GalaPos ID, Iran.
Eskalasi militer di Venezuela memantik reaksi keras dari berbagai negara, termasuk Iran, yang secara terbuka mengecam dugaan keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan udara di wilayah sipil dan instalasi militer negara Amerika Latin tersebut.
Iran menilai tindakan tersebut sebagai agresi serius yang melanggar Piagam PBB.
"Serangan di Venezuela tak hanya mengguncang Caracas, tetapi juga memantik reaksi keras Iran dan membuka babak baru ketegangan geopolitik global."
Baca juga:
- Kisah di Balik Layar Menuju Deklarasi Sindikasi Media Network
- Trump Klaim Presiden Venezuela Maduro Ditangkap Delta Force
- Di Balik Gurihnya Olahan Usus, Ada Ancaman Kesehatan
Gala Poin:
1. Iran mengecam keras dugaan serangan militer AS ke Venezuela.
2. Venezuela mengaktifkan rencana pertahanan nasional.
3. Eskalasi dinilai mengancam stabilitas dan hukum internasional.
Laporan dari CBS News dan Fox News menyebutkan adanya keterlibatan langsung militer Amerika Serikat dalam operasi yang mengguncang Caracas dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Venezuela pun merespons dengan langkah tegas.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengecam keras apa yang disebutnya sebagai agresi militer terhadap wilayah sipil dan fasilitas strategis di Miranda, Aragua, dan La Guaira. Menyusul serangan tersebut, Presiden Nicolas Maduro dilaporkan telah menginstruksikan pengaktifan rencana pertahanan nasional secara menyeluruh.
Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela memang berada pada titik terendah dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan dipicu oleh berbagai isu, mulai dari tuduhan peredaran narkotika, penyitaan kapal tanker, hingga peningkatan kehadiran armada militer AS di perairan dekat Venezuela.
Baca juga:
Caracas Diguncang Ledakan, Maduro Tetapkan Darurat Nasional
Reaksi keras juga datang dari Tehran. Mengutip laporan Tasnim, Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu, 3 Januari 2026, mengecam keras serangan militer AS terhadap Venezuela.
“Serangan militer AS terhadap Venezuela merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aturan-aturan dasar hukum internasional, khususnya Pasal 2, ayat 4 Piagam PBB yang melarang penggunaan kekerasan, dan merupakan contoh lengkap dari "tindakan agresi" yang harus segera dan tanpa ragu dikutuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua negara yang peduli dengan supremasi hukum, perdamaian dan keamanan internasional.”
Iran menilai tindakan tersebut berpotensi mengguncang stabilitas global.
“Agresi militer AS terhadap negara merdeka yang merupakan anggota PBB adalah pelanggaran berat terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional, yang konsekuensinya akan memengaruhi seluruh sistem internasional dan akan semakin membahayakan sistem yang didasarkan pada Piagam PBB dan menyebabkan kehancuran.”
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran juga menekankan tanggung jawab hukum dan moral komunitas internasional.
Iran mengingatkan hak inheren Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan hak penentuan nasib sendiri, serta menyerukan PBB dan Dewan Keamanan untuk segera menghentikan agresi ilegal dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.
Baca juga:
Dari Kemang, Jurnalis Indonesia Luncurkan Sindikasi Media Network
"Serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat di Venezuela memicu kecaman internasional. Iran menilai tindakan tersebut sebagai agresi serius yang melanggar Piagam PBB."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Geopolitik #Iran #Venezuela

.jpeg)