GalaPos ID, Jakarta.
Mina
Protocol hadir sebagai respons atas masalah kronis blockchain
konvensional: ukuran data yang membengkak, biaya node yang mahal, dan
risiko sentralisasi.
Dengan zk-SNARK dan recursive zk-SNARK, Mina
memungkinkan setiap pengguna bertindak sebagai full node hanya dengan
memori sangat kecil, bahkan dari ponsel pintar.
![]() |
| Likuiditas dan eksposur bursa masih menjadi tantangan utama. |
"Mina menjanjikan blockchain ringan, privat, dan terdesentralisasi penuh. Pertanyaannya, apakah keunggulan teknologi ini cukup kuat menghadapi inflasi token dan ketatnya persaingan blockchain?"
Baca juga:
- Arweave, Permaweb, dan Tantangan Likuiditas Pasar Kripto
- Curve Finance & CRV: Menghubungkan Trader dan LP Stablecoin
- Prediksi Harga HBAR 2026–2030: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil
Gala Poin:
1. Mina mengusung blockchain ultra-ringan berbasis zk-SNARK.
2. Inflasi token dan finalisasi transaksi masih jadi sorotan.
3. Keberlanjutan MINA bergantung pada adopsi Snapps dan ekosistem.
Struktur jaringan
Mina terdiri dari tiga peran utama: validator, SNARK workers, dan node
arsip. Validator dipilih melalui mekanisme staking MINA untuk
memproduksi blok, sementara SNARK workers menghasilkan bukti kriptografi
yang diperdagangkan di SNARKetplace.
Node arsip berfungsi menyimpan data historis sebagai cadangan. Di atas jaringan ini, Mina mengembangkan Snapps, aplikasi terdesentralisasi yang memungkinkan verifikasi data tanpa membuka informasi pribadi.
Potensi penggunaannya
mencakup pembayaran langsung, sistem voting anonim, verifikasi skor
kredit, hingga autentikasi internet tunggal tanpa perantara
tersentralisasi.
Namun, di balik narasi teknologinya, MINA
menghadapi sejumlah tantangan struktural. Tokenomics MINA bersifat
inflasioner, dengan tingkat inflasi mencapai 12% pada dua tahun pertama,
sebelum turun bertahap hingga stabil di 7% per tahun.
Baca juga:
Harmony (ONE): Teknologi Kuat, Pasar Lemah 2026
Waktu finalisasi
transaksi yang relatif lama, hingga sekitar 60 menit untuk 15
konfirmasi, juga menjadi sorotan kritik.
Prediksi harga jangka
menengah menunjukkan rentang yang lebar. Untuk 2026 hingga 2031,
estimasi harga MINA berada di kisaran Rp971 hingga Rp2.730, mencerminkan
potensi pertumbuhan sekaligus volatilitas tinggi.
Namun, prediksi ini
sangat bergantung pada perkembangan ekosistem, adopsi aplikasi, dan
kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Dalam jangka panjang,
keberhasilan Mina akan ditentukan oleh kemampuannya membuktikan bahwa
blockchain ringan dan privat bukan sekadar konsep teknis, melainkan
solusi nyata yang dibutuhkan publik.
![]() |
| Inovasi zk-SNARK belum sepenuhnya terkonversi ke nilai pasar. |
Tanpa pertumbuhan aplikasi dan pengguna aktif, inovasi zk-SNARK berisiko berhenti sebagai wacana akademik.
Baca juga:
Hasilkan Uang di Internet, Peluang Nyata dan Ilusi Cepat Kaya
"Mina menawarkan solusi blockchain ringan dan privat, tetapi inflasi token dan adopsi aplikasi menjadi ujian keberlanjutan jangka panjang."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Blockchain #MINAProtocol #Kripto
.jpg)
.jpg)