GalaPos ID, Jakarta.
Konglomerat Prajogo Pangestu terpantau kembali melakukan aksi pembelian saham pada emiten yang dikendalikannya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), di tengah pergerakan harga saham yang melemah di pasar.
"Di tengah tekanan harga saham, langkah konglomerat Prajogo Pangestu kembali memborong saham Barito Renewables Energy (BREN) memunculkan pertanyaan: sinyal kepercayaan jangka panjang atau sekadar manuver investasi personal?"
Baca juga:
Evakuasi Korban ATR 42-500 Terhambat Cuaca Ekstrem Bulusaraung
Tebing Ekstrem Bulusaraung, Tantangan Berat Evakuasi Korban ATR
Ceker Ayam: Antara Klaim Gizi, Tradisi Konsumsi, dan Catatan Risiko Kesehatan
Gala Poin:
1. Prajogo Pangestu membeli 1 juta saham BREN senilai hingga Rp9,67 miliar.
2. Kepemilikan saham meningkat menjadi 0,105 persen.
3. Harga saham BREN justru melemah usai aksi pembelian.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Januari 2026, Prajogo membeli sebanyak 1 juta saham BREN pada 15 Januari 2026. Pembelian tersebut dilakukan melalui tujuh transaksi dengan rentang harga Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham.
Dengan transaksi ini, dana yang dikeluarkan diperkirakan berada pada kisaran Rp9,52 miliar hingga Rp9,67 miliar.
“Transaksi ini untuk tujuan investasi pribadi,” tulis dia dalam keterbukaan informasi, Senin, 19 Januari 2026.
Aksi tersebut menambah kepemilikan saham Prajogo di BREN dari sebelumnya 139.789.700 saham atau setara 0,104 persen menjadi 140.789.700 saham atau sekitar 0,105 persen.
Baca juga:
10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi
Langkah ini bukan yang pertama dalam bulan Januari. Pada 13 Januari 2026, Prajogo tercatat telah membeli 1.330.000 saham BREN dengan harga berkisar Rp8.825 hingga Rp9.025 per saham. Rangkaian aksi beli ini memperlihatkan konsistensi akumulasi di tengah volatilitas pasar.
Namun, pasar justru merespons dengan kehati-hatian. Pada awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026, harga saham BREN terpantau melemah 2,06 persen ke level Rp9.500 per saham.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi di kalangan investor publik. Di satu sisi, aksi beli pemilik pengendali sering dibaca sebagai sinyal keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Di sisi lain, pasar masih mencermati faktor fundamental dan sentimen eksternal sektor energi terbarukan yang turut memengaruhi pergerakan harga.
Bagi investor ritel, langkah Prajogo Pangestu menjadi pengingat bahwa keputusan investasi pemegang saham pengendali tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga jangka pendek di pasar terbuka.
| Di Tengah Harga Melemah, Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham BREN. |
Prajogo Pangestu kembali menunjukkan kepercayaan pada sektor energi terbarukan dengan membeli saham BREN hampir Rp10 miliar di tengah penurunan harga. Aksi ini memperkuat kepemilikannya dan menarik perhatian pasar terhadap prospek bisnis BREN ke depan.
Baca juga:
Ketika Kesehatan dan Bisnis Menjadi Dua Sisi Uang di 2026
"Prajogo Pangestu kembali membeli saham BREN senilai hampir Rp10 miliar di tengah pelemahan harga. Aksi ini menambah porsi kepemilikannya sekaligus menjadi sorotan pasar energi terbarukan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Saham #EnergiTerbarukan #BREN
.jpg)