GalaPos ID - Iklan Banner

Program Biomassa BUM Desa Diluncurkan, Mendes Yandri: Jangan Sekadar Seremonial!

GalaPos ID, Serang.
Limbah yang selama ini dianggap tidak berguna didorong menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi bagi masyarakat desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta pengembangan teknologi biomassa oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) diarahkan untuk mengoptimalkan potensi limbah lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan.

Limbah Jadi Energi Alternatif, Mendes Yandri Tantang PLN EPI Perluas Program
Sampah bisa jadi energi, desa bisa jadi produsen, dan limbah bisa berubah menjadi sumber cuan. Mendes Yandri mendorong program biomassa berbasis BUM Desa agar diperluas ke seluruh Indonesia. Dengan 75.266 desa, potensinya memang besar. Tetapi jangan sampai yang paling produktif justru hanya acara launching-nya. Publik menunggu bukti: berapa limbah yang berhasil diolah, berapa energi yang dihasilkan, dan berapa rupiah yang benar-benar masuk ke ekonomi masyarakat desa? Foto: ist

"Indonesia punya 75.266 desa. Bayangkan jika limbah dari setiap desa bisa diolah menjadi energi dan sumber pendapatan baru. Potensinya menjanjikan, tetapi pekerjaan rumahnya juga tidak sedikit. Sebab, mengubah sampah menjadi energi membutuhkan teknologi, modal, pasar, dan pengelolaan yang serius. Bukan sekadar mengganti tulisan sampah menjadi biomassa di atas spanduk."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Limbah menjadi sumber energi alternatif: Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi pengembangan teknologi PLN EPI yang memungkinkan limbah turunan produk unggulan diolah menjadi biomassa bernilai ekonomi.
2. Program biomassa ingin diperluas: Pemerintah mendorong pengembangan program melalui BUM Desa, dari desa percontohan di Kabupaten Serang menuju lebih banyak desa di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya lokal.
3. Realisasi menjadi tantangan utama: Keberhasilan program membutuhkan teknologi, investasi, kepastian pasar, ketersediaan bahan baku, kemampuan pengelolaan BUM Desa, dan pengawasan dampak lingkungan.


Yandri menilai pemanfaatan limbah menjadi biomassa dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan kemandirian energi desa. Namun, ia mengingatkan program tersebut harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar berhenti pada kegiatan peluncuran.

Dorongan itu disampaikan saat peluncuran Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di GOR Jaya Baya, Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri mengapresiasi penelitian dan pengembangan teknologi PT PLN EPI yang dinilai mampu mengolah material sisa atau limbah turunan dari berbagai produk unggulan menjadi sumber energi alternatif.

"Dulu mungkin orang melihat limbah, turunan dari produk-produk andalan, itu tidak ada manfaatnya. Itu ternyata dengan kecanggihan teknologi, dan terus dilakukan penelitian-penelitian, bahwa tadi yang dianggap sampah tidak berguna, cenderung membebani alam semesta, ternyata itu bisa kita geser menjadi energi alternatif," kata Yandri, dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Baca juga:
10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi 


Menurut Yandri, peluncuran program biomassa harus menjadi awal dari komitmen bersama untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi desa. PT PLN EPI dan BUM Desa diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan awal, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan agar sumber daya lokal dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Saya berharap betul, launching hari ini bukan sekedar seremonial. Tapi ini juga sebagai tonggak keseriusan kita, bukan hanya kita ingin gagah-gagahan Bapak/Ibu. Sebenarnya itu ujungnya tadi kita ingin memastikan. Potensi apapun di desa bisa dimaksimalkan," jelas Mendes Yandri.

Mendes PDT tersebut juga mendorong agar program pengembangan biomassa tidak hanya terkonsentrasi di tiga desa percontohan di Kabupaten Serang. Ia berharap cakupannya diperluas ke lebih banyak wilayah sehingga potensi limbah dan sumber daya lokal dapat dimanfaatkan oleh desa-desa lain di Indonesia.

Yandri menilai skala pengembangan program perlu disesuaikan dengan besarnya potensi desa nasional. Dengan jumlah 75.266 desa di Indonesia, peluang membangun ekosistem biomassa berbasis sumber daya lokal dinilai terbuka luas.

"Oleh karena itu, ini harus kita kawal, tidak boleh hanya sekedar launching. Tadi baru dua desa, targetnya jadi enam desa, sepuluh desa, itu terlalu sedikit menurut saya. Karena jumlah desa di Indonesia itu sebanyak 75.266 desa," pungkasnya.

Dari Sampah Jadi Energi, Mendes Yandri Ingin Biomassa Menjangkau Desa se-Indonesia
Limbah menjadi sumber energi alternatif: Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi pengembangan teknologi PLN EPI yang memungkinkan limbah turunan produk unggulan diolah menjadi biomassa bernilai ekonomi. Program biomassa ingin diperluas: Pemerintah mendorong pengembangan program melalui BUM Desa, dari desa percontohan di Kabupaten Serang menuju lebih banyak desa di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya lokal.

Meski demikian, perluasan program biomassa membutuhkan lebih dari sekadar penambahan jumlah desa peserta. Ketersediaan bahan baku, teknologi pengolahan, investasi fasilitas, kepastian pembeli produk, standar kualitas biomassa, serta kemampuan pengelolaan BUM Desa menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan program.

Aspek lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Pengolahan limbah menjadi energi harus memperhitungkan proses produksi, biaya operasional, dampak lingkungan, dan manfaat bersih yang diterima masyarakat. Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi alternatif energi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tanpa memunculkan persoalan lingkungan baru.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, Direktur Utama PT PLN EPI Rakhmad Dewanto, serta Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir.

Mendes Yandri hadir didampingi jajaran pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Target memperluas program biomassa ke berbagai desa kini menjadi tantangan bagi pemerintah, PLN EPI, dan BUM Desa. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah desa yang mengikuti peluncuran, tetapi juga dari kemampuan program mengolah limbah secara berkelanjutan, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

 

 

 

Baca juga:
Sinergi Lintas Sektor Kawal Pengamanan Hutan Gunung Sumbing

Dulu dibuang karena dianggap sampah, sekarang limbah didorong menjadi sumber energi alternatif. Mendes Yandri ingin potensi biomassa dikembangkan melalui BUM Desa di seluruh Indonesia. Namun, ada satu pertanyaan penting: apakah yang akan berkembang benar-benar ekonomi desa, atau hanya jumlah acara peluncuran program?

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BiomassaIndonesia #BUMDesa #EnergiAlternatif #EkonomiDesa #PembangunanDesa

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال