Bangka Belitung Darurat Cuaca Ekstrem: Nelayan Berhenti, Warga Kebanjiran

GalaPos ID, Bangka Belitung.
Cuaca ekstrem kembali menekan masyarakat pesisir Bangka Belitung. Di Kecamatan Koba, nelayan terpaksa menghentikan seluruh aktivitas melaut selama dua hari terakhir akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Pada saat yang sama, banjir rob merendam 593 rumah di Kecamatan Mentok dan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Nelayan dan Picu Banjir Rob di Bangka Belitung
Kecamatan Mentok dan Parittiga terdampak banjir rob akibat pasang tinggi dan hujan deras, meski sebagian warga sudah kembali setelah air surut. Foto: Yuranda

“Cuaca ekstrem menghentikan aktivitas nelayan dan merendam ratusan rumah. Bangka Belitung kembali diuji tanpa kepastian mitigasi bencana jangka panjang.”

Baca juga:

Gala Poin:
1. Gelombang tinggi menghentikan aktivitas nelayan Koba, memutus pendapatan harian mereka.
2. Banjir rob merendam 593 rumah di Bangka Barat tanpa menimbulkan pengungsian tetapi memicu masalah kesehatan.
3. BPBD memberi peringatan cuaca ekstrem berlanjut, namun belum ada mitigasi permanen yang diimplementasikan.


Situasi ini memperlihatkan kerentanan masyarakat pesisir yang kian meningkat ketika perubahan cuaca tidak diimbangi kesiapsiagaan dan infrastruktur mitigasi yang memadai.

“Kami tidak turun ke laut dan sudah beristirahat selama dua hari karena gelombangnya besar, apalagi kami hanya menggunakan perahu kecil. Jadi kami tidak mendapatkan ikan karena ombak terlalu tinggi,” ujar Rustam, nelayan Koba, Selasa, 9 Desember 2025.

“Kami sudah kesulitan mencari ikan karena tidak bisa melaut. Ombaknya terlalu besar,” tambah Muhammad Yani, nelayan lainnya.

Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan, membuat nelayan rentan kehilangan pendapatan tanpa jaring pengaman sosial memadai.

Baca juga:
Tersangka Kasus Persetubuhan Anak Ditangguhkan, Keluarga Korban Protes

Ditempat terpisah, BPBD Bangka Tengah mengimbau nelayan mengutamakan keselamatan dengan memantau informasi cuaca secara berkala.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG. Untuk para nelayan, jika kondisi cuaca kurang baik, diharapkan tidak melaut terlebih dahulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Yudhi Sabara, Kepala BPBD Bangka Tengah, Selasa, 9 Desember 2025.

Di kawasan lain, pada saat bersamaan, banjir rob melanda pesisir Bangka Barat akibat kombinasi pasang tinggi dan hujan deras.

“Untuk korban hingga saat ini tidak ada. Namun ada beberapa warga yang sakit dan sudah ditangani oleh rekan-rekan dari Dinas Kesehatan di Tanjung Laut... Sekarang sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing karena air telah surut,” kata Safrizal, Kepala BPBD Bangka Barat, Selasa, 9 Desember 2025.

Bangka Belitung Darurat Cuaca Ekstrem: Nelayan Berhenti, Warga Kebanjiran
 

Meski air telah surut, Safrizal menilai banjir rob tahunan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah karena terjadi berulang tanpa penanganan struktural yang jelas. Ia menyebut dua opsi yang mungkin dilakukan: pembangunan pintu air atau relokasi warga. Namun belum ada kejelasan eksekusi.

Dengan nelayan tak bisa melaut dan banjir rob terus menghantam pesisir, masyarakat kembali berharap pada langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang—bukan sekadar peringatan setiap kali bencana datang.

 

Baca juga:
Gedung Terra Drone Terbakar, Damkar Sulit Tembus Lantai Enam

"Gelombang tinggi memaksa nelayan Koba berhenti melaut sementara banjir rob merendam 593 rumah di Bangka Barat. BPBD memperingatkan cuaca ekstrem masih akan berlangsung, tetapi solusi permanen belum terlihat."

#Cuaca #Ekstrem #BangkaBelitung #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال