Metabolisme Melambat, Gaya Hidup Jadi Tersangka Utama

GalaPos ID, Jakarta.
Banyak orang menyepelekan pentingnya sistem metabolisme tubuh, padahal gangguan pada sistem ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan.
Mulai dari kenaikan berat badan, penurunan energi, hingga meningkatnya risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas.

Gaya Hidup Modern dan Ancaman Metabolisme Lambat

 

"Berat badan naik tanpa sebab jelas sering dianggap masalah sepele. Namun, benarkah itu murni faktor usia, atau justru alarm dari metabolisme tubuh yang mulai melambat akibat gaya hidup kita sendiri?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Metabolisme lambat sering dipicu gaya hidup, bukan semata faktor genetik.
2. Kurang tidur, diet ekstrem, dan dehidrasi menjadi penyebab utama.
3. Pola makan tidak sehat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.


Pakar kesehatan menyebut faktor genetik dan hormon memang berperan dalam kecepatan metabolisme. Namun, gaya hidup tidak sehat justru menjadi faktor dominan yang sering diabaikan. Kebiasaan harian yang tampak sepele dapat secara perlahan memperlambat cara tubuh membakar energi.

Salah satu pemicunya adalah kurang tidur. Kebiasaan begadang, baik karena pekerjaan, hiburan, maupun aktivitas sosial, mengacaukan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi secara optimal. Kurang tidur juga mendorong pola makan larut malam yang memperburuk kerja metabolisme dan meningkatkan risiko diabetes.

Selain itu, diet ketat demi menurunkan berat badan cepat justru dapat menjadi bumerang. Saat asupan kalori ditekan secara ekstrem, tubuh beradaptasi dengan memperlambat metabolisme dan mengorbankan massa otot demi bertahan hidup.

Baca juga:
Zona Merah Literasi, Pemuda Lembata Bergerak dari Bawah

Dehidrasi juga berkontribusi besar. Kekurangan cairan membuat organ tubuh bekerja lebih lambat, termasuk sistem metabolisme. Tanpa asupan air yang cukup, proses pembakaran energi tidak berjalan maksimal.
 
Masalah lain muncul dari pola konsumsi garam yang tidak tepat. Beberapa jenis garam non-yodium yang populer disebut-sebut lebih sehat, tetapi justru berisiko menghambat kinerja kelenjar tiroid yang membutuhkan yodium untuk mengatur metabolisme.

Tak kalah penting, kekurangan kalsium, stres kronis, dan kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan dan makanan cepat saji juga terbukti memperburuk metabolisme. Lemak jenuh berlebih dapat memicu resistensi insulin yang mengacaukan sistem pembakaran energi tubuh.

Jika dibiarkan, metabolisme yang melambat bukan sekadar soal berat badan, melainkan ancaman jangka panjang bagi kesehatan publik.

Metabolisme Melambat, Gaya Hidup Jadi Tersangka Utama

 

Metabolisme tubuh wanita adalah proses kompleks mengubah makanan jadi energi, dipengaruhi faktor seperti hormon, usia (melambat saat menopause), dan hormon tiroid, yang cenderung lebih lambat dibanding pria karena wanita menyimpan lebih banyak lemak tubuh untuk reproduksi, namun bisa dioptimalkan dengan diet protein, olahraga teratur (termasuk beban), tidur cukup, kelola stres, dan hidrasi yang baik.

Karakteristik Metabolisme Wanita
- BMR lebih rendah: Wanita umumnya memiliki Basal Metabolic Rate (BMR) atau laju metabolisme istirahat yang lebih rendah dibandingkan pria.

- Penyimpanan lemak: Wanita cenderung menyimpan lemak lebih banyak (terutama subkutan di pinggul/paha) untuk fungsi kesuburan, yang membuat penurunan berat badan lebih sulit dibandingkan pria.

Baca juga:
Prediksi Harga Ripple (XRP) 2025–2030, Peluang dan Risiko 

- Perubahan hormon: Perubahan hormon saat perimenopause dan menopause bisa memperlambat metabolisme dan memicu kenaikan berat badan.

- Gangguan tiroid: Wanita lebih rentan mengalami gangguan tiroid (hipotiroidisme/hipertiroidisme) yang memengaruhi metabolisme, terutama setelah melahirkan atau menopause.

Cara Meningkatkan Metabolisme Wanita
- Protein: Perbanyak asupan protein karena tubuh butuh lebih banyak energi untuk mengolahnya, membantu membangun otot dan mengikat lemak.

- Olahraga: Kombinasikan kardio (interval intensitas tinggi) dan latihan kekuatan (angkat beban) untuk membangun massa otot, yang meningkatkan pembakaran kalori.

- Hidrasi: Minum cukup air putih.

Baca juga:
Investasi Bitcoin Legal OJK, Platform Terbaik & Strategi DCA

- Tidur: Pastikan tidur 7-9 jam untuk mengatur hormon lapar dan mengurangi penyimpanan lemak.

- Kelola Stres: Stres tinggi dapat meningkatkan berat badan.

- Konsumsi Makanan Sehat: Batasi gula, lemak jenuh, dan natrium; konsumsi makanan berserat, kalsium, dan vitamin.

- Bergerak Aktif: Hindari duduk terlalu lama; bangkit dan bergerak setiap jam.

 

Ciri Metabolisme Lambat
- Gampang lelah dan kurang bertenaga.
- Sulit menurunkan atau mudah menaikkan berat badan.
- Sering kedinginan.
- Pencernaan lambat atau sembelit.
- Kondisi kulit kering dan kusam.

 

 

Berat Badan Naik Diam-Diam? Metabolisme Tubuh Bisa Jadi Biang Keladi



Dukung produktivitas portal GalaPos ID agar terus menghadirkan informasi bermanfaat, inspiratif, dan membangun. Kontribusi dan donasi Anda membantu kami menyebarkan kabar baik sekaligus mendukung perkembangan UMKM lokal Nusantara.

Traktir




Hashtag:
Hindari Scam Penggandaan Bitcoin, Tips Investasi Kripto Legal Indonesia

"Metabolisme tubuh yang melambat kerap dipicu gaya hidup tidak sehat. Kurang tidur, diet ekstrem, hingga stres kronis dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #MetabolismeTubuh #GayaHidupSehat #KesehatanPublik

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال