Potensi Delisting Massal BEI 2026 Mengintai, Empat BUMN Masuk Daftar

GalaPos ID, Jakarta.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 70 perusahaan tercatat berpotensi dibatalkan pencatatan sahamnya (delisting) pada 2026.
Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menandai tantangan serius tata kelola perusahaan pelat merah di pasar modal nasional.

BEI Umumkan 70 Emiten Terancam Delisting, Empat di Antaranya BUMN

"Sebanyak 70 emiten berpotensi delisting pada 2026. Ketika empat di antaranya adalah BUMN, publik bertanya: apakah reformasi BUMN benar-benar berjalan atau sekadar wacana berulang?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. BEI mencatat 70 perusahaan berpotensi delisting pada 2026.
2. Empat BUMN masuk daftar akibat suspensi perdagangan berkepanjangan.
3. Delisting menegaskan pentingnya tata kelola dan pemulihan berkelanjutan.


Empat BUMN tersebut adalah PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Seluruhnya terancam delisting akibat suspensi perdagangan saham yang berlangsung dalam jangka waktu lama.

BEI menyatakan bahwa potensi delisting dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa signifikan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, serta tidak menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu, perusahaan yang mengalami suspensi perdagangan efek selama paling kurang 24 bulan juga dapat dikenai sanksi delisting.

Informasi tersebut disampaikan BEI melalui Pengumuman Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang dirilis pada Selasa, 30 Desember 2025.

BEI juga menegaskan bahwa perusahaan yang mengalami suspensi efek selama enam bulan berturut-turut wajib diumumkan kepada publik.

“Per tanggal 30 Desember 2025, suspensi efek atas perusahaan tercatat berikut ini telah mencapai jangka waktu enam bulan atau lebih,” tulis BEI dalam pengumuman tersebut, dikutip Kamis, 1 Januari 2026.

Baca juga:
Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional

Selain BUMN, daftar tersebut juga mencakup perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari tekstil seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) hingga sektor energi PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. Kondisi ini mencerminkan tekanan serius terhadap emiten yang gagal memenuhi persyaratan pencatatan dan menjaga keberlanjutan usaha.

Ancaman delisting massal ini mempertegas urgensi pembenahan tata kelola perusahaan, khususnya BUMN, agar tidak terus menjadi beban fiskal dan sumber ketidakpastian pasar. Bagi investor, transparansi dan kepastian hukum menjadi kunci utama kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Berikut daftar perusahaan yang berpotensi delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026, berdasarkan Pengumuman BEI Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 (30 Desember 2025). Empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk dalam daftar karena suspensi saham berkepanjangan dan masalah keberlanjutan usaha:

1. PT Indofarma Tbk (INAF)
2. PT PP Properti Tbk (PPRO)
3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
4. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

Dari Sritex hingga Waskita, BEI Rilis Daftar 70 Perusahaan Terancam Delisting

 

Daftar Lengkap 70 Perusahaan Berpotensi Delisting BEI 2026
PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
PT Cowell Development Tbk (COWL)
PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)

Baca juga:
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatra, BNPB: 1.177 Jiwa Meninggal

PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)

Baca juga:
Pipa PGN Bocor di Inhil, Insiden Gas Transgasindo Picu Siaga Darurat

PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
PT Indofarma Tbk (INAF)
PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

Baca juga:
Iran Kecam Keras Serangan AS ke Venezuela

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
PT Metro Realty Tbk (MTSM)
PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)

Baca juga:
Wanita Pekerja Hiburan Malam Ditemukan Tewas Setengah Telanjang

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
PT PP Properti Tbk (PPRO)
PT Master Print Tbk (PTMR)
PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)

Baca juga:
Serangan AS ke Venezuela, KBRI Caracas Amankan WNI

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
PT SMR Utama Tbk (SMRU)
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)

Baca juga:
Kisah di Balik Layar Menuju Deklarasi Sindikasi Media Network

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)asda 

 

 

Baca juga:
Trump Klaim Presiden Venezuela Maduro Ditangkap Delta Force

"BEI mengumumkan 70 perusahaan berpotensi delisting pada 2026, termasuk empat BUMN. Ancaman ini menyoroti lemahnya tata kelola dan mendesak percepatan restrukturisasi perusahaan bermasalah."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Delisting #BEI #BUMN

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال