GalaPos ID, Bantaeng.
Persoalan sampah plastik terus menjadi ancaman bagi lingkungan, termasuk ekosistem laut. Di tengah kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai yang masih tinggi, edukasi sejak usia dini dinilai menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran lingkungan.
"Sampah plastik tak pernah memilih usia. Karena itu, edukasi dimulai dari anak-anak. Semoga yang dewasa ikut belajar, bukan justru memberi contoh sebaliknya."
Baca juga:
- Melki Minta IKA Kupang Tak Sekadar Paguyuban, Tapi Motor Perdamaian Adonara
- Tak Sekadar Tempat Transit, LRT Jabodebek Hadirkan Konser Musik Gratis
- Modus Tumpangan ke Sekolah Berujung Petaka, Pelaku Kekerasan Seksual Anak
Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN-T Unhas mengedukasi siswa SDN 11 Sarroanging mengenai bahaya sampah plastik melalui program kreatif SAHABAT LAUT.
2. Edukasi dipadukan dengan praktik mengubah botol bekas menjadi akuarium mini sebagai penerapan prinsip reuse dan pembelajaran lingkungan yang interaktif.
3. Selain edukasi lingkungan, Posko Mappilawing 1 juga membangun Taman TOGA sebagai upaya mendukung kesehatan masyarakat dan pemanfaatan lahan secara produktif.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menghadirkan program edukatif bertajuk SAHABAT LAUT: Kelas Kreatif Edukasi Bahaya Sampah Plastik melalui Modifikasi Akuarium dari Botol Bekas di SDN 11 Sarroanging, Desa Mappilawing, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Kamis, 23 Juli 2026.
Program kerja individu tersebut tidak hanya menghadirkan penyuluhan, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan pemanfaatan botol plastik bekas menjadi akuarium mini sebagai bentuk penerapan prinsip reuse. Pendekatan ini dipilih agar materi lingkungan tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami anak-anak.
"Melalui kegiatan sosialisasi yang menjadi program kerja individu saya ini, kami berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang bahaya sampah plastik serta mengajak mereka memanfaatkan botol bekas menjadi akuarium kreatif, sehingga tumbuh kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian laut," ujar Khaerunnisa. R selaku pelaksana program kerja, dalam keterangan yang diterima dan diolah, Minggu, 26 Juli 2026.
Baca juga:
Aceh Segera Tentukan Status Pascabencana, Mualem Pilih Keputusan Bersama
Menurut Khaerunnisa.R, program tersebut diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya pencemaran sampah plastik yang mengancam lingkungan, khususnya wilayah pesisir dan laut. Melalui edukasi yang dipadukan dengan praktik kreatif, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan memanfaatkan kembali limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
"Edukasi mengenai bahaya sampah plastik perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak sampah plastik terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mampu mengolah botol bekas menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai," jelas Khaerunnisa.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Unhas menggunakan media visual, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, praktik pembuatan akuarium mini, hingga kuis edukatif berhadiah untuk meningkatkan partisipasi siswa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan kembali barangawing 1. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan ekosistem laut bekas.
Program kerja individu ini melibatkan siswa SDN 11 Sarroanging, guru pendamping, serta mahasiswa KKN Unhas Posko Mappilawing 1. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan ekosistem laut, kegiatan tersebut juga diharapkan membentuk budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Baca juga:
EcoBlue KKN Unhas: Edukasi Pilah Sampah Selamatkan Lingkungan Sejak Usia Dini
Di luar program individu tersebut, Posko Mappilawing 1 juga melaksanakan program kerja kolektif berupa pembangunan Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di Dusun Sarroanging, Desa Mappilawing. Program yang disusun bersama pemerintah desa dan masyarakat itu bertujuan memanfaatkan lahan menjadi kawasan produktif sekaligus edukatif, sehingga dapat mendukung pemanfaatan tanaman obat keluarga serta memperkuat budaya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Meski demikian, tantangan terbesar bukan hanya menghadirkan sosialisasi, melainkan memastikan pesan yang disampaikan benar-benar menjadi kebiasaan. Sebab, keberhasilan edukasi lingkungan tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah plastik di kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Peringatan HUT ke-99 PNI, Prof. Arief Hidayat Kritik Liberalisme dan Oligarki
Anak SD diajari mengolah botol bekas jadi akuarium. Pertanyaannya, kapan orang dewasa berhenti menjadikan sungai dan laut sebagai tempat sampah?
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #SahabatLaut #PeduliLingkungan #KurangiSampahPlastik #Bantaeng

