Pasang Laut dan Hujan Ekstrem, BMKG Ingatkan Banjir Rob Kalsel

GalaPos ID, Kalsel.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang pada Januari 2026.
Fenomena ini berpotensi mengganggu aktivitas warga hingga membahayakan keselamatan, terutama di kawasan padat penduduk pesisir.

Dua Gelombang Banjir Rob Diprediksi Terjang Kalsel Januari 2026

"Ancaman banjir rob kembali menghantui wilayah pesisir Kalimantan Selatan. BMKG memperingatkan, kombinasi pasang laut dan hujan ekstrem berpotensi membuat genangan bertahan lebih lama dan melumpuhkan aktivitas warga."

Baca juga:

Gala Poin:
1. BMKG memprediksi banjir rob dua gelombang di Kalimantan Selatan pada Januari 2026.
2. Fenomena Bulan Baru dan hujan ekstrem meningkatkan risiko genangan berkepanjangan.
3. Ketinggian air diperkirakan mencapai 3 meter dan berpotensi mengganggu keselamatan warga pesisir.


BMKG memprakirakan gelombang pertama banjir rob terjadi pada 17–21 Januari, sementara gelombang kedua diprediksi pada 30–31 Januari 2026. Ketinggian air laut saat puncak pasang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 meter, tergolong tinggi untuk wilayah pesisir Kalimantan Selatan.

Peringatan tersebut diperkuat oleh fenomena astronomi Bulan Baru (New Moon) yang jatuh pada 19 Januari 2026. Pada fase ini, gaya gravitasi bulan terhadap bumi meningkat dan memicu spring tide atau pasang maksimum air laut.

BMKG menilai kondisi akan menjadi lebih berisiko apabila pasang laut tersebut bertepatan dengan curah hujan tinggi di daratan. Situasi ini dapat menghambat aliran air dari sungai dan drainase menuju laut, sehingga genangan berpotensi bertahan lebih lama di kawasan permukiman.

Baca juga:
Way Sekampung Meluap, Petani Lampung Timur Merugi

Prakirawan Iklim Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, Yosef Prasetya, menjelaskan bahwa kombinasi faktor laut dan hujan menjadi perhatian utama dalam peringatan kali ini.
 
"Kalau banjir rob itu potensinya tidak selama hujan ekstrem, mungkin 2 sampai 3 hari ke depan. Tetapi banjir rob juga dipicu oleh curah hujan tinggi. Jadi walaupun potensinya mungkin tidak selamanya, jika curah hujannya terus turun, tentu banjir juga tidak akan surut," ujar Yosef, pada Rabu, 14 Januari 2026.

BMKG mencatat sejumlah wilayah pesisir dengan potensi terdampak paling signifikan. Pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru diperkirakan mengalami banjir rob pada 17–24 Januari dan 30 Januari 2026. Sementara itu, pesisir Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Tanah Laut diprediksi terdampak pada 17–21 Januari dan 30 Januari 2026.

Baca juga:
Harga MINA Tertahan, Blockchain Ringan Belum Dilirik Pasar

Yosef menekankan bahwa ketinggian air yang dapat mencapai 3 meter berpotensi mengganggu mobilitas warga, merendam fasilitas umum, serta meningkatkan risiko keselamatan di wilayah pesisir.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini dan terus memantau perkembangan cuaca serta informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. Kesiapsiagaan dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat banjir rob yang berulang.

 




Baca juga:
Ribuan Warga Serang dan Tangerang Terdampak Banjir Hujan Lebat

"BMKG Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini banjir rob Januari 2026 yang berpotensi mencapai ketinggian 3 meter. Fenomena Bulan Baru dan curah hujan tinggi dinilai meningkatkan risiko genangan berkepanjangan di wilayah pesisir."

 #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BMKG #BanjirRob #KalimantanSelatan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال