GalaPos ID, Banten.
Hujan lebat yang melanda wilayah Tangerang dan Serang pada awal Januari 2026 menimbulkan banjir yang merendam lahan pertanian dan permukiman warga.
Di Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, sedikitnya 108 hektare sawah di Desa Margasari terendam luapan Sungai Cimanceuri sejak Selasa dini hari, 13 Januari 2026.
"Banjir dan luapan sungai di Tangerang-Banten terancam gagal panen, puluhan ribu warga terdampak langsung dan butuh penanganan segera."
Baca juga:
- Krisis Kesehatan Muncul Seiring Banjir Berkepanjangan di Banjar
- Dampak Banjir, Hampir Seribu Sekolah Terdampak di Kalsel
- Tangisan Bocah 10 Tahun Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Talawi
Gala Poin:
1. 108 hektare sawah di Tigaraksa Tangerang terendam, risiko gagal panen tinggi.
2. 17 kecamatan Serang terdampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
3. BPBD menyalurkan bantuan darurat, tetap siaga menghadapi hujan susulan.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rosid, menyatakan bahwa 62 hektare sawah di blok dua dan 46 hektare di blok tiga berpotensi gagal panen. Selain itu, 30 kepala keluarga terdampak permukiman yang berada di aliran sungai.
“Untuk sawah selama ini kita hitung totalnya satu kesatuan ada 108 hektare,” jelas Cucu Abdul Rosid, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 13 Januari 2026.
Sementara itu, Kabupaten Serang juga dilanda bencana hidrometeorologi yang meluas hingga 32 desa di 17 kecamatan. Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, melaporkan kondisi tersebut.
“Data mutakhir hingga pukul 20.30 WIB mencatat sebanyak 5.386 kepala keluarga (KK) atau 19.088 jiwa terdampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” sebut Ajat Sudrajat, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 13 Januari 2026.
Baca juga:
Menakar Prospek Jangka Panjang Arweave di Ekonomi Digital
Kelompok rentan termasuk 439 lansia, 1.922 anak dan balita, tiga ibu hamil, serta 24 ibu menyusui. Total hunian terdampak mencapai 4.934 rumah, dengan rincian 4.889 rumah terendam banjir, 44 rumah terdampak longsor, dan satu rumah rusak akibat angin kencang.
Banjir di Tangerang-Banten dipicu meluapnya beberapa sungai besar, antara lain Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, dan Rawa Danau. BPBD Kabupaten Serang menyebut kebutuhan mendesak di lapangan berupa alat penyedot air, tenda, perahu fiber, dan makanan siap saji.
Meski beberapa titik banjir mulai kondusif, tim BPBD masih bersiaga karena potensi hujan dan banjir susulan tetap tinggi. Evakuasi mandiri dan bantuan logistik tetap menjadi prioritas untuk menjaga keselamatan warga terdampak.
Diketahui, intensitas hujan tinggi sejak Sabtu, 10 Januari 2026, menyebabkan banjir melanda Kabupaten Pandeglang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) mencatat sedikitnya 12 kecamatan terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Kecamatan terdampak meliputi Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, Saketi, dan Sukaresmi. Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga lahan pertanian dan fasilitas umum. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke balai desa, sekolah, dan rumah kerabat.
Meski air sudah masuk ke rumah-rumah, sebagian warga memilih tetap bertahan karena merasa masih aman. Saodah, salah seorang korban, menyampaikan keluhannya, “iya semuanya sudah terendam, kalau mau mengungsi lihat nanti, iya bantuan juga belum dapat.”
Baca juga:
Bau Sampah dan Lesunya Dagang di Pasar Caringin Bandung
"Banjir luapan Sungai Cimanceuri dan sungai besar Banten rendam ratusan hektare sawah dan ribuan rumah, warga terdampak butuh evakuasi dan bantuan darurat."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banjir #Tangerang #Serang
.jpg)
.jpg)