GalaPos ID, Jakarta.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 70 perusahaan tercatat yang berpotensi dibatalkan pencatatan sahamnya (delisting) pada 2026.
Dari jumlah tersebut, empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk dalam daftar, menandai seriusnya persoalan tata kelola dan keberlanjutan usaha di tubuh emiten pelat merah.
"Ancaman delisting terhadap perusahaan pelat merah kembali mengemuka. Tiga BUMN besar yang selama ini menjadi tulang punggung proyek strategis nasional kini terjebak dalam daftar hitam Bursa Efek Indonesia akibat suspensi saham berkepanjangan."
Baca juga:
- Potensi Delisting Massal BEI 2026 Mengintai, Empat BUMN Masuk Daftar
- Christiany Paruntu: CSR BUMN Pascabencana Harus Tepat Sasaran
- Konflik Agraria 600 Hektare, Massa Tani Bentrok dengan PT Socfindo
Gala Poin:
1. BEI mencatat 70 perusahaan berpotensi delisting pada 2026 akibat masalah keberlanjutan usaha dan suspensi saham.
2. Empat BUMN, termasuk Waskita Karya dan Wijaya Karya, masuk dalam daftar tersebut.
3. Kondisi ini menjadi alarm bagi investor dan pemerintah terkait tata kelola dan kesehatan keuangan emiten.
Tiga BUMN yang paling disorot adalah PT Indofarma Tbk (INAF), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Ketiganya terancam delisting akibat suspensi perdagangan saham yang telah berlangsung lama.
Selain itu, PT PP Properti Tbk (PPRO)—anak usaha PT PP (Persero) Tbk—juga tercatat dalam daftar perusahaan yang berpotensi dikeluarkan dari bursa.
BEI menjelaskan, potensi delisting dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa signifikan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, serta tidak mampu menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
Delisting juga dapat diberlakukan terhadap perusahaan yang tidak lagi memenuhi persyaratan pencatatan atau mengalami suspensi perdagangan efek di seluruh pasar selama paling kurang 24 bulan.
Informasi tersebut disampaikan melalui Pengumuman Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 tentang Potensi Delisting Perusahaan Tercatat, yang dirilis pada Selasa, 30 Desember 2025.
Baca juga:
BNPB Ungkap Dinamika DTH dan Energi di Aceh, Sumut, dan Sumbar
BEI juga menegaskan bahwa perusahaan yang mengalami suspensi efek selama enam bulan berturut-turut wajib diumumkan ke publik dan berpotensi untuk dikeluarkan dari bursa.
"Per tanggal 30 Desember 2025, suspensi efek atas perusahaan tercatat berikut ini telah mencapai jangka waktu enam bulan atau lebih," tulis BEI dalam Pengumuman BEI No.: Peng-00003/BEI.PLP/12-2025, dikutip Kamis (1/1/2025).
Berdasarkan pengumuman tersebut, terdapat empat BUMN yang masuk dalam daftar perusahaan berpotensi delisting, yakni PT Indofarma (Persero) Tbk, PT PP Properti (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Tak hanya BUMN, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor juga tercatat berisiko delisting. Dari sektor tekstil terdapat PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), sementara dari sektor energi muncul nama PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk.
Panjangya daftar perusahaan yang terancam delisting ini menjadi peringatan serius bagi investor dan pemangku kepentingan pasar modal.
Kondisi tersebut mencerminkan tantangan berat yang dihadapi sejumlah emiten dalam menjaga kesehatan keuangan, kepatuhan regulasi, serta kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.
Berikut daftar perusahaan yang berpotensi delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026, berdasarkan Pengumuman BEI Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 (30 Desember 2025).
PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
PT Cowell Development Tbk (COWL)
PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
Baca juga:
Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional
PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
Baca juga:
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatra, BNPB: 1.177 Jiwa Meninggal
PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
PT Indofarma Tbk (INAF)
PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
Baca juga:
Pipa PGN Bocor di Inhil, Insiden Gas Transgasindo Picu Siaga Darurat
PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
PT Metro Realty Tbk (MTSM)
PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
Baca juga:
Iran Kecam Keras Serangan AS ke Venezuela
PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
PT PP Properti Tbk (PPRO)
PT Master Print Tbk (PTMR)
PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
Baca juga:
Wanita Pekerja Hiburan Malam Ditemukan Tewas Setengah Telanjang
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
PT SMR Utama Tbk (SMRU)
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)
Baca juga:
Serangan AS ke Venezuela, KBRI Caracas Amankan WNI
PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)asda
Baca juga:
Kisah di Balik Layar Menuju Deklarasi Sindikasi Media Network
"BEI mengumumkan 70 perusahaan berpotensi delisting pada 2026, termasuk empat BUMN seperti Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Indofarma akibat suspensi saham berkepanjangan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DelistingBEI #BUMN #PasarModalIndonesia
%20Juli%202025%20akibat%20pailit%20perusahaan%20delisting%20beserta%20kewajibannya%20sebelum%20masa%20efektif.jpg)
.jpg)