Melki Minta IKA Kupang Tak Sekadar Paguyuban, Tapi Motor Perdamaian Adonara

GalaPos ID, Kupang.
Di balik pelantikan pengurus baru Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Kupang periode 2026–2030, perhatian utama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena justru tertuju pada persoalan yang selama ini membayangi Adonara: konflik lahan yang belum juga menemukan penyelesaian.

Melki Minta IKA Kupang Tak Sekadar Paguyuban, Tapi Motor Perdamaian Adonara
Pelantikan organisasi selesai dalam semalam, tetapi konflik lahan bisa bertahan puluhan tahun. Publik kini menunggu bukan sekadar pidato tentang perdamaian, melainkan langkah nyata yang mampu menghentikan sengketa dan membuka jalan pembangunan Adonara. Foto: Erasmus NN

"Pidato perdamaian selalu terdengar indah. Namun publik lebih ingin melihat kapan konflik lahan benar-benar selesai, bukan sekadar menjadi agenda yang terus diulang setiap pelantikan."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Gubernur Melki meminta IKA Kupang berperan aktif sebagai agen perdamaian untuk membantu penyelesaian konflik lahan di Adonara.
2. Konflik sengketa lahan dinilai menghambat pembangunan dan memperkuat stigma negatif terhadap Adonara yang ingin dihapus melalui rekonsiliasi.
3. IKA Kupang didorong tidak hanya menjadi organisasi paguyuban, tetapi nuansa lebih tajam ala liputan investigatif, artikel ini juga bisa diarahkan dengan juga motor pengembangan ekonomi masyarakat melalui program usaha produktif berbasis potensi lokal.

 

Alih-alih menjadikan pelantikan sebagai seremoni organisasi semata, Gubernur Melki mengajak IKA Kupang mengambil peran lebih besar sebagai agen perdamaian sekaligus mitra pembangunan. Seruan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus IKA Kupang di Aula UPT Taman Budaya Gerson Poyk, Kupang, Sabtu, 25 Juli 2026, pada malam hari waktu setempat.

Menurut Melki, besarnya potensi sumber daya manusia Adonara yang tersebar di berbagai daerah harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang masih menghambat kemajuan wilayah, terutama konflik sengketa lahan antara Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur.

"Coba kita periksa betul apa yang menjadi akar dari persoalan dan konflik di Adonara ini. Mesti kita cari cara agar energi negatif ini kita ubah jadi energi positif di tengah upaya kita lagi dorong Adonara jadi pusat pertumbuhan baru," ujar Gubernur Melki, dalam keterangan yang diterima, pada Minggu, 26 Juli 2026.

Baca juga:
EcoBlue KKN Unhas: Edukasi Pilah Sampah Selamatkan Lingkungan Sejak Usia Dini

Ia menilai konflik berkepanjangan tidak pernah menghasilkan pemenang. Yang tersisa justru luka sosial, perpecahan antarmasyarakat, dan terhambatnya pembangunan.
 
Selain mendorong penyelesaian konflik, Melki juga mengajak masyarakat Adonara menghapus stigma lama yang pernah melekat sebagai "pulau para pembunuh" sebagaimana ditulis Ernst Vatter pada 1932. Menurutnya, citra tersebut harus digantikan dengan wajahena itu, ia meminta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum intelektual, hingga diaspora Adonara yang damai, berbudaya, cerdas, dan mampu menjadi contoh dalam membangun persaudaraan.

Karena itu, ia meminta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum intelektual, hingga diaspora Adonara terus mengedepankan dialog dan rekonsiliasi dalam setiap penyelesaian persoalan.

"Mari kita menjadi bagian dari penyelesaian, bukan bagian dari persoalan. Kedepankanlah semangat 'kakan dike arin sare, one tou kirin ehan' (hidup rukun sebagai kakak-adik, berasal dari satu rahim dan satu keturunan yang sama)," tambahnya.

Di sektor ekonomi, Gubernur Melki juga mendorong IKA Kupang agar tidak berhenti sebagai organisasi kekeluargaan. Ia berharap organisasi tersebut mampu membangun usaha-usaha produktif yang mendukung kesejahteraan anggota melalui Program One Community One Product (OCOP), dengan mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal Adonara.

Di Balik Pelantikan IKA Kupang, Gubernur Melki Fokus pada Konflik Lahan Adonara
Gubernur Melki meminta IKA Kupang berperan aktif sebagai agen perdamaian untuk membantu penyelesaian konflik lahan di Adonara. Konflik sengketa lahan dinilai menghambat pembangunan dan memperkuat stigma negatif terhadap Adonara yang ingin dihapus melalui rekonsiliasi. Foto: Erasmus NN

 

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menilai diaspora Adonara memiliki modal sumber daya manusia yang besar dan tersebar di berbagai profesi. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan Kota Kupang.

Ia mengajak seluruh warga Adonara yang berdomisili di Kota Kupang untuk berjalan bersama mendukung pembangunan daerah, baik melalui jajaran birokrasi, panggung politik, dunia usaha, sektor pendidikan, maupun berbagai gerakan sosial kemasyarakatan.

“Masyarakat diaspora Adonara memiliki potensi besar yang tersebar di berbagai lini. Kami mengajak seluruh warga Adonara di Kota Kupang untuk berjalan bersama mendukung pembangunan, baik di jajaran birokrasi, panggung politik, dunia bisnis, sektor pendidikan, maupun dalam gerakan-gerakan kemanusiaan,” kata Christian Widodo.

Baca juga:
Peringatan HUT ke-99 PNI, Prof. Arief Hidayat Kritik Liberalisme dan Oligarki

Sementara itu, Ketua IKA Kupang periode 2026–2030, Marius Samon Ago, menyebut pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi setelah 52 tahun perjalanan IKA Kupang.

"Momentum pelantikan malam ini menjadi momentum pembaharuan soliditas, semangat kebersamaan, gotong royong dan bakti diri bagi IKA Kupang. Semangat pelantikan malam ini harus jadi bara dalam mengabdi," ujar Marius Samon Ago.

Ia menegaskan penguatan kelembagaan menjadi fokus kepengurusannya agar IKA Kupang semakin berdaya guna dan memberi kontribusi lebih besar bagi masyarakat.

Marius Samon Ago resmi memimpin IKA Kupang periode 2026–2030 menggantikan Klemens Kesule Hala. Pelantikan turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora Jakarta Dony Tokan, para sesepuh IKA Kupang, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Penulis: Erasmus NN

 

 

 

Baca juga:
BPJN NTT Percepat Infrastruktur Sekolah Rakyat, Jalan Hotmix 5 KM Dibangun

Pelantikan pengurus hanya berlangsung beberapa jam. Pertanyaannya, mampukah konflik lahan yang berlangsung bertahun-tahun ikut dilantik menjadi sejarah?

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Adonara #KonflikLahan #NTT #Perdamaian #IKAKupang

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال