Mahasiswa Unhas Petakan Lahan Pertanian Berbasis GIS di Rijang Pittu


GalaPos ID, Makassar.
Upaya mendorong pertanian berbasis data terus dilakukan di tingkat akar rumput. Mahasiswa Kuliah Kerja Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menuntaskan program kerja individu berupa penyusunan peta lahan pertanian berbasis teknologi informasi yang diseminarkan pada 19 Januari 2026.

Dari Peta hingga Buku Saku, Upaya KKN Unhas Modernisasi Pertanian



"Di tengah tuntutan modernisasi sektor pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Tematik Universitas Hasanuddin menghadirkan terobosan sederhana namun strategis: peta lahan berbasis data yang dapat diakses dan dipahami langsung oleh masyarakat tani." 
Baca juga: 
Gala Poin: 
1. Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin menyusun peta lahan pertanian berbasis GIS untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan. 
2. Peta dilengkapi buku saku sebagai panduan praktis agar masyarakat memahami proses pemetaan lahan secara mandiri. 
3. Inisiatif ini menjadi langkah awal penerapan teknologi GIS di tingkat kelurahan untuk pengelolaan lahan yang efisien dan berbasis data.


Program ini berangkat dari kebutuhan riil petani dan aparatur kelurahan akan data spasial yang akurat. Selama ini, pengelolaan lahan kerap mengandalkan metode konvensional yang minim dokumentasi visual dan sulit dijadikan dasar perencanaan jangka panjang.

Melalui pemetaan lahan pertanian, mahasiswa KKN-T berupaya mendorong efektivitas pengelolaan sektor pertanian secara lebih terukur dan berbasis data.

Peta lahan pertanian tersebut menyajikan informasi spasial mengenai sebaran dan luas sawah dalam bentuk visual. Data diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS sehingga menghasilkan pemetaan yang lebih presisi dibandingkan pendekatan manual.

Peta ini dirancang sebagai alat bantu perencanaan dan pengambilan keputusan, baik bagi pemerintah kelurahan maupun masyarakat tani. Tidak berhenti pada penyediaan peta, mahasiswa KKN-T juga menyusun buku saku yang memuat tata cara pembuatan peta lahan secara sederhana.


Buku ini menjadi panduan praktis agar masyarakat dan aparatur setempat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami proses pemetaan secara mandiri.

Kepala Kelurahan Rijang Pittu, Hairuddin, S.A.B., mengapresiasi inovasi tersebut karena memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.

“Saya sangat terbantu dari adanya peta dan juga buku saku ini. Karena selama ini saya hanya dapat melihat melalui peta-peta yang tersedia, tapi sekarang saya dapat mengetahui tata cara pembuatannya lewat buku saku yang telah tersedia,” ujarnya.


Peta lahan ini juga diproyeksikan sebagai langkah awal penerapan teknologi Geographic Information System (GIS) di tingkat kelurahan. Data yang telah dihimpun dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan, mulai dari perencanaan tanam hingga evaluasi pemanfaatan lahan.

Dengan pendekatan berbasis data, pengelolaan lahan pertanian diharapkan menjadi lebih terarah dan efisien. Inisiatif ini membuka peluang penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi yang kontekstual dan mudah diterapkan.





"Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menyusun peta lahan pertanian berbasis GIS sederhana dan buku saku sebagai upaya mendorong pengelolaan pertanian yang efisien, terarah, dan berbasis data."


#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #PertanianBerbasisData #GISPertanian
Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال