GalaPos ID, Surabaya.
Di balik tragedi kebakaran dan tenggelamnya KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Madura, secercah kepastian akhirnya mulai diterima keluarga korban. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur mengidentifikasi lima jenazah korban melalui proses identifikasi ilmiah yang melibatkan berbagai instansi.
"Di balik setiap kantong jenazah ada satu keluarga yang menunggu. Yang dicari bukan sensasi tragedi, melainkan kepastian bahwa orang tercinta akhirnya pulang dengan nama."
Baca juga:
- Diduga Langgar Site Plan, Bangunan Shila at Sawangan Dihentikan Total
- Lima Desa di Manggarai Terima Motor Hibah Imigrasi, Pengawasan TPPO Diperkuat
- Mini Soccer IJTI 2026 Jadi Ajang Perekat Jurnalis Jabodetabek, IJTI Depok Juara
Gala Poin:
1. Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban kebakaran dan tenggelamnya KM Mutiara Sentosa II melalui metode identifikasi ilmiah.
2. Operasi DVI melibatkan berbagai instansi dengan menggunakan data primer dan sekunder untuk memastikan identitas korban secara akurat.
3. Polda Jatim masih membuka Posko DVI dan mengimbau keluarga yang kehilangan anggota keluarganya untuk menyerahkan data antemortem guna mempercepat proses identifikasi korban berikutnya.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan untuk memastikan setiap korban dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga secara tepat.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, sejak insiden terjadi, Polda Jawa Timur bersama jajaran Polres di wilayah Madura bergerak cepat membangun koordinasi lintas sektor dalam penanganan korban maupun proses identifikasi.
"Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI, yakni di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya. Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur," ujar Kombes Pol. Jules Abraham Abast di Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
Kabid Dokkes Polda Jawa Timur selaku Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah Disaster Victim Identification (DVI) dengan melibatkan BPBD, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, Sie Dokkes jajaran Polres Madura, Polres KP3 Tanjung Perak, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Baca juga:
Lima korban yang berhasil diidentifikasi masing-masing adalah Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco (39), warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat; serta Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dari lima korban tersebut, jenazah Sri Indratmo Wijaya telah lebih dahulu diserahkan kepada pihak keluarga.
Meski seluruh jenazah yang diterima telah berhasil diidentifikasi, Operasi DVI belum berakhir. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban di lokasi kejadian sehingga proses identifikasi tetap berlangsung sesuai perkembangan di lapangan.
Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan diduga menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II agar segera melapor ke Posko DVI dengan membawa data antemortem. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pencocokan identitas apabila korban lain ditemukan.
"Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911," ujar Wahono.
Polda Jawa Timur juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan komitmennya untuk menjalankan Operasi DVI secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh proses identifikasi selesai.
Baca juga:
Tragedi ini kembali menunjukkan bahwa di balik setiap operasi pencarian dan evakuasi, proses identifikasi memiliki arti yang tidak kalah penting. Bagi keluarga korban, kepastian identitas bukan sekadar prosedur administrasi, melainkan akhir dari penantian panjang dan awal untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang mereka cintai.
Baca juga:
10 Budayawan Malaysia Kunjungi Makassar, Mampukah Dongkrak Pariwisata Sulsel?
7 PTN Bentuk Konsorsium Arkeologi, Mampukah Selamatkan Warisan Budaya?
Kapal bisa tenggelam dalam hitungan menit, tetapi keluarga menunggu kepastian berhari-hari. Di situlah kerja Tim DVI menjadi penentu, bukan sekadar angka korban.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KMMutiaraSentosaII #PoldaJatim #DVI #Sumenep #KeselamatanPelayaran
.jpg)
.jpg)