GalaPos ID, Jakarta.
Daripada terobsesi pada ilusi "hafal cepat dalam semalam", kepentingan publik yang lebih besar adalah mengembangkan strategi belajar yang berkelanjutan dan manusiawi.
Artikel ini tidak menjanjikan keajaiban, tetapi memberikan pendekatan pragmatis untuk mengelola tuntutan hafalan dalam sistem pendidikan dan kerja kita.
"Alih-alih berfokus pada "hafal cepat" yang instan, artikel ini menawarkan perspektif pragmatis bagi pelajar dan pekerja: bagaimana mengelola beban hafalan dengan strategi yang berkelanjutan dan meminimalkan stres, dalam sebuah sistem yang seringkali mengutamakan hafalan."
Baca juga:
- Forum Betawi Rempug Deklarasi Damai Jaga Harmoni Bangsa
- FBR dan FKULUM Gelar Doa Bersama, Komitmen Jaga Jakarta
- Wartawan Diteror di Siantar, Rumah Didobrak Dua Pria Tak Dikenal
Gala Poin:
1. Menggeser fokus dari hafal cepat (cramming) menuju teknik belajar berkelanjutan seperti spaced repetition dan Pomodoro Technique yang lebih efektif untuk memori jangka panjang dan kesehatan mental.
2. Pentingnya pengelolaan waktu dan fokus pada satu materi secara mendalam untuk membangun pemahaman yang kokoh, dibandingkan dengan multitasking yang tidak efektif.
3. Tidak hanya memberikan tips, tetapi juga mengajak pembaca untuk kritis terhadap sistem yang menciptakan beban hafalan berlebihan, dan mendorong pendekatan belajar yang lebih manusiawi dan berbasis pemahaman.
Strategi yang Layak Dipertimbangkan:
1. Spaced Repetition (Pengulangan Berjarak): Ini adalah lawan dari sistem "sks" (sistem kebut semalam). Alih-alih membaca berulang kali dalam satu waktu panjang, teknik ini menyarankan untuk mengulang materi dengan interval yang semakin lama.
Otak lebih mudah mengingat sesuatu yang diulang secara berkala daripada yang dipaksakan sekaligus. Gunakan flashcard atau aplikasi khusus untuk menerapkannya.
2. Teknik Pomodoro: Untuk menjaga fokus dan menghindari kelelahan otak, beri jeda.
Teknik 25 menit belajar fokus diikuti istirahat 5 menit terbukti lebih efektif untuk retensi memori daripada marathon berjam-jam tanpa jeda. Ini selaras dengan nasihat untuk "istirahat barang sejenak".
Baca juga:
Warisan Seni Islam Aceh, Spiritualitas Digerus Pragmatisme
3. Fokus pada Satu Materi: Poin ini sangat valid.
"Alih-alih ingin langsung menghafal beberapa topik materi dalam satu waktu, yang harus Anda lakukan adalah fokus terhadap satu materi terlebih dahulu."
Multitasking adalah musuh memori. Fokus pada satu konsep hingga paham sebelum beralih sangat penting untuk pemahaman mendalam.
4. Menghubungkan dengan Realita (Buat Cerita): Teknik membuat cerita bukan sekadar kreatif, tetapi tentang menciptakan "jembatan" yang memudahkan otak menemukan kembali informasi.
Semakin banyak koneksi neural yang terbentuk untuk sebuah informasi, semakin kuat ingatan tersebut tertanam.
Kritik terhadap Sistem
Pembahasan tentang menghafal tidak bisa dilepaskan dari kritik terhadap sistem pendidikan yang masih sering mengutamakan hafalan (rote learning) daripada pemahaman konseptual.
Publik, terutama pelajar, didorong untuk mencari cara "bertahan" dalam sistem ini, sementara kita juga harus terus mendorong evolusi sistem menuju evaluasi yang lebih mengukur kemampuan analisis dan kreativitas.
Baca juga:
Obat atau Jamu, Ampuh Atasi Pegal Linu?
"Daripada stres mencari cara menghafal semalam yang ajaib, mungkin yang perlu kita ubah adalah strategi mengelola beban informasi itu sendiri. Bagaimana bertahan dalam sistem yang menuntut hafalan, tanpa mengorbankan kesehatan mental?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Tips #Belajar #Edukasi
.jpeg)
.jpeg)