GalaPos ID, Batu Bara.
Pemadaman listrik berulang dikeluhkan warga Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Dalam sehari, aliran listrik disebut padam dan menyala hingga lima kali. Warga mengaku kondisi tersebut membuat sejumlah peralatan elektronik rusak dan mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kerugian mereka.
"Tagihan listrik datang tepat waktu, tetapi listriknya justru “datang dan pergi” berkali-kali. Kini warga Batu Bara menunggu jawaban PLN."
Baca juga:
- 10 Tahun CICIL, Dari Pembiayaan Pendidikan ke Pendanaan Produktif
- Ayat Al-Qur’an Dikaitkan Promosi Newport, PBB DKI Siap Lapor Polisi
- Liputan di Kemenko Polkam, Motor Reporter iNews Malah Raib
Gala Poin:
1. Warga Nibung Hangus mengeluhkan listrik padam-hidup hingga lima kali sehari dan mengaku sejumlah alat elektronik terdampak.
2. Warga mempertanyakan tanggung jawab PLN, terutama jika kerusakan peralatan terbukti berkaitan dengan gangguan kelistrikan.
3. UPT PLN Tanjung Tiram belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab, cakupan gangguan, maupun mekanisme penanganan keluhan warga.
Keluhan tersebut disampaikan Muliati, warga Desa Lima Laras, Selasa, 11 Agustus 2026. Ia mengaku pemadaman dilakukan berulang kali meski kondisi cuaca sedang cerah.
Menurut Muliati, gangguan tersebut bukan sekadar membuat aktivitas rumah tangga terganggu. Sejumlah peralatan elektronik, mulai dari bola lampu, penanak nasi, hingga kulkas, disebut terdampak.
Lima Kali Padam dalam Sehari
Muliati mempertanyakan pemadaman yang terjadi berulang kali. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kewajiban pelanggan membayar tagihan listrik tepat waktu.
"Hajab betul lah masak listrik padam hidup sampai lima kali dalam sehari ini. Rusak habis barang-barang elektronik jadinya. Kalau bayar listrik kita telat saja didenda, heboh. Tapi kalau kayak gini kita yang merugi. Bola lampu putus, mau mereka tanggung jawab?" ucapnya kesal.
Keluhan tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih besar dari sekadar listrik padam. Bagi pelanggan, listrik merupakan layanan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, pekerjaan, perdagangan, hingga penggunaan berbagai perangkat elektronik.
Pemadaman yang terjadi berulang kali juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi peralatan elektronik, terutama jika gangguan disertai perubahan tegangan atau kondisi teknis lainnya.
Baca juga:
Muliati mengatakan pemadaman terjadi ketika cuaca tidak sedang hujan. Ia berharap pihak PLN segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami warga.
"Harapan saya kepada pihak PLN, manajer yang katanya baru ini tolong perhatikan kami pengguna listrik negara ini. Jangan sesuka hati padam hidupkan aliran listrik," lanjutnya.
Bagi warga, persoalan utamanya bukan hanya kapan listrik menyala kembali, tetapi juga kepastian mengenai penyebab gangguan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jika kerusakan peralatan memang berkaitan dengan gangguan kelistrikan, warga tentu membutuhkan mekanisme yang jelas untuk menyampaikan pengaduan dan mengetahui bagaimana persoalan tersebut ditangani.
PLN Belum Beri Penjelasan
Hingga berita ini diterbitkan, Unit Pelaksana Transmisi (UPT) PLN Tanjung Tiram belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pemadaman berulang di wilayah Nibung Hangus.
Belum ada pula keterangan resmi mengenai jumlah pelanggan yang terdampak, durasi masing-masing pemadaman, penyebab teknis gangguan, maupun mekanisme penanganan terhadap laporan kerusakan peralatan elektronik warga.
Ketiadaan penjelasan resmi membuat warga masih menunggu kepastian.
Di satu sisi, pelanggan dituntut memenuhi kewajiban pembayaran listrik sesuai ketentuan. Di sisi lain, ketika layanan mengalami gangguan berulang, publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab, penanganan, dan langkah pencegahan.
Pertanyaan warga sederhana: listrik kapan stabil, penyebabnya apa, dan jika benar terjadi kerusakan akibat gangguan kelistrikan, bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini berada di tangan PLN.
Penulis: Taufiq BB
Baca juga:
- Makassar Bercerita, Menyusuri Jejak Sejarah Kota Tua Makassar
- Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus ke Grogol, MRT Kapan?
Bukan lampu disko, tetapi listrik di Nibung Hangus padam-hidup sampai lima kali sehari. Bedanya, warga tidak pernah membeli tiket pertunjukannya.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BatuBara #PLN #ListrikPadam #SumateraUtara #KeluhanWarga

