GalaPos ID, Jakarta.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas per 10 November 2025. Dengan izin ini, BSI kini mengelola tiga kegiatan usaha bulion, yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas.
Kini investasi emas lebih mudah, aman, dan terjangkau mulai Rp50 ribu, didukung aplikasi BYOND by BSI.
"Dari Rp50 ribu hingga 2 gram, emas kini bisa dimiliki siapa saja, kapan saja, dan dijual secara real time – inilah strategi BSI memperkuat ekosistem bulion nasional."
Baca juga:
- Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polisi
- AI di Asuransi Harus Aman, Wamen Komdigi Tekankan Pentingnya Perlindungan Data
- Kasus Ethereum dan Bitcoin Ini Buktikan Risiko Human Error di Kripto
Gala Poin:
1. BSI resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas, memperkuat ekosistem bulion nasional.
2. Investasi emas kini terjangkau mulai Rp50 ribu, aman, dan bisa dicetak atau dijual real time.
3. Bisnis bulion mendorong pertumbuhan laba bersih BSI dan menambah kepercayaan nasabah.
Jasa Simpanan Emas memungkinkan nasabah menyimpan emas di bank untuk pembiayaan emas (gold-to-gold) atau perdagangan emas.
Sementara Jasa Penitipan Emas menghasilkan pendapatan berbasis imbal jasa, dan jasa perdagangan emas meliputi jual-beli emas batangan terstandarisasi.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan pada acara Bullion Connect, Rabu, 12 November 2025, di Jakarta, “Aktivitas bulion ini membuat investasi emas menjadi lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.” Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat memiliki emas mulai Rp50 ribu atau setara 0,02 gram, serta mencetak emas mulai 2 gram. Dana hasil penjualan emas langsung masuk ke rekening nasabah secara real time.
Baca juga:
Roy Suryo Cs Dipanggil Polisi, Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru
Sejak peluncuran hingga 30 September 2025, BSI mencatat pertumbuhan nasabah yang signifikan. Jumlah nasabah rekening emas menembus 200.238, meningkat 94,98% sepanjang tahun.
Penjualan emas melalui BYOND by BSI mencapai 1,06 ton, dengan fee based income sekitar Rp70 miliar. Pertumbuhan saldo emas naik 159,78%, dengan total kelolaan emas sebesar 1,15 ton atau Rp2,55 triliun.
Selain memudahkan masyarakat berinvestasi, kegiatan usaha bulion juga mendorong pertumbuhan laba bersih BSI hingga Rp5,57 triliun, tumbuh 9,04% YoY, sementara bank lain mengalami tekanan profitabilitas.
Bob menambahkan, “Banyak peluang untuk mengembangkan pasar emas Indonesia, karena permintaan emas per kapita konsumen merupakan yang terendah di Asia Tenggara, yaitu hanya 0,17 gram per orang.”
![]() |
| Gelaran Bullion Connect 2025, di Ballroom The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 November 2025. (BSI/Istimewa) |
BSI berharap dukungan pemerintah dan regulator dapat memperkuat likuiditas dan profitabilitas, termasuk melalui mekanisme REPO emas dan pencatatan simpanan emas On-Balance-Sheet.
Baca juga:
Pengguna Bitcoin Rugi Rp1,7 M Akibat Salah Input Biaya Transaksi
"PT Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas. Kini investasi emas lebih mudah, aman, dan terjangkau mulai Rp50 ribu, didukung aplikasi BYOND by BSI."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Investasi #Emas #BRIS
.jpg)
.jpg)