GalaPos ID, Jakarta.
Dalam jangka menengah hingga panjang, masa depan WAX bergantung pada kemampuannya mempertahankan posisi sebagai blockchain gaming-first. Jika studio baru terus masuk dan tingkat retensi pemain membaik, utilitas WAXP sebagai bahan bakar transaksi NFT dan aset in-game berpotensi meningkat.
"Ketika hype NFT mereda, hanya jaringan dengan utilitas nyata dan tata kelola solid yang bertahan. Di sinilah WAX diuji: sekadar rantai gim niche, atau fondasi ekonomi item digital jangka panjang?"
Baca juga:
- Curve DAO Token: Prediksi dan Risiko Harga CRV
- Arweave, Permaweb, dan Tantangan Likuiditas Pasar Kripto
- Harmony (ONE): Teknologi Kuat, Pasar Lemah 2026
Gala Poin:
1. Prospek WAX bergantung pada retensi pemain dan pipeline gim baru.
2. Interoperabilitas dan tata kelola DPoS menjadi faktor kunci kepercayaan.
3. Siklus industri gim dan NFT sangat memengaruhi nilai jangka panjang WAXP.
Standar vIRL yang menghubungkan NFT dengan barang fisik membuka peluang permintaan dari luar komunitas kripto, terutama melalui kolaborasi merek.
Di sisi lain, penguatan interoperabilitas melalui bridge dan gateway ke ekosistem lain seperti EVM dan Solana menjadi kunci untuk menarik likuiditas dan memudahkan pengembang memigrasikan gim.
Dari aspek ekonomi dan tata kelola, distribusi block producer serta partisipasi staking menentukan ketahanan jaringan DPoS. Semakin terdesentralisasi produsen blok dan semakin transparan kebijakan jaringan, semakin besar kepercayaan publik terhadap keberlanjutan WAX.
Sebaliknya, konsentrasi operasional pada guild atau layanan tertentu berpotensi menjadi titik lemah struktural. Risiko jangka menengah juga datang dari siklus industri gim dan NFT itu sendiri.
Baca juga:
Curve Finance & CRV: Menghubungkan Trader dan LP Stablecoin
Penurunan DAU dan MAU dapat langsung menekan transaksi dan biaya jaringan. Dalam jangka panjang 12 hingga 36 bulan, WAX menghadapi persaingan dari layer-2 berbiaya sangat rendah dan sidechain khusus gim yang agresif menarik studio besar.
Secara makro, pergeseran hiburan digital menuju kepemilikan aset memberi peluang bagi blockchain dengan UX sederhana dan biaya rendah. Dalam skenario dasar, WAX beroperasi sebagai rantai niche dengan arus proyek stabil.
Skenario optimistis melihat masuknya studio besar dan kolaborasi merek mendorong permintaan berulang WAXP. Sementara skenario terburuk muncul ketika siklus NFT dan gim melemah berkepanjangan disertai isu tata kelola.
Kesimpulannya, prospek WAX tidak ditentukan oleh spekulasi semata, melainkan oleh konsistensi membangun ekosistem gim bernilai, menjaga desentralisasi efektif, dan mengonversi aktivitas on-chain menjadi retensi jangka panjang.
Baca juga:
Harmony (ONE): Teknologi Kuat, Pasar Lemah 2026
"WAX menghadapi ujian keberlanjutan di sektor gim dan NFT. Retensi pemain, interoperabilitas, dan tata kelola akan menentukan masa depan WAXP."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WAX #Blockchain #Gaming

