pada batas maksimal 2024 sesuai zonasi.

BBTN Menguat 5,6 Persen, Didukung Dana Asing dan FLPP

 

Katalis positif lainnya berasal dari sisi pendanaan. BTN menghimpun dana Rp2,3 triliun melalui penerbitan dua obligasi pada Desember 2025. Dana bersih Rp2,28 triliun telah terserap sepenuhnya hingga 31 Desember 2025, dengan alokasi Rp294,80 miliar untuk proyek sosial dan perumahan terjangkau serta Rp1,99 triliun untuk penguatan permodalan dan ekspansi kredit.

Meski demikian, investor publik tetap dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara optimisme teknikal dan kehati-hatian terhadap dinamika makroekonomi serta sektor properti ke depan.

 

Baca juga:
Ketika Kesehatan dan Bisnis Menjadi Dua Sisi Uang di 2026

"Saham BBTN melonjak lebih dari 5 persen dalam sepekan didorong akumulasi asing, rebranding produk, dan kepastian subsidi KPR FLPP 2026."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Saham #BBTN #Perbankan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال