Jerat Utang, Kripto, dan Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon

GalaPos ID, Cilegon.
Jebakan nafsu keuntungan instan dari investasi kripto menjadi salah satu latar belakang kelam pembunuhan anak politikus PKS di sebuah rumah mewah Perumahan BBS 3, Kota Cilegon, Banten.
Polisi juga mengungkap, ada tekanan ekonomi akibat kerugian besar kripto mendorong pelaku Heru Anggara (31) merencanakan tindak kriminal, bahkan sebelum nyawa seorang bocah melayang.

Kerugian Kripto Jadi Motif Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon
Kasus pembunuhan anak politikus PKS terungkap, polisi mengamankan terduga pelaku Maman Suherman di Perumahan BBS 3 Cilegon. Penangkapan ini menjadi perkembangan penting dalam penyidikan kasus tersebut. (Foto istimewa)

"Keuntungan kripto miliaran rupiah berubah menjadi jerat utang dan berujung tragedi berdarah. Di balik rumah mewah Cilegon, pesan singkat empat jam sebelum pembunuhan membuka tabir motif ekonomi yang brutal."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Kerugian besar investasi kripto dan lilitan utang menjadi motif utama pembunuhan.
2. Polisi menemukan pesan pelaku kepada istrinya empat jam sebelum kejadian sebagai bukti krusial.
3. Lemahnya sistem keamanan rumah memperlambat pengungkapan kasus pembunuhan anak tersebut.


Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten menegaskan, komunikasi pelaku dengan istrinya menjadi salah satu bukti kunci penyidikan. Pesan singkat itu dikirim Heru empat jam sebelum pembunuhan terjadi.

“Bahkan yang bersangkutan juga sempat curhat kepada istrinya, ini ditemukan penyidik pada chat HP antara pelaku dengan istrinya ‘apabila keadaan semakin amblas’ bahasanya ya, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, Senin, 5 Januari 2026.

Pesan tersebut dibalas oleh istri pelaku dengan nada religius dan permohonan ampun.

“Dan ini dijawab oleh istrinya sendiri ‘astaghfirullah, Yang’,” ujar Kombes Dian.

Penyidik mengungkap, curahan hati Heru itu berakar dari kerugian investasi kripto. Pelaku sempat meraup keuntungan hingga Rp 4 miliar, namun kemudian mengalami kerugian besar. Untuk menutup kekalahan tersebut, Heru meminjam dana dari berbagai sumber.

“Setelah kalah yang bersangkutan melakukan peminjaman di bank sebesar Rp 700 juta, di koperasi yang bersangkutan bekerja senilai Rp 70 juta dan meminjam dari pinjol Rp 50 juta. Tujuannya untuk main kripto lagi, tapi hasil yang diperoleh yang bersangkutan kalah lagi,” katanya.

Baca juga:
BNPB Ungkap Dinamika DTH dan Energi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Alih-alih keluar dari krisis finansial, lilitan utang justru mempersempit ruang rasionalitas pelaku. Polisi menilai, kondisi tersebut menjadi pemicu utama lahirnya niat melakukan kejahatan serius.
 
Diketahui, korban adalah anak laki-laki berusia 9 tahun, putra dari Maman Suherman, politikus PKS Cilegon. Korban ditemukan tewas di lantai satu rumah mewah keluarga pada 16 Desember 2025.

Korban mengalami 19 luka di tubuhnya yang berasal dari senjata tajam dan benda tumpul. Proses pengungkapan kasus ini tidak mudah. Polisi menghadapi sejumlah kendala, mulai dari CCTV rumah yang tidak berfungsi sejak 2023, hingga tidak adanya petugas keamanan di lingkungan rumah.

Penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap keluarga korban, tetangga, dan pihak terkait lainnya. Hingga kini, 18 saksi telah dimintai keterangan dalam upaya mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tragis tersebut.
 
Pesan Empat Jam Sebelum Pembunuhan: Jejak Kripto Berdarah di Cilegon
Terduga pembunuhan anak politikus PKS, Maman Suherman, ditangkap petugas. Polisi menunjukkan sosok pembunuh tersebut. (Foto Istimewa).
 


Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa spekulasi finansial tanpa kendali, ditambah lemahnya pengawasan sosial dan keamanan lingkungan, dapat berujung pada kejahatan yang merenggut nyawa orang tak bersalah.

 

Baca juga:
Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional

"Motif ekonomi akibat kerugian kripto mengemuka dalam kasus pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Polisi mengungkap pesan pelaku kepada istrinya empat jam sebelum kejadian sebagai bukti penting penyidikan."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Kripto #Kriminal #Cilegon

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال