Jika AS Serang Iran, Siapa Untung dan Siapa Rugi? Ini Peta Kepentingannya

GalaPos ID, Iran.
Risiko meletusnya perang antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih tinggi. Meski perundingan nuklir berlangsung, gestur kedua pihak tetap menjadikan opsi militer sebagai ancaman terbuka. Situasi ini berkembang ketika pertemuan kedua AS dan Iran di Jenewa pada Selasa, 17 Februari 2026, belum menghasilkan kesepakatan substantif.
Di saat diplomasi berjalan lambat, retorika militer justru meningkat.

 

Jika AS Serang Iran, Siapa Paling Diuntungkan?
Ketika Presiden AS mengancam Teheran, mayoritas warga Israel justru menyatakan siap mendukung aksi militer. Apa maknanya bagi stabilitas Timur Tengah?

"Jika AS menyerang Iran, siapa yang benar-benar diuntungkan? Siapa yang paling dirugikan?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Opsi militer masih terbuka meski negosiasi AS–Iran berlangsung.
2. Selat Hormuz menjadi titik kritis ekonomi global.
3. Rusia dan industri pertahanan berpotensi diuntungkan, sementara warga sipil paling rentan.


Presiden AS Donald Trump disebut telah menyiapkan berbagai aset militer di Timur Tengah. Media AS melaporkan militer siap melancarkan serangan paling cepat akhir pekan ini, meskipun keputusan akhir belum diumumkan.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyebut ada dua kemungkinan.

"Sampai detik ini menurut saya masih ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, serangan ditunda karena kalau disebutkan Sabtu akan diserang itu sebagai gertakan Trump agar Iran segera menyepakati apa yang dinegosiasi antara AS dengan Iran," kata Hikmahanto kepada wartawan, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca juga:
Board of Peace Digelar, Mengapa Indonesia Jadi Sorotan AS

"Mungkin AS menganggap Iran mengulur-ulur untuk sampai pada kesepakatan," tambah Hikmahanto.

"Kemungkinan kedua memang Trump akan lakukan serangan. Bila ini terjadi, Iran sudah menyiapkan diri. Bahkan sejumlah pesawat militer Rusia sudag datang ke Iran. Sepertinya Rusia akan mendukung Iran," katanya.

"Bila ini terjadi perang akan meluas. Bukannya tidak mungkin Iran akan menyerang Israel karena tahu kelemahan AS ada di Israel," tambahnya.

"Kalau kemungkinan pertama maka ini menjadi pukulan pada Trump. Karena di AS Trump disebut sebagai TACO atau Trump Always Chicken Out (Trump akan Takut dengan Keputusannya)," katanya.

Perang AS–Iran: Dampak ke Selat Hormuz dan Harga Minyak
IRGC menggelar manuver militer di teluk Persia dan Selat Hormuz, Jumat, 24 Januari 2025. Foto: Parstoday
 

Selat Hormuz dan Risiko Ekonomi Global
Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz. Jalur ini menjadi lintasan sekitar 20–30 persen pasokan minyak dunia serta ekspor LNG global.

Gangguan atau penutupan selat dapat memicu lonjakan harga energi, inflasi global, dan tekanan terhadap negara berkembang yang bergantung pada impor energi.

Rusia, China, dan Industri Pertahanan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut serangan sebagai “bermain api”. Lonjakan harga energi berpotensi menguntungkan Moskow sebagai eksportir besar.

Di sisi lain, konflik besar hampir selalu diikuti kenaikan kontrak pertahanan bagi perusahaan seperti Lockheed Martin dan Northrop Grumman.

Baca juga:
Misteri dan Kronologi Jatuhnya Air Tractor AT-802 di Nunukan

Namun keuntungan struktural ini berbanding terbalik dengan risiko instabilitas pasar, gejolak ekonomi global, serta krisis kemanusiaan jika konflik meluas.

Siapa Paling Rentan?
Jika konflik berubah menjadi perang terbuka, pihak paling rentan adalah warga sipil—baik di Iran, Israel, maupun negara-negara kawasan Teluk. Selain korban jiwa, potensi pengungsian massal dan gangguan ekonomi lintas negara menjadi konsekuensi nyata.

Di tengah retorika keras, pertanyaan mendasarnya tetap sama: apakah ancaman militer benar-benar strategi diplomasi, atau dunia sedang berada di ambang konflik besar berikutnya?

 

Baca juga:
Waktu Puasa 2026! Ini Waktu Imsak, Subuh dan Magrib Ramadan 2026

"Serangan Amerika Serikat ke Iran berpotensi memicu instabilitas kawasan, lonjakan harga minyak global melalui Selat Hormuz, serta menguntungkan industri pertahanan dan eksportir energi tertentu."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AS #Iran #SelatHormuz #Geopolitik #EkonomiGlobal #TimurTengah

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال