GalaPos ID, Jakarta.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan persetujuannya terhadap usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait normalisasi sungai skala besar sebagai langkah strategis mengatasi pendangkalan sungai dan memperkuat mitigasi bencana. TNI, gubernur, serta ahli teknik diinstruksikan untuk mempercepat mitigasi bencana dan menghadapi cuaca ekstrem.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden) |
"Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan pendangkalan sungai, Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau pada proyek normalisasi sungai skala besar, sebuah kebijakan yang berpotensi mengubah lanskap mitigasi bencana nasional."
Baca juga:
- Prabowo: Negara Serius Tangani Bencana Meski Tak Berstatus Nasional
- Dari Batu Bara ke Bareskrim, Rekam Jejak Jose DC Fernandes
- TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia 2026 Gratis
Gala Poin:
1. Presiden menyetujui normalisasi sungai skala besar sebagai strategi mitigasi bencana.
2. TNI, gubernur, dan ahli teknik dilibatkan untuk memastikan perencanaan matang.
3. Pihak swasta berpotensi terlibat melalui pemanfaatan lumpur hasil pengerukan.
Persetujuan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau pembangunan hunian yang dibangun oleh Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.
“Saya kira itu usul yang baik. Itu juga yang diusulkan gubernur kepada saya, dan saya sudah setuju,” ujar Presiden Prabowo, usai meninjau pembangunan hunian yang dibangun oleh Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.
Presiden menyebut gagasan normalisasi sungai sejalan dengan aspirasi para gubernur di daerah rawan bencana. Karena itu, pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti rencana tersebut secara konkret.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Presiden menginstruksikan Menteri Pertahanan bersama TNI agar berkoordinasi langsung dengan para gubernur serta melibatkan ahli teknik dari berbagai institusi.
“Silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi dengan gubernur-gubernur. Cari dan bicara dengan ahli-ahli engineering, baik dari Kementerian PU, fakultas teknik, maupun bila perlu perusahaan-perusahaan besar dunia yang memiliki kemampuan engineering work,” jelasnya.
Baca juga:
Masyarakat Tonton Piala Dunia 2026 Gratis, Saleh Daulay: Momentum TVRI
Prabowo menegaskan bahwa normalisasi sungai bukan pekerjaan sederhana, melainkan proyek rekayasa teknik berskala besar yang harus dirancang secara matang dan profesional.
Selain melibatkan negara, Presiden juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta, khususnya dalam proses pengerukan atau dredging sungai. Lumpur hasil pengerukan dinilai memiliki nilai guna tambahan.
“Gubernur juga melaporkan kepada saya bahwa ada pihak swasta yang tertarik memanfaatkan lumpurnya. Jadi tidak hanya untuk sungai, tapi juga untuk sawah dan sebagainya. Ini saya kira sangat bagus,” ungkapnya.
Baca juga:
Durian, Lezat Tapi Berisiko untuk Bayi dan Balita
Presiden menilai normalisasi dan pembersihan sungai serta muara sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai, baik sebagai jalur akses maupun sebagai instrumen pengendalian bencana di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Pembersihan dan pembukaan sungai ini penting agar akses sungai kembali bermanfaat dan sekaligus kita siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan dukungan penuhnya terhadap rencana tersebut dan meminta agar detail pelaksanaan segera dirumuskan.
“Saya sangat setuju dengan gagasan ini. Tinggal kita rumuskan bagaimana pelaksanaannya dan segera kita laksanakan,” pungkas Presiden.
Baca juga:
GEMARI Optimis KPK Bongkar Dugaan Mega Korupsi SF Hariyanto
"Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan normalisasi sungai skala besar dan menginstruksikan TNI, gubernur, serta ahli teknik untuk mempercepat mitigasi bencana dan menghadapi cuaca ekstrem."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #NormalisasiSungai #MitigasiBencana #PrabowoSubianto
.jpeg)