GalaPos ID, Jakarta.
Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko, Hasrul Azwar, menerima Royal Medal (Wissam Malaki), penghargaan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Maroko.
Penghargaan tersebut diberikan atas penilaian pemerintah Maroko terhadap kontribusinya selama menjabat sebagai Duta Besar RI di Maroko pada periode 2019–2025 dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
"Ada yang sibuk membangun citra, ada pula yang diam-diam membangun hubungan antarnegara. Royal Medal Wissam Malaki yang diterima Hasrul Azwar menjadi pengingat bahwa diplomasi tak butuh panggung besar untuk menghasilkan penghargaan besar."
Baca juga:
- Lonjakan Kasus Kekerasan di NTT, Mental Pendamping Korban Jadi Sorotan
- Akademisi NTT Kritik Safari Politik Jokowi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Konsolidasi
- Usut Kasus Asusila, Kapolres Batu Bara juga Beri Trauma Healing Korban Anak
Gala Poin:
1. Penghargaan bergengsi: Hasrul Azwar menerima Royal Medal (Wissam Malaki), penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko, atas kontribusinya selama menjabat Duta Besar RI periode 2019–2025.
2. Kontribusi diplomasi: Keberhasilannya dinilai memperkuat kerja sama Indonesia–Maroko di bidang pendidikan, ekonomi, agama, pariwisata, dan kebudayaan.
3. Pengakuan langka: Dari sepuluh Duta Besar Indonesia yang pernah bertugas di Maroko sejak 1960, hanya tiga orang yang memperoleh penghargaan prestisius tersebut.
Penghargaan diserahkan atas nama Raja Mohammed VI melalui Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, pada resepsi peringatan 27 tahun bertakhtanya Raja Mohammed VI di Four Seasons Hotel, Jakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026, malam hari waktu setempat.
Menurut Redouane Houssaini, penghargaan diberikan karena Hasrul dinilai berhasil meningkatkan kerja sama Indonesia dan Maroko di berbagai sektor strategis selama enam tahun masa penugasannya.
Kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan, ekonomi, keagamaan, pariwisata, hingga kebudayaan. Dari 10 Duta Besar RI yang pernah bertugas di Maroko sejak Indonesia membuka Kedutaan Besar di Rabat pada 1960, Hasrul menjadi satu dari tiga diplomat yang menerima penghargaan tersebut.
Meski demikian, pemerintah Maroko dalam siaran pers, tidak merinci indikator maupun capaian spesifik yang menjadi dasar pemberian penghargaan tersebut. Informasi yang disampaikan sebatas menyebut kontribusi Hasrul dalam mempererat hubungan bilateral selama masa tugasnya.
Baca juga:
Dalam kesempatan yang sama, Hasrul turut menyampaikan ucapan selamat kepada Raja Mohammed VI atas peringatan 27 tahun masa pemerintahannya serta berharap Raja senantiasa diberikan kesehatan.
Ia juga mendoakan agar kemakmuran dan kesejahteraan terus menyertai rakyat Maroko.
![]() |
| Penghargaan bergengsi: Hasrul Azwar menerima Royal Medal (Wissam Malaki), penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko, atas kontribusinya selama menjabat Duta Besar RI periode 2019–2025. Foto: istimewa |
Selama bertugas di negara tersebut, Hasrul mengaku terkesan dengan kuatnya nilai kebangsaan masyarakat Maroko yang tercermin dalam lagu kebangsaan mereka.
"Sangat kuat rasa cinta rakyat Maroko kepada sang pencipta (Allah), Tanah Air dan Raja," kata Hasrul.
Hasrul menerima penghargaan didampingi istrinya, Sri Wahyuni Santosa, serta putra bungsunya, Khairul Imam, beserta istri.
Resepsi tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, anggota DPR RI Yasonna H. Laoly, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, sejumlah tokoh nasional, serta para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, Drs. Agus Salim Ujung, menilai penghargaan tersebut layak diterima Hasrul.
"Dipercaya Pemerintahan Indonesia sampai enam tahun menjadi Dubes di Maroko, tentu karena tokoh senior HMI tersebut merupakan sosok yang istimewa dan sangat mumpuni dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Apresiasi terhadap kepemimpinan Hasrul juga datang dari jajaran KBRI Rabat saat ia mengakhiri masa tugasnya. Dalam pesan perpisahan, para staf menyebut Hasrul bukan hanya seorang duta besar, tetapi juga pemimpin, sahabat, dan keluarga bagi pegawai KBRI Rabat serta masyarakat Indonesia di Maroko dan Mauritania.
Mereka juga menilai kepemimpinan Hasrul membuka berbagai peluang kerja sama diplomatik dan memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia, Maroko, dan Mauritania selama enam tahun masa penugasannya.
Baca juga:
- Data Kekerasan Perempuan NTT Terus Naik, Pemerintah Perkuat Pencegahan TPPO
- Syarat dan Manfaat Publikasi Artikel KKN? Simak Administrasinya
Ketika sebagian elite berlomba viral karena sensasi, Hasrul Azwar justru mendapat penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko karena prestasi. Rupanya, di luar negeri, yang dihitung masih kerja nyata, bukan sekadar narasi.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HasrulAzwar #RajaMaroko #DiplomasiIndonesia #RoyalMedal #WissamMalaki
.jpg)
.jpg)
.jpg)