GalaPos ID, Lampung Timur.
Banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, memunculkan kembali sorotan terhadap kondisi Sungai Way Sekampung.
Warga menduga banjir terjadi akibat pendangkalan sungai yang selama ini menjadi jalur utama pembuangan air hujan di wilayah tersebut.
"Luapan Sungai Way Sekampung kembali dipersoalkan warga setelah ratusan hektare sawah terendam banjir."
Baca juga:
- Menakar Prospek Jangka Panjang Arweave di Ekonomi Digital
- Krisis Kesehatan Muncul Seiring Banjir Berkepanjangan di Banjar
- Tangisan Bocah 10 Tahun Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Talawi
Gala Poin:
1. Warga menduga pendangkalan sungai sebagai penyebab banjir.
2. Banjir melumpuhkan pertanian dan mengancam ekonomi petani.
3. Petani meminta normalisasi sungai dan bantuan pemerintah.
Luapan air sungai menggenangi area persawahan dengan ketinggian lebih dari satu meter. Endapan lumpur dan tumbuhan liar yang memenuhi badan sungai dinilai menghambat aliran air, sehingga hujan dengan intensitas tinggi langsung memicu banjir dan merendam lahan pertanian warga.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas pertanian lumpuh total. Tanaman padi yang telah memasuki fase akhir pertumbuhan terendam dalam waktu lama, menyebabkan hasil panen menurun drastis dan sebagian gagal diselamatkan.
Selain kerugian materi, banjir ini juga berdampak pada keberlangsungan ekonomi keluarga petani. Biaya produksi yang telah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Baca juga:
Bau Sampah dan Lesunya Dagang di Pasar Caringin Bandung
Para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan normalisasi Sungai Way Sekampung serta pembenahan sistem drainase di kawasan persawahan.
Warga juga meminta adanya perhatian dan bantuan bagi petani terdampak agar dapat kembali mengolah lahan dan mempertahankan sumber penghidupan mereka.
Banjir yang terus berulang dinilai menjadi cerminan lemahnya pengelolaan lingkungan dan minimnya langkah antisipatif, sementara sektor pertanian tetap menjadi korban utama dari persoalan yang belum terselesaikan.
Ratusan hektare sawah milik warga di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, terendam banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung. Banjir yang berlangsung lebih dari sepekan ini melumpuhkan aktivitas pertanian dan menyebabkan kerugian besar bagi petani setempat.
Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter merendam tanaman padi yang sebagian besar telah memasuki masa menjelang panen. Salah seorang petani terdampak, Ardi, mengungkapkan bahwa panen dini menjadi pilihan terakhir agar kerugian tidak semakin membesar. Namun, panen dalam kondisi terendam banjir membuat kualitas padi menurun tajam.
“Kalau tidak dipanen sekarang, padi bisa habis busuk. Tapi hasilnya juga jauh dari harapan, karena padi yang dipanen harganya dipotong hingga sekitar 20 persen,” ujar Ardi, Selasa, 13 Januari 2026.
Baca juga:
Curve Finance & CRV: Menghubungkan Trader dan LP Stablecoin
"Pendangkalan Sungai Way Sekampung diduga menjadi penyebab banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Pasir Sakti. Petani berharap normalisasi sungai segera dilakukan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LampungTimur #Banjir #Sawah
.jpeg)
.jpeg)