GalaPos ID, Sulsel.
Sorak-sorai menggema di sepanjang pesisir Kepulauan Selayar, Senin, 25 Agustus 2025, ketika Festival Merdeka Opu Karajeng resmi digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Di antara semua kegiatan meriah yang berlangsung, satu perlombaan paling menyedot perhatian: lomba tarik tambang perahu.
“Perahu-perahu di Selayar tak sekadar untuk melaut. Di Festival Opu Karajeng, perahu menjadi arena adu kekuatan, adu semangat, dan simbol bahwa kemerdekaan adalah perjuangan yang harus terus didayung bersama.”
Baca juga:
- 9 Usaha Anak Muda yang Menjanjikan di Era Digital 2025
- Demo DPR, Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi
- Generasi Aceh Kehilangan Arah 20 Tahun Setelah Perdamaian
Gala Poin:
1. Tarik tambang perahu menjadi magnet utama Festival Opu Karajeng, diikuti oleh 21 tim dan menyedot perhatian besar dari masyarakat lokal.
2. Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga momentum membangun semangat kolektif, kerja sama, dan nilai-nilai sportivitas antarwarga.
3. Kegiatan dirangkaikan dengan berbagai perlombaan tradisional dan sajian UMKM lokal, menunjukkan potensi budaya dan ekonomi masyarakat Kepulauan Selayar.
Sebanyak 21 tim berlaga di atas air, bukan untuk sekadar menang, melainkan untuk menunjukkan kekompakan dan daya juang.
Di balik tawa dan teriakan penyemangat, tersembunyi denyut rasa bangga dan cinta tanah air yang kuat.
“Sebanyak 21 tim ikut serta dalam lomba tarik tambang perahu ini. Kami sangat bangga melihat semangat masyarakat yang begitu besar dalam menyemarakkan Festival Merdeka Opu Karajeng guna memeriahkan HUT RI ke-80,” ujar Sumardi, Ketua Panitia Festival dalam leterangan resmi yang diterima GalaPos ID, Senin, 25 Agustus 2025.
Baca juga:
Sasirangan: Bukan Hanya Tradisi, Kini Jadi Tren Internasional
Bukan hal biasa melihat perahu dijadikan alat adu kekuatan.
Tapi di Selayar, inovasi ini menjadi simbol lokal yang kuat: bahwa perjuangan, seperti mendayung melawan arus, membutuhkan kebersamaan dan semangat tak henti.
Babak penyisihan berlangsung sengit. Setiap tim berusaha mengerahkan tenaga dan strategi terbaiknya agar bisa lolos ke tahap berikut.
Di pinggir arena, masyarakat tumpah ruah, memberikan semangat tiada henti.
Namun Festival Merdeka Opu Karajeng tak berhenti di tarik tambang.
Berbagai perlombaan tradisional, hiburan rakyat, hingga sajian UMKM lokal turut menyemarakkan hari kemerdekaan.
Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam atmosfer penuh suka cita.
Bagi masyarakat Selayar, kemerdekaan bukan hanya seremoni atau seremoni bendera di lapangan.
Baca juga:
Beras Murah di Batang Kuis, Operasi Pasar TNI dan Bulog
Ia hidup dalam permainan, dalam tawa, dan dalam semangat gotong royong.
Opu Karajeng membuktikan bahwa peringatan HUT RI bisa menjadi ruang penguatan budaya lokal sekaligus panggung ekspresi rakyat.
Di atas ombak, perahu ditarik penuh semangat. Tapi lebih dari itu, rakyat Selayar sedang menarik kembali jati dirinya—bahwa mereka merdeka, karena mereka bersama.
Baca juga:
Misteri Arca Warisan Abad ke-8 dari Lubang Saluran Air Mlati
“Puluhan tim adu kekuatan di atas air, bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk mengikat semangat kemerdekaan. Festival Merdeka Opu Karajeng di Kepulauan Selayar berubah menjadi panggung besar kebersamaan rakyat — diwarnai sorak-sorai, tawa, dan semangat juang yang tak pernah padam meski usia kemerdekaan RI kini genap 80 tahun.”
#FestivalOpuKarajeng #SelayarMerdeka #LombaTarikTambangPerahu #RakyatBerdaulat #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia