10 Budayawan Malaysia Kunjungi Makassar, Mampukah Dongkrak Pariwisata Sulsel?

GalaPos ID, Makassar.
Sepuluh budayawan asal Malaysia kembali mengunjungi Sulawesi Selatan dalam rangkaian diplomasi budaya yang difasilitasi Tim Pandawalim5.
Di balik agenda wisata bahari dan pertukaran budaya itu, muncul pertanyaan yang relevan bagi publik: sejauh mana kunjungan semacam ini mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan kebudayaan dan pariwisata daerah, bukan sekadar menjadi agenda seremonial lintas komunitas.

Budayawan Malaysia Kembali ke Makassar, Diplomasi Budaya atau Sekadar Seremoni?
Delegasi budaya datang dan pulang, foto bersama pun lengkap. Yang ditunggu publik berikutnya bukan sekadar kenangan, melainkan dampak nyata bagi pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Foto: istimewa

"Wisata budaya tak cukup menghadirkan tamu mancanegara. Ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat lokal ikut merasakan manfaatnya."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Tim Pandawalim5 memfasilitasi kunjungan 10 budayawan Malaysia ke Kepulauan Sangkarrang dan sejumlah destinasi budaya di Makassar.
2. Delegasi Kesumat menilai Sulawesi Selatan memiliki daya tarik kuat karena kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat.
3. Diplomasi budaya diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi pariwisata, ekonomi kreatif, dan hubungan budaya Indonesia–Malaysia, bukan sekadar agenda seremonial.


Kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi antara perkumpulan Kesumat Malaysia dengan budayawan Sulawesi Selatan, Suriady Mappagara. Selanjutnya, koordinasi pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama Tim Pandawalim5 Makassar.

Tim Pandawalim5 dipimpin Prof. Muh. Natsir Siola, dengan anggota Arwan Tjahjadi, Muh. Anwar, Suparman, dan Arjuna Asnan Amin. Tim ini menghimpun akademisi, budayawan, dan pelaku budaya yang aktif membangun jejaring sekaligus mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Sulawesi Selatan.

Selama berada di Makassar, delegasi Kesumat yang dipimpin Naemuddin mengunjungi sejumlah destinasi wisata bahari di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yakni Pulau Kodingareng Keke, Pulau Samalona, dan Pulau Gusung. Rombongan disambut Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdar, di Pulau Kodingareng Keke sebelum melanjutkan agenda wisata.

Baca juga:

Kegiatan kemudian berlanjut ke Museum Kota Makassar dan kawasan Heritage Kota Tua Makassar bersama Tim Pandawalim5. Pada malam hari, rombongan mengikuti pertandingan bulu tangkis persahabatan di Lapangan GORO dalam suasana santai sebagai ajang mempererat silaturahmi antarkomunitas.
 
Sebagai penutup, delegasi Malaysia menyerahkan cendera mata kepada Camat Kepulauan Sangkarrang sebagai simbol persahabatan dan apresiasi atas sambutan masyarakat setempat.

Ketua Kesumat, Naemuddin, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kali kedua komunitasnya ke Makassar. Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan berbagai negara lain yang pernah mereka kunjungi.

"Kami sangat terkesan dengan sambutan masyarakat Sulawesi Selatan. Karena pengalaman kunjungan pertama sangat menyenangkan, kami memutuskan untuk kembali. Insyaallah pada Oktober mendatang kami akan datang lagi ke Makassar," ujar Naemuddin, dalam keterangan yang diterima Kamis, 30 Juli 2026.

Kesumat Malaysia Jelajahi Kepulauan Sangkarrang, Diplomasi Budaya Makassar Terus Diperkuat
Tim Pandawalim5 memfasilitasi kunjungan 10 budayawan Malaysia ke Kepulauan Sangkarrang dan sejumlah destinasi budaya di Makassar. Delegasi Kesumat menilai Sulawesi Selatan memiliki daya tarik kuat karena kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat. Foto: istimewa

 

Sementara itu, Ketua Tim Pandawalim5 Makassar, Prof. Muh. Natsir Siola, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun diplomasi budaya melalui kolaborasi antarkomunitas dan antarmasyarakat.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun diplomasi budaya melalui kolaborasi antarkomunitas dan antarmasyarakat. Sinergi antara akademisi, budayawan, pelaku budaya, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat hubungan budaya persahabatan Makassar-Malaysia sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan di tingkat internasional."

Baca juga:
Sepi Peminat, Sekolah Swasta di Bangka Belitung Satu per Satu Gulung Tikar 


Di tengah persaingan promosi destinasi wisata antarnegara, diplomasi budaya memang menjadi instrumen penting. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan hubungan lintas komunitas tersebut mampu berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisata, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya lokal, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi masyarakat, bukan berhenti pada seremoni dan dokumentasi kegiatan.

 

 

 

Baca juga:
Hari Anak Nasional 2026, Anak Disabilitas Belajar Jaga Kesehatan Gigi di LRT
Padel Kian Populer, PBPI Jateng Ajak Pemda dan Korporasi Bangun Ekosistem Olahraga


Kalau diplomasi budaya hanya berakhir di album foto, yang berkembang mungkin arsipnya—bukan pariwisatanya.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Makassar #SulawesiSelatan #DiplomasiBudaya #PariwisataIndonesia #WisataBahari

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال