GalaPos ID, Venezuela.
Situasi Venezuela kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Klaim tersebut muncul di tengah laporan serangan berskala besar di Caracas dan wilayah sekitarnya.
![]() |
| Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyapa para pendukungnya saat menghadiri rapat umum di Caracas, Rabu. Foto: AFP |
"Di tengah ledakan dan status darurat nasional, Presiden AS Donald Trump membuat klaim mengejutkan: Nicolas Maduro ditangkap pasukan elite Amerika Serikat."
Baca juga:
- Caracas Diguncang Ledakan, Maduro Tetapkan Darurat Nasional
- Dari Kemang, Jurnalis Indonesia Luncurkan Sindikasi Media Network
- Salak Pondoh Pronojiwo: Buah, Tradisi, dan Harapan Petani
Gala Poin:
1. Trump mengklaim Maduro dan istrinya ditangkap Delta Force AS.
2. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela.
3. Klaim muncul di tengah serangan dan darurat nasional di Venezuela.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. Ia menyebut penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi militer besar yang melibatkan unit elite Delta Force.
"AS telah berhasil melaksanakan sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pemimpin Venezuela, Presiden Nicolas Maduro, bersama istrinya, berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian. Konferensi pers akan diadakan hari ini pukul 11.00 di Mar-a-Lago," tulis Trump.
Delta Force merupakan unit kontraterorisme elite Angkatan Darat AS yang dikenal menangani misi berisiko tinggi, termasuk operasi pada 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.
Baca juga:
Curah Hujan Tinggi, Permukiman Nanggalo Terendam Banjir
Mengutip CBS News, sejumlah pejabat AS mengonfirmasi bahwa pasukan Delta Force terlibat dalam operasi tersebut. Namun, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela mengenai penangkapan Maduro dan istrinya.
CBS News juga melaporkan bahwa halaman Facebook resmi Maduro sempat memposting video yang menyatakan serangan terjadi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira, menurut terjemahan Google dari pernyataan berbahasa Spanyol.
Trump kembali menegaskan klaimnya dalam unggahan lain.
"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS," kata Trump.
"Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago." Maduro sebelumnya didakwa di pengadilan AS pada tahun 2020 atas dugaan keterlibatan dalam kasus narkoterorisme.
Pemerintah AS menuduh Maduro memimpin organisasi perdagangan narkotik internasional. Namun, Maduro secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak memiliki kekuatan hukum.
Hingga saat ini, Trump tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Maduro ditangkap atau ke mana ia dibawa. Pemerintah Venezuela juga belum memberikan pernyataan resmi untuk membenarkan atau membantah klaim tersebut, menambah ketidakpastian dan spekulasi global.
Baca juga:
Salak Pondoh Khas Pronojiwo, Buah Manis dari Lereng Semeru
"Donald Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap Delta Force AS. Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi kabar tersebut."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Maduro #DonaldTrump #PolitikGlobal
.jpeg)
.jpeg)