GalaPos ID, Labuan Bajo.
Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan pengibaran bendera. Di tengah persaingan industri pariwisata global, semangat persatuan dan nasionalisme juga perlu diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, inovasi, serta pelayanan berkualitas kepada wisatawan.
"Bendera boleh berkibar tinggi, tetapi apakah kualitas pelayanan pariwisata Indonesia sudah ikut naik kelas? Di Labuan Bajo, peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa nasionalisme tidak cukup berhenti di podium upacara."
Baca juga:
- 10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi
- Sinergi Lintas Sektor Kawal Pengamanan Hutan Gunung Sumbing
- Salam Tiga Jari dan Kritik Kekuasaan: Simbol atau Sekadar Tren?
Gala Poin:
1. Nasionalisme melalui profesionalisme: Semangat Sumpah Pemuda diwujudkan melalui integritas, inovasi, kolaborasi, dan pelayanan berkualitas.
2. Pekerja hotel sebagai duta bangsa: Kualitas pelayanan insan perhotelan turut menentukan citra Indonesia di mata wisatawan mancanegara.
3. Tiga nilai utama pariwisata: Patriotisme, kegigihan menghadapi perubahan industri, serta empati dan kolaborasi menjadi pesan utama peringatan di Meruorah Komodo Labuan Bajo.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo melalui upacara bendera di pelataran hotel, Rabu, 28 Oktober 2026, pada pagi hari waktu setempat.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen dan staf hotel. Pelaksana Tugas (Plt.) General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Gede Adi Yulyawan, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Gede menegaskan bahwa semangat patriotisme pada masa kini dapat diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Menurutnya, insan perhotelan memiliki peran strategis sebagai duta bangsa. Pelayanan yang diberikan kepada wisatawan, khususnya mancanegara, turut membentuk persepsi tentang keramahan, kualitas sumber daya manusia, dan citra positif Indonesia.
Baca juga:
Saham MSIN Disuspensi BEI, Anjlok 75% Sejak Awal Tahun
Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tiga nilai utama. Pertama, patriotisme yang diwujudkan melalui profesionalisme dalam bekerja. Kedua, kegigihan dalam menghadapi perubahan dan tantangan industri pariwisata. Ketiga, empati dan kolaborasi sebagai fondasi membangun hubungan kerja yang kuat.
Di tengah perkembangan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi internasional, profesionalisme sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting yang tidak dapat diabaikan. Keindahan alam dan daya tarik destinasi perlu berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan serta kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi tuntutan wisatawan.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Meruorah Komodo Labuan Bajo menegaskan komitmennya untuk mendukung kemajuan pariwisata daerah sekaligus menjaga citra Indonesia sebagai destinasi berkelas dunia.
Pada akhirnya, makna Sumpah Pemuda dalam industri pariwisata tidak berhenti pada seremoni tahunan. Semangat persatuan dan kebangsaan perlu tercermin dalam tindakan nyata, termasuk bagaimana setiap insan pariwisata menjalankan profesinya dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung.
Penulis: Eras NN
Baca juga:
Gempa M 5,4 di Selatan DIY, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan
Wisatawan datang untuk menikmati keindahan Indonesia, bukan menguji kesabaran menghadapi pelayanan. Lantas, apa arti Sumpah Pemuda bagi industri pariwisata jika profesionalisme belum menjadi budaya kerja?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SumpahPemuda2026 #LabuanBajo #PariwisataIndonesia #MeruorahKomodo #ProfesionalismePariwisata #PemudaIndonesia #WonderfulIndonesia
.jpg)
.jpg)