Harga BBM Nonsubsidi Turun, DPR Nilai Momentum Jaga Daya Beli Masyarakat

GalaPos ID, Jakarta.
Penurunan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026 menjadi perhatian publik di tengah tekanan biaya hidup dan dinamika harga energi global.
Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menilai langkah pemerintah bersama badan usaha penyedia BBM menjadi sinyal positif untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Penurunan Harga BBM Jadi Angin Segar, Tantangan Stabilitas Energi Belum Berakhir
Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu mengapresiasi langkah pemerintah dan Kementerian ESDM yang menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan ini dinilai mencerminkan respons terhadap dinamika pasar energi sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional. Foto: istimewa

"Harga minyak dunia naik-turun, harga BBM ikut bergerak. Yang sering tertinggal hanya satu: daya beli masyarakat yang harus terus mengejar."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pemerintah dan badan usaha energi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 01 Agustus 2026 dengan sejumlah jenis BBM mengalami penurunan.
2. DPR menilai penurunan harga BBM dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, biaya distribusi, dan stabilitas ekonomi nasional.
3. Transparansi, efisiensi distribusi, dan keberlanjutan energi menjadi tantangan agar manfaat kebijakan harga benar-benar dirasakan publik.


Menurut Christiany, penyesuaian harga BBM nonsubsidi menunjukkan adanya upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kondisi pasar energi global dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga BP 92 turun dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter atau berkurang Rp540 per liter. Sementara BP Ultimate turun dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter atau turun Rp480 per liter.

Namun, tidak seluruh jenis BBM mengalami penurunan. BP Ultimate Diesel justru mengalami kenaikan dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter mengikuti perkembangan harga pasar energi global.

Christiany menilai perubahan harga tersebut menunjukkan mekanisme harga BBM nonsubsidi semakin menyesuaikan dengan faktor eksternal seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.


Harga Energi dan Dampaknya ke Ekonomi Rakyat
Bagi masyarakat, harga BBM bukan sekadar angka di papan stasiun pengisian bahan bakar. Perubahannya dapat berdampak langsung terhadap biaya transportasi, distribusi barang, harga kebutuhan pokok, hingga aktivitas industri.

Baca juga:

Christiany mengatakan stabilitas energi memiliki hubungan erat dengan daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai mampu menjaga pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar internasional.

Menurutnya, kebijakan energi harus terus diarahkan agar tidak hanya responsif terhadap perubahan harga global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pertamina Turunkan Sejumlah Harga BBM Nonsubsidi
Selain badan usaha swasta, PT Pertamina (Persero) juga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.

Harga Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Sementara Pertamax Turbo mengalami penurunan dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.

Harga BBM Nonsubsidi Dipangkas, Sinergi ESDM dan Pertamina Jadi Sorotan Publik
Harga BBM turun, kabar baik akhirnya datang ke pom bensin. Namun publik tetap menunggu: apakah penurunan beberapa ratus rupiah ini ikut menurunkan ongkos hidup, atau hanya berhenti sebagai angka manis di papan harga? Foto: fin

 

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Menurut Christiany, kondisi tersebut menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara penyesuaian harga berbasis pasar dan perlindungan terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi.


Publik Menunggu Efek Nyata Penurunan BBM
Meski penurunan harga BBM nonsubsidi menjadi kabar positif, tantangan sektor energi nasional masih cukup besar. Pemerintah tetap perlu memastikan pasokan aman, distribusi efisien, serta mekanisme penetapan harga berjalan transparan.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Christiany menilai koordinasi antara pemerintah dan badan usaha energi harus terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar memberi manfaat luas.

"Penurunan harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Saya mengapresiasi kinerja Menteri ESDM yang mampu menjaga stabilitas sektor energi nasional di tengah dinamika harga minyak dunia, serta komitmen Pertamina yang terus menghadirkan kebijakan harga yang adaptif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Ke depan, koordinasi antara pemerintah dan badan usaha energi harus terus diperkuat agar masyarakat memperoleh pasokan energi yang aman, harga yang kompetitif, serta kepastian layanan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Christiany Eugenia Paruntu, dalam keterangan yang diterima Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca juga:

 

Ia menegaskan bahwa sektor energi memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, pemerintah bersama Pertamina dan seluruh badan usaha penyedia BBM diharapkan terus menjaga ketersediaan pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memastikan setiap kebijakan harga dilakukan secara terukur dan berdasarkan kondisi pasar yang objektif.

Sebab bagi masyarakat, harga BBM bukan hanya persoalan angka per liter, tetapi berkaitan langsung dengan biaya hidup sehari-hari.

 

 

Baca juga:


BBM turun, senyum masyarakat mulai muncul. Tapi pertanyaan berikutnya sederhana: kapan harga kebutuhan pokok ikut mengikuti arah jarum pompa bensin?

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaBBM #EnergiNasional #Pertamina #DayaBeliMasyarakat #EkonomiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال