Krisis Kesehatan Muncul Seiring Banjir Berkepanjangan di Banjar

GalaPos ID, Kalsel.
Banjir yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar mulai memunculkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
Pada Senin, 12 Januari 2026, ratusan warga dilaporkan terserang berbagai penyakit yang berkaitan langsung dengan genangan air dan lingkungan yang tercemar.

Warga Banjar Dihantui Penyakit Akibat Banjir yang Tak Kunjung Surut

"Tiga pekan banjir tak hanya merendam rumah warga Kabupaten Banjar, tetapi juga memicu krisis kesehatan yang kian mengkhawatirkan."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Banjir tiga pekan memicu peningkatan penyakit menular.
2. Akses air bersih terbatas memperparah risiko kesehatan.
3. Pemerintah mengimbau warga segera memeriksakan diri jika bergejala.


Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat, penyakit yang paling banyak dialami warga akibat banjir meliputi infeksi kulit seperti kutu air, diare, hingga penyakit yang berpotensi berasal dari paparan air tercemar kencing tikus.

Wilayah terdampak cukup luas, mencakup Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, serta Sungai Tabuk.

“Dampak banjir mulai memicu peningkatan berbagai penyakit di masyarakat, terutama infeksi kulit seperti kutu air dan penyakit kulit berbasis bakteri yang ditandai ruam merah hingga berair, baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” jelas Widya Wiri Utami, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 13 Januari 2026.

Baca juga:
Beniyanto Tamoreka: Disiplin Eksekusi Dongkrak Kinerja Hulu Migas Nasional

Kondisi diperparah dengan keterbatasan akses terhadap air bersih. Warga yang terdampak terpaksa memanfaatkan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari, meningkatkan risiko penularan penyakit saluran pencernaan.

“Selain itu, angka kejadian diare juga meningkat akibat keterbatasan akses air bersih, sehingga warga terpaksa menggunakan air yang tercemar. Penyakit lain yang berpotensi muncul adalah infeksi akibat paparan air tercemar kencing tikus,” tambahnya.

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Petugas kesehatan mengimbau warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, sembari menunggu banjir surut dan kondisi lingkungan kembali aman.

 

Krisis Kesehatan Muncul Seiring Banjir Berkepanjangan di Banjar

Banjir yang kembali melanda Kabupaten Banjar tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menegaskan urgensi penanganan struktural yang selama ini dinantikan. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar per 12 Januari 2026 pukul 16.00 WITA mencatat, banjir merendam sembilan kecamatan dengan total 118 desa dan kelurahan terdampak.

Skala dampak tergolong masif. Sebanyak 34.218 rumah tercatat terdampak, dengan 8.721 di antaranya terendam air. Kondisi ini memengaruhi 47.910 Kepala Keluarga atau setara dengan 140.038 jiwa yang aktivitas hariannya terganggu akibat genangan banjir.

 

 

Baca juga:
80 Tahun Terisolasi, Jalan Tering–Ujoh Bilang Akhirnya Tersambung

"Banjir tiga pekan di Kabupaten Banjar memicu lonjakan penyakit seperti diare dan infeksi kulit. Dinas Kesehatan mengingatkan warga waspada ancaman penyakit akibat air tercemar."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banjir #Banjar #KrisisKesehatan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال